thumbnail Halo,

Setidaknya ada empat sosok penting dalam tubuh manajemen yang membuat Sriwijaya FC kembali ke puncak kejayaannya seperti tahun 2007 lalu.

Kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2011/12 sudah melewati setengah musim kompetisi. Tim asal Palembang Sumatera Selatan (Sumsel), Sriwijaya FC masih memuncaki klasemen sementara ISL. Tim peraih double winners ini optimis bisa meraih juara ISL musim ini.
 
Setidaknya ada lima faktor penting yang membuat tim kebanggaan Sumsel ini masih kokoh di puncak klasemen sementara hingga saat ini. Lima faktor penting ini juga yang membuat Sriwijaya FC optimis meraih juara musim ini. Apa saja lima faktor penting itu?

Faktor pertama adalah faktor manajemen yang sehat. Dalam ilmu ekonomi, perusahaan yang besar memiliki manajemen yang sehat. Begitupun dalam tubuh Sriwijaya FC yang berada di bawah naungan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), manajemen PT SOM yang sehat, membuat tim Sriwijaya FC konsentrasi penuh menghadapi kompetisi, tanpa memikiran hal-hal lain yang menjadi tugas manajemen.
           
Manajer tim konsentrasi penuh mengurusi manajemen tim, pelatih konsentrasi penuh melatih dan pemain hanya konsentrasi bertanding. Dengan kenyamanan yang diberikan manajemen kepada tim, maka tim Sriwiaya FC hanya fokus pada pertandingan. Mereka tidak perlu khawatir memikirkan soal gaji dan keperluan lainnya, karena semua sudah menjadi tanggung jawab pihak manajemen. Bayangkan jika manajemen tidak sehat, pasti akan berpengaruh pada peforma tim.

Setidaknya ada empat sosok penting dalam tubuh manajemen yang membuat Sriwijaya FC kembali ke puncak kejayaannya seperti tahun 2007 lalu. Sosok pertama adalah Presiden klub yang dijabat Dodi Reza Alex. Latar belakang Dodi sebagai pengusaha muda yang sukses serta aktifitas olahraga yang dilakukan Dodi sejak lama berhasil ditularkannya ke dalam tubuh manajemen Sriwijaya FC.

Lulusan University of Leuven (UCL), yang mampu berbahasa Inggris dan Prancis ini, sangat pandai mengelola sumber daya manusia di dalam sebuah organisasi. Dia mampu menempatkan seseorang yang sesuai dengan kemampuannya. Sehingga organisasi maupun perusahaan yang dipimpinnya, termasuk Sriwijaya FC  mampu berjalan dengan dinamis. Dodi juga bagus dalam membangun komunikasi dengan banyak pihak.

Jadi, wajar perusahaan yang menaungi Sriwijaya FC ini bisa berjalan baik di tangan Dodi yang memiliki kemampuan membaca manusia yang produktif  atau tidak, dan juga bisa menerima semua masukan terkait dengan perbaikan perusahaan.

Dodi dilahirkan di Palembang, pada 1 November 1970. Dia merupakan putra sulung dari tiga bersaudara pasangan Alex Noerdin dan Sri Eliza Alex. Menyelesaikan pendidikan dasarnya di Jakarta dan Palembang hingga tamat Sekolah Menengah Atas. Selepas Sekolah Menengah Atas, dia melanjutkan pendidikannya ke Belgia. Lulus dari University of Leuven (UCL) – Belgium. Selepas menuntaskan pendidikan sarjana, Dodi melanjutkan sekolahnya dengan mengambil Master of Business Administration (MBA) di Universite Libre de Bruxelles, Belgia.

Selain mengenyam pendidikan formal, Dodi juga sempat mengambil pendidikan non formal dalam bidang penerbangan dan mengantongi izin Private Pilot License.  Saat ini, Dodi memiliki beberapa perusahaan yang dikelolanya, yaitu PT Grita Artha Kreamindo (5 asec Indonesia), PT Pandji Media Network dan Radio Trijaya FM Palembang, serta Presiden Direktur PT SOM yang mengelola Sriwijaya FC.

Kemudian ada juga sosok Direktur Keuangan Augie Bunyamin yang bertugas mengurusi semua masalah keuangan Sriwijaya FC. Disiplin dan kerja keras telah menjadi bagian dari diri Augie Bunyamin. Tidak heran jika ia rela hanya tidur lima jam dalam satu hari untuk mengurusi tugasnya sehari-hari sebagai Direktur Utama Hotel Swarna Dwipa Palembang, Direktur Utama Asrama Haji Palembang, Wisma Atlet dan Direktur Keuangan Sriwijaya FC.

Sebagai Direktur Keuangan Sriwijaya FC, Augie bertekad membuat semua pemain  nyaman dan hanya konsentrasi bertanding tanpa memikirkan urusan gaji atau masalah lainnya, karena semua itu sudah menjadi tugas manajemen.

Selama Augie menjabat sebagai Direktur Keuangan, jarang sekali pemain mengeluh soal keterlambatan gaji. Meskipun ada keterlambatan pembayaran gaji, tidak sampai dua bulan dan tidak berpengaruh terhadap peforma tim. 


Kemudian ada juga sosok Hendri Zainuddin sebagai Dirtek dan SDM PT SOM. Semua urusan teknis dan SDM di Sriwijaya FC mampu dijalankan dengan baik oleh Hendri Zainuddin. Wajar Hendri mampu menjalankan tugasnya dengan baik di Sriwijaya FC karena sebelumnya Hendri sudah sukses di PS Banyuasin.

Untuk urusan mendatangkan pemain terbaik di Sriwiaya FC juga perlu mendapat persetujuan dari Hendri sebelum resmi menjadi pemain Sriwijaya FC. Kemudian ada juga sosok Faisal Mursyid yang bertugas sebagai Sekum PT SOM. Tugasnya tidak kalah penting untuk urusan administrasi tim dan pemain Sriwijaya FC.

Faktor kedua  yang membuat Sriwijaya FC memimpin klasemen adalah faktor pelatih. Kejelian manajemen memilih Kas Hartadi sebagai pelatih musim ini membawa Sriwijaya FC kokoh di puncak klasemen sementara. Faktor pelatih sangat berperan meningkatkan prestasi tim. Di bawah asuhan Kas Hartadi, Sriwijaya FC menjelma menjadi tim yang sangat menakutkan, bukan hanya saat tampil di kandang tetapi juga saat tandang. Formasi 4-2-3-1 dan 4-4-2 menjadi senjata andalan Sriwijaya FC meraih kemenangan demi kemenangan.

Kedatangan Kas Hartadi mengisi tampuk pimpinan pelatih awalnya diragukan hampir semua pihak  dari kalangan pecinta Sriwijaya FC. Bagaimana mungkin pelatih yang belum pernah menjadi pelatih di ISL dan belum memiliki lisensi A bisa membawa Sriwijaya FC meraih juara. Namun Kas Hartadi langsung membuktikan kemampuannya dengan membawa Sriwijaya FC meraih juara paruh musim.

Dalam suatu kesempatan Kas Hartadi pernah mengatakan keberhasilannya membawa Sriwijaya FC ke puncak klasemen tidak terlepas dari keberhasilannya memadukan semua pemain baik di dalam maupun luar lapangan. Baginya kenyamanan dalam suatu tim bagi seorang pemain menjadi salah satu faktor penting yang membuat pemain tampil dalam peforma terbaik.

Sosok Kas Hartadi yang sangat dekat dengan pemain, memahami keinginan semua pemain membuat para pemain nyaman dilatih oleh Kas Hartadi sehingga instruksi yang diberikan Kas Hartadi bisa dialankan dengan baik.

Kas Hartadi memulai karir dari bawah sambil mengasah kemampuan dengan mengikuti beragam pelatihan. Setelah menjalaninya selama beberapa tahun, akhirnya mengantarkan Kas Hartadi sebagai pelatih klub profesional Sriwijaya FC. Padahal pada tahun sebelumnya Kas Hartadi hanya menjadi asisten pelatih Ivan Kolev, dan pelatih SFC U-21.

Nama Kas Hartadi tidak asing lagi dalam kancah persepakbolaan tanah air saat membela Kramayudha Tiga Berlian pada 1987-1992. Kas yang dikenal sebagai pemain Timnas era tahun 90-an itu, terpaksa gantung sepatu karena dibekap cedera lutut yang cukup parah pada tahun 2005 lalu. Dirinya tidak pernah melupakan saat-saat tidak berada di lapangan sepak bola, karena dibekap cedera selama dua tahun. .

Setelah itu, nama Kas Hartadi perlahan-lahan tenggelam. Padahal dia dikenal dengan sebutan “si kijang” lantaran larinya kencang dan akurasi umpan yang sangat baik sebagai seorang wing back kanan atau sayap kanan.

Dia pun turut andil besar saat membawa pulang medali emas SEA Games Manila 1991 yang hingga kini belum pernah didapatkan kembali oleh Timnas Indonesia. Kas sempat kembali merumput selama satu musim, tapi akhirnya memutuskan pensiun setelah membela klub terakhirnya, Putra Samarinda, pada usia 36 tahun.

Meskipun banyak yang meragukan kemampuan Kas Hartadi bisa memberikan prestasi bagi Sriwijaya FC, dia tetap optimis di tangannya SFC bisa berada di puncak kejayaan. Gelar perdana sebagai juara Kampiun Babel Cup 2011 telah diraih Kas Hartadi, kemudian Kas Hartadi juga berhasil membawa Sriwijaya FC berada di puncak klasemen sementara ISL.

FORMULA KEMENANGAN KAS HARTADI

Kedalaman dan kualitas pemain cadangan Sriwijaya mendukung adanya rotasi skuad yang kuat. Tanpa diperkuat Gumbs pun, Kas Hartadi cenderung memasang formasi 4-3-3 dengan Riski Novriansyah di depan, yang terbukti efektif saat membungkam Persisam Putra Samarinda, Rabu (18/4).


Kas Hartadi memang pelatih lokal dan belum pernah menangani tim besar baik di ISL maupun divisi utama, namun Kas Hartadi bukanlah pelatih yang muda menyerah. Selama ini dirinya telah mempersiapkan diri secara maksimal dan sudah banyak belajar selama mengikuti kursus kepelatihan. Dirinya berjanji bersama Kayamba akan berusaha memberikan gelar juara bagi Sriwijaya FC dan berharap bersama Kayamba bisa melampaui prestasi yang sudah ditorehkan pelatih sebelumnya Ivan Kolev.

Meski minim pengalaman, namun Kas Hartadi sudah mengetahui strategi apa yang akan diterapkan di skuat Sriwijaya FC. Apalagi Kas Hartadi sudah mengetahui karakter permainan Sriwijaya FC selama satu musim menjadi asisten Kolev. Baginya untuk membangun kekuatan sepakbola yang baik. yang harus dijaga adalah kondisi kedekatan dengan pemain. Dengan begitu seluruh permasalahan bisa diatasi dan pemain bisa lebih semangat di lapangan. Pola kebersamaan seperti inilah yang diterapkan Kas Hartadi selama ini.

Kas Hartadi juga mampu mengubah pola permainan yang diterapkan pelatih sebelumnya. Ditangannya, Sriwijaya FC lebih bisa memainkan pola ball possession dan menjaga ritme permainan. Pemain  tahu kapan waktunya menyerang dan kapan kapan delay bola. Karena menurut Kas Hartadi tidak mungkin melakukan pressure selama 90 menit yang menjadi pola Sriwijaya FC musim lalu, karena para pemain akan kelelahan terlebih dahulu sebelum pertandingan berakhir.

Pola kepelatihan dan kepemimpinan seperti inilah yang tidak dimiliki oleh pelatih Sriwijaya FC sebelumnya Ivan Kolev. Bandingkan saja dengan Kolev, tingkat disiplin yang terlampau tinggi yang diberikan Kolev membuat pemain kurang nyaman. Kolev juga kurang dekat dan kurang mengerti keinginan pemain tidak seperti Kas Hartadi yang dijadikan tempat curhat para pemain.

CATATAN PILAR PENTING TIAP LINI SRIWIJAYA FC HINGGA LAGA KE-19

ROTINSULU GATTHUSI PONARYO GUMBS

PENAMPILAN
17
17
18
16
GOL
0 2 1 15
CATATAN Cermat membaca arah serangan, tidak mudah diintimidasi lawan. Dengan postur tinggi dan kekar, tangguh menghalau bola atas. Pintar membagi bola, tidak takut berduel, memiliki jiwa kepemimpinan. Tua-tua keladi, semakin tua semakin berbahaya di kotak penalti.


Faktor ketiga yang tidak kalah pentingnya sehingga Sriwijaya FC bisa memuncaki klasemen sementara adalah pemain. Jika manajemen sehat, dan memiliki pelatih hebat, namun tidak memiliki pemain-pemain yang handal, tetap saja Sriwijaya FC akan sulit menghasilkan prestasi maksimal.

Sriwijaya FC memiliki pemain-pemain hebat di semua lini, mulai dari sosok penjaga gawang, penyerang, pemain tengah dan pemain belakang. Namun dari semua pemain handal yang dimiliki Sriwijaya , setidaknya ada lima pemain penentu dalam setiap pertandingan.
 
Kita mulai dari lini belakang. Di posisi penjaga gawang ada sosok Ferry Rotinsulu yang hingga saat ini belum tergantikan. Bahkan dua kali Ferry Rotinsulu menjadi pahlawan saat Sriwijaya FC meraih juara Piala Indonesia dengan mengalahkan Persipura Jayapura melalui drama adu pinalti. Bahkan tahun 2007, tidak satupun tendangan pinalti pemain Persipura yang masuk ke gawang Sriwijaya FC.
 
Semua pemain silih berganti menghuni skuat Sriwijaya FC, namun Ferry tetap setia bersama Sriwijaya FC sejak masih bernama Persijatim. Kemampuannya dan kekuatannya di bawah mistar gawang kerap kali menjadi penentu kemenangan Sriwijaya FC.

Kemudian di lini depan ada dua pemain yang sangat menonjol dan selalu menjadi andalan  di lini depan. Pertama adalah Kieth Kayamba Gumbs. Kayamba Gumbs menjadi Topskor sementara dengan 15 gol. Kayamba selalu menjadi andalan dalam setiap pertandingan. Pertandingan serasa kurang lengkap jika Kayamba tidak tampil. Kemudian ada Hilton Moirera, meskipun baru bergabung dari Persib Bandung, namun Hilton sudah mampu mengambil hati para pecinta Sriwijaya FC dengan kemampuannya di lapangan. Hilton saat ini menjadi pencetak gol terbanyak kedua Sriwijaya FC dengan 12 gol.
 
Pemain keempat yang seringkali menjadi penentu adalah Ponaryo Astaman. Seringkali pelatih Kas Hartadi memuji penampilan Ponaryo di lapangan. Berkat kepiawaian Ponaryo menghidupkan lini tengah membuat posisinya dilini tengah tidak tergantikan.
 
Kemudian ada juga Thiery Gatuesi. Jika Thiery tampil, lini belakang Sriwijaya FC menjadi lebih aman. Thiery punya kemampuan untuk membaca pergerakan pemain depan lawan, sehingga striker lawan akan mati kutu jika berhadapan dengan Thiery. Di luar lima pemain ini, semua pemain Sriwijaya FC juga tampil baik dalam setiap pertandingan.
 
Manajemen yang sehat, pelatih yang hebat serta pemain yang handal akan percuma jika tidak memiliki dana yang cukup untuk mengarungi kompetisi penuh. Karena itulah faktor dana menjadi faktor penting keempat bagi Sriwijaya FC untuk berada di puncak klasemen sementara saat ini.
 
Bayangkan jika Sriwijaya FC tidak memiliki cukup dana untuk bertarung di luar kandang, tentunya tidak mungkin Sriwijaya FC bisa meraih kemenangan di luar kandang. Bayangkan jika Sriwijaya FC tidak memiliki dana untuk tampil di kandang, tentunya tidak bisa mengalahkan lawan-lawannya di kandang. Sriwijaya FC juga tidak akan memiliki pemain-pemain handal jika tidak ada dana untuk mengontrak para pemain.
 
Untungnya Sriwijaya FC memiliki dana yang cukup untuk mengarungi kompetisi dan mengontrak pemain-pemain handal. Meskipun tidak boleh lagi menggunakan dana APBD, Sriwijaya FC tetap mampu menghimpun dana dari pihak ketiga, pihak sponsor serta dana usaha lainnya seperti dari sponsor Bank SumselBabel, Yamaha dan sponsor lainnya.
           
Faktor terakhir atau faktor kelima adalah dukungan dari semua pihak. Dukungan suporter, dukungan penonton, dukungan semua masyarakat Sumsel serta seluruh pecinta Sriwijaya FC dan dukungan sponsor tentunya membuat Sriwijaya FC tampil lebih bersemangat menghadapi kompetisi.


           
Para pemain akan lebih bersemangat memenangkan pertandingan, jika para supporter dan penonton tidak henti-hentinya memberikan dukungan di Stadion. Penuhnya stadion Jakabaring pada setiap laga kandang menjadi salah satu bukti, kalau Sriwijaya FC mendapat dukungan penuh untuk meraih juara ISL. Dukungan penuh inilah yang menjadi salah satu faktor bagi Sriwijaya FC berada di puncak klasemen sementara ISL saat ini. 

Bukan hanya di kandang, saat tandangpun, Sriwijaya FC mendapat dukungan penuh dari tiga supporter yaitu Beladas Korwil Simanis, Beladas Korwil SMS dan Singamania.  Setidaknya inilah lima faktor utama penentu Sriwijaya bisa memuncaki klasemen sementara ISL hingga saat ini. (gk-42)

>> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Semua Berita Sepakbola Indonesia

Terkait