thumbnail Halo,

Timnas U-23 pernah ditunjuk menggantikan peran timnas senior dan langsung menelan kekalahan telak.


OLEH   MUHAMAD RAIS ADNAN

Tim nasional (timnas) Indonesia U-22 dipastikan bakal beruji coba dengan Myanmar di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, 21 Maret 2017. Laga persahabatan ini pun sudah terdaftar di FIFA sebagai pertandingan kelas A, yang nantinya hasilnya bakal masuk hitungan poin FIFA.

Otomatis, timnas U-22 bakal bertindak sebagai timnas senior atau tim terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Begitu juga Myanmar, yang kabarnya bakal menurunkan timnas senior mereka yang akan berlaga di kualifikasi Piala Asia 2019 melawan India, 28 Maret mendatang.

Naik pangkatnya timnas junior mewakili timnas senior ternyata pernah dilakukan PSSI sebelumnya. Kebijakan tersebut pernah diterapkan pada 2007 silam.

Ketika itu, timnas Indonesia yang masih dilatih Ivan Kolev baru saja menyelesaikan tugas di Piala Asia 2007. Seperti diketahui, meski ketika itu gagal lolos fase grup, timnas Indonesia di Piala Asia 2007 mampu menunjukkan performa apik yang membangun antusiasme tinggi pencinta sepakbola nasional.

SIMAK JUGA: Goal Retro: Musim Fenomenal Deportivo

Euforia itu pun belum surut saat timnas Indonesia melawan Suriah pada leg pertama putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2010. Sayang, pada leg pertama yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 9 November 2007, itu tim Merah Putih takluk dengan skor telak 4-1. Satu-satunya gol timnas Indonesia di laga tersebut dicetak oleh Budi Sudarsono.

SIMAK JUGA: Kisah Si Keledai Terbang

Lantaran kekalahan telak tersebut, rasa pesimistis pun muncul. Mengingat, jika ingin lolos ke babak selanjutnya, Indonesia harus menang dengan skor telak juga di kandang Suriah.   

Hingga akhirnya, Badan Tim Nasional PSSI mengambil keputusan untuk membubarkan timnas senior, yang kemudian mengalihkan tugas tersebut kepada timnas U-23. Kala itu, timnas U-23 memang sedang dipersiapkan untuk mengikuti SEA Games 2007 dan sempat berguru di Argentina. Untuk jabatan pelatih tetap diemban oleh Ivan Kolev.

Beberapa pemain dari timnas senior ada juga yang masuk untuk proyeksi skuat SEA Games 2007. Mereka pun diharapkan setidaknya mampu menahan imbang tuan rumah Suriah. 

Tapi hasil lebih pahit harus diterima Indonesia pada leg kedua yang digelar di Damaskus, Suriah, 18 November 2017. Skuat Garuda kembali menderita kekalahan telak tujuh gol tanpa balas. Indonesia pun harus tersingkir dengan kekalahan agregat gol 11-1 dari Suriah.

Skuat timnas Indonesia vs Suriah (leg pertama): 
Kiper: Markus Horison (Haris Maulana)
Bek: Maman Abdurrachman, Mahyadi Panggabean, Muhammad Ridwan, Charis Yulianto
Tengah: Ponaryo Astaman, Eka Ramdani, Firman Utina
Depan: Ian Kabes, Bambang Pamungkas, Budi Sudarsono

Cadangan: Fery Rotinsulu, Supardi Nasir Bujang, Elie Aiboy, Atep, Syamsul Bachri Chaeruddin


Skuat timnas Indonesia vs Suriah (leg kedua):
Kiper: Dian Agus Prasetyo
Bek: Fandy Mochtar, Purwoko Yudi Pratomo, Muhammad Roby, Ricardo Salampessy
Tengah: Ardan Aras, Atep, Eka Ramdani
Depan: Airlangga Sucipto, Corneles Geddi, Ian Kabes

Cadangan: Achmad Jufriyanto, Hary Syaputra, Syamsul Bachri Chaeruddin 
 

Terkait