thumbnail Halo,

Fardy Bachdim heran dengan sikap CEO Persema Malang yang masih menganggap Irfan Bachdim terikat kontrak hingga 2014.


OLEH TEGAR PARAMARTHA                                                                        Ikuti di twitter

Agen Irfan Bachdim menegaskan akan membawa masalah antara kliennya dengan Persema Malang kepada FIFA.

Seperti yang diketahui, Persema menghalangi transfer Irfan ke klub Thailand Chonburi FC dengan alasan sang pemain masih terikat kontrak hingga 2014. Namun, kepada GOAL.com Thailand, Fardy Bachdim mengaku heran dengan sikap Persema mengingat kliennya belum dibayar selama delapan bulan.

"Saya sangat terkejut mendengar CEO Persema mengatakan bahwa dia terikat kontrak hingga 2014, karena dia belum dibayar selama delapan bulan, dan mereka masih melihat itu sebagai kontrak?" ujar Fardy Bachdim.

"Dalam aturan FIFA, ketika seorang pemain tidak dibayar selama 90 hari (tiga bulan), pemain tersebut dianggap bebas. Hari ini (2 Februari 2013) adalah bulan kedelapan untuk Irfan. Saya bekerja di bidang ini bersama FIFA sebagai agen sudah lama. Saya 100 persen yakin Irfan adalah pemain bebas."

"Kami konsulitasi situasi ini dengan FIFPRO dan pengacara siap membawanya ke FIFA. Tetapi kami ingin ini menjadi langkah terakhir, karena apa yang kami butuhkan hanyalah selembar kertas, kami harus menyelesaikan ini dengan jalan damai, dan saudara saya akan bergabung dengan Chonburi seperti seharusnya."

"Kasus ini jelas. Ketika keputusan datang dalam dua pekan, Chonburi akan mendapatkan ITC langsung dari FIFA, dan tidak ada hubungan lagi dengan Persema."

Fardy juga menyesalkan sikap Persema yang mengkritik pendekatan yang dilakukan Chonburi kepada Irfan. Ia menilai justru Persema yang tidak dapat bersikap profesional seperti klub Thailand tersebut.

"Seperti Persema menyalahkan Chonburi terkait etika dan sikap dalam mendekati seorang pemain. Saya dan Irfan yakin bahwa Chonburi adalah klub yang paling profesional dibandingkan dengan apa yang kami hadapi selama ini. Bagi kami, bagaimana mereka bekerja dan berorganisasi sudah seperti klub Eropa. Yang paling penting, mereka benar-benar mencintai sepakbola."

"Saya merasa sedih dengan situasi ini. Sungguh cara yang buruk dalam menggunakan otoritas Anda. Itu yang terjadi di sepakbola Indonesia. Saya tidak ingin membawa sepakbola Indonesia ke FIFA yang akan membuat situasi lebih buruk dari sekarang. Irfan juga bermain di timnas Indonesia."

"Saya dan saudara saya berjanji untuk menjadi pembebas dan mengakhiri masalah ini untuk pemain-pemain indonesia. Kami mengirim kasus ke FIFA dan FIFPRO. Kami tahu dengan jelas apa hak pemain. Mulai sekarang, pemain Indonesia akan melawan eksploitasi dan mereka akan memiliki kebebasan penuh untuk bermain di luar negeri."

 

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait