advertisement
Indonesia Junior Kalah, Dukungan Tetap Mengalir
Tak sedikit yang merasa berang, tapi tak sedikit pula yang tetap memberi dukungan kepada Indonesia U-19.
Oleh Bima Prameswara Said
Sehari setelah Garuda Junior menelan kekalahan pahit dalam laga pembuka, suporter Indonesia tetap bersimpati pada Syamsir Alam dkk.
Pada pertandingan Sabtu (7/11) di Stadion Si Jalak Harupat, timnas U-19 lebih banyak menguasai jalannya pertandingan. Namun, jebakan offside yang gagal ditambah penyelesaian akhir yang tidak sempurna membuat Indonesia harus menguasai keunggulan Singapura dengan skor 1-0.
Usai pertandingan, beberapa komentar pembaca mengalir di halaman-halaman GOAL.com Indonesia.
Cukup banyak di antara para pembaca yang menyampaikan kritik pedas terhadap hasil kekalahan skuad asuhan Cesar Payovich. Sebut saja Adit dari Cianjur yang menyatakan: "Mendingan duit itu dipakai buat orang yang kurang mampu. Buat apa dilatih ke Uruguay hasilnya juga segitu? Saya sebagai warga negara Indonesia malu kalah dua kali dari Singapura, malu! Buat tim S.A.D. buktikan di lapangan, bukan dengan mulut. Buang-buang duit saja!"
Sejumlah komentar lainnya kurang-lebih mirip dengan pernyataan dari Adit. Namun, banyak juga komentar pembaca yang lebih positif, bernada kritik yang membangun. Contohnya dari Romi_Boo di Jakarta: "Secara penilaian permainan tim S.A.D. sudah bagus. Gaya permainannya pun berbeda dengan tim seniornya, namun kurang menjaga emosi."
Sama halnya dengan Aldi yang menilai timnas U-19 sudah memberikan yang terbaik: "Saya rasa, inilah sepakbola. Anda membayar kesalahan Anda. Jebakan offside yang gagal, bahkan tim sekelas Brasil bisa melakukannya! Anak-anak ini sangat berpotensi. Mereka telah memberikan yang terbaik. Ini adalah laga internasional pertama mereka. Saya rasa ball possession-nya sudah sangat baik. Poin-poin seperti pola permainan itu masih kurang, lini tengah dan sayap kalau bisa digenjot dari segi kreatifitas, dan lini depan harus tenang dalam segi finishing."
Dukungan senada disampaikan oleh Krisna: "Tetap berjuang garuda muda Indonesia. Tetap bermain secara tim dan beri umpan-umpan matang ke lini depan. Jawab kritik yang diberikan dengan kemenangan pada pertandingan mendatang. Yakinkan bahwa pemuda bisa berbuat sesuatu untuk negeri ini."
Beberapa pembaca juga menilai, "dewi fortuna" belum berpihak pada timnas, sementara teknik dasar sudah mantap.
"Sebenarnya kualitas permainan Singapura kalah, tapi timnas kurang beruntung saja. Finishing dan pertahanannya perlu dibenahi. Pokoknya maju terus garuda muda!" ujar seorang pembaca bernama Michael.
Tentunya, ini bukanlah akhir dari perjuangan Indonesia U-19. Besok sore Jepang menanti, diikuti pertandingan versus Taiwan, Australia dan terakhir pada 17 November melawan Hong Kong. Kendati berada di Grup F yang tangguh, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk lolos ke Piala Asia U-19 tahun depan.
>> Klik di sini untuk mengikuti perkembangan terkini dari Indonesia U-19 di GOAL.com.
Sehari setelah Garuda Junior menelan kekalahan pahit dalam laga pembuka, suporter Indonesia tetap bersimpati pada Syamsir Alam dkk.
Pada pertandingan Sabtu (7/11) di Stadion Si Jalak Harupat, timnas U-19 lebih banyak menguasai jalannya pertandingan. Namun, jebakan offside yang gagal ditambah penyelesaian akhir yang tidak sempurna membuat Indonesia harus menguasai keunggulan Singapura dengan skor 1-0.
Usai pertandingan, beberapa komentar pembaca mengalir di halaman-halaman GOAL.com Indonesia.
Cukup banyak di antara para pembaca yang menyampaikan kritik pedas terhadap hasil kekalahan skuad asuhan Cesar Payovich. Sebut saja Adit dari Cianjur yang menyatakan: "Mendingan duit itu dipakai buat orang yang kurang mampu. Buat apa dilatih ke Uruguay hasilnya juga segitu? Saya sebagai warga negara Indonesia malu kalah dua kali dari Singapura, malu! Buat tim S.A.D. buktikan di lapangan, bukan dengan mulut. Buang-buang duit saja!"
Sejumlah komentar lainnya kurang-lebih mirip dengan pernyataan dari Adit. Namun, banyak juga komentar pembaca yang lebih positif, bernada kritik yang membangun. Contohnya dari Romi_Boo di Jakarta: "Secara penilaian permainan tim S.A.D. sudah bagus. Gaya permainannya pun berbeda dengan tim seniornya, namun kurang menjaga emosi."
Sama halnya dengan Aldi yang menilai timnas U-19 sudah memberikan yang terbaik: "Saya rasa, inilah sepakbola. Anda membayar kesalahan Anda. Jebakan offside yang gagal, bahkan tim sekelas Brasil bisa melakukannya! Anak-anak ini sangat berpotensi. Mereka telah memberikan yang terbaik. Ini adalah laga internasional pertama mereka. Saya rasa ball possession-nya sudah sangat baik. Poin-poin seperti pola permainan itu masih kurang, lini tengah dan sayap kalau bisa digenjot dari segi kreatifitas, dan lini depan harus tenang dalam segi finishing."
Dukungan senada disampaikan oleh Krisna: "Tetap berjuang garuda muda Indonesia. Tetap bermain secara tim dan beri umpan-umpan matang ke lini depan. Jawab kritik yang diberikan dengan kemenangan pada pertandingan mendatang. Yakinkan bahwa pemuda bisa berbuat sesuatu untuk negeri ini."
Beberapa pembaca juga menilai, "dewi fortuna" belum berpihak pada timnas, sementara teknik dasar sudah mantap.
"Sebenarnya kualitas permainan Singapura kalah, tapi timnas kurang beruntung saja. Finishing dan pertahanannya perlu dibenahi. Pokoknya maju terus garuda muda!" ujar seorang pembaca bernama Michael.
Tentunya, ini bukanlah akhir dari perjuangan Indonesia U-19. Besok sore Jepang menanti, diikuti pertandingan versus Taiwan, Australia dan terakhir pada 17 November melawan Hong Kong. Kendati berada di Grup F yang tangguh, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk lolos ke Piala Asia U-19 tahun depan.
>> Klik di sini untuk mengikuti perkembangan terkini dari Indonesia U-19 di GOAL.com.
Terima kasih atas tanggapan Anda! Komentar tidak akan langsung tampil karena harus disaring moderator terlebih dulu.
Mohon tulis nama Anda!
Mohon tulis lokasi Anda!
Mohon tulis komentar Anda!
49 Tanggapan Anda
Iklan
Jelajahi GOAL.com
/* empty because this one does not have controls */?>
-
DEBAT: Luis Suarez Atau Patrice Evra - Siapa Yang Bersalah Dalam Duel Manchester United 2-1 Liverpool?
Pertemuan Suarez dan Evra kembali menimbulkan kontroversi, ketika striker Liverpool itu menolak berjabat tangan dengan bek andalan Manchester United.
-
Jadwal Televisi 11-14 Februari 2012
Jadwal TV tercantum dalam Waktu Indonesia Barat (WIB). Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
-
-
Iklan
Iklan