thumbnail Halo,

Indonesia U-23 lebih mendominasi jalannya pertandingan.


GOALLIPUTAN   ASAD ARIFIN     DARI   MALANG   

Timnas Indonesia U-23 harus puas bermain imbang 1-1 dengan Arema Cronus dalam laga uji coba di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (12/7) malam. Skuat yang dilatih Aji Santoso itu sempat unggul lebih dulu lewat sontekan Yandi Sofyan di menit ke-55. Arema berhasil membalas pada menit ke-63 melalui gol yang dilesakkan Arif Suyono. 

Pada laga ini Indonesia U-23 tampak lebih banyak menguasai pertandingan dibandingkan Arema. Umpan-umpan pendek serta kecepatan pemain sayap seperti Bayu Gatra dan Ramdani Lestaluhu membuat barisan belakang Singo Edan kewalahan.

Meski lini tengah Garuda Muda berhasil menguasai pertandingan, namun barisan depan yang dihuni Aldaier Makatindu, Yandi Sofyan, dan Lerby Elyandri masih terlihat kurang tajam. Selain itu, barisan belakang Indonesia U-23 juga masih terlihat kurang sigap dalam mengantisipasi serangan balik. 

Pertandingan ini menjadi laga uji coba terakhir yang dijalani oleh Dedi Kusnandar dan kawan-kawan sebelum mereka bertolak ke Italia, 14 Juli nanti. Selama berada di Italia, tim yang disiapkan untuk ajang Asian Games 2014 itu, akan menjalani tiga uji coba melawan AS Roma (18/7), SS Lazio (20/7), dan Cagliari (23/7).

Babak Pertama

Dikomandoi oleh Gustavo Lopez di lini tengah, Arema langsung mengambil inisiatif serangan. Hasilnya langsung terlihat ketika pada menit kesembilan. Dendi Santoso mampu memenangi duel dengan Alfin Tuasalamony, berhadapan dengan kiper tendangan Dendi justru melambung jauh dari gawang. 

Tak tinggal diam, Indonesia U-23 kemudian membalas tiga menit kemudian. Kombinasi apik antara Fandi Eko dan Ramdani berbuah umpan pada Aldaier yang berdiri bebas. Tapi tendangan penyerang Putra Samarinda itu belum terarah dengan baik. 

Aldaier kembali mengancam gawang Arema pada menit ke-17. Tendangannya mampu mengecoh Made Wardana dan meluncur menuju gawang. Sayang, gol tersebut harus dianulir karena Aldaier terjebak off-side lebih dulu. 

Lima menit setelah peluang Aldair, Gustavo Lopez mencoba memecah kebuntuan lewat sepakan bebasnya dari area sekitar kotak penalti. Namun bola yang melengkung masih bisa dijinakkan oleh penjaga gawang Andritany.

Dominasi timnas U-23 pada laga ini berlanjut lewat akselerasi Bayu Gatra pada menit ke-32. Dengan lincah Bayu melewati hampir separuh pemain Arema, aksinya baru terhenti ketika ia dijatuhkan oleh Purwaka di kotak penalti. Namun wasit Jumadi Efendi justru memberi Bayu kartu kuning karena menganggapnya melakukan diving

Babak pertama ditutup tanpa gol setelah peluang yang didapat oleh Dedi Kusnandar gagal dimanfaatkan dengan baik. Eks gelandang Arema ini melepaskan tendangan spekulasi dari jarak jauh yang masih melayang di atas gawang lawan.

Babak Kedua

Pada babak kedua, Arema membuka peluang lebih dulu lewat aksi individu Alberto "Beto" Goncalves. Setelah melewati dua pemain belakang, Beto kemudian melakukan tendangan yang masih bisa diblok oleh pemain belakang Indonesia U-23.

Masuknya Yandi Sofyan pada akhir babak pertama rupanya berdampak positif bagi lini serang Indonesia U-23. Hasilnya, pada menit ke-55 adik kandung Zainal Arif ini sukses mengkonversi umpan dari Ramdani Lestaluhu menjadi gol. Gol ini tak luput dari usaha keras Ramdani yang merebut bola dari penguasaan Thierry Gathuessi, sebelum memberikannya pada penyerang Brisbane Roar tersebut.

Usai gol tersebut Arema terus tertekan oleh permainan taktis dari Indonesia U-23 yang dimotori duet Dedi Kusnandar dan Rasyid Bakri di lini tengah. Melihat timnya berhasil didikte lawan, Suharno kemudian melakukan pergantian dengan menarik Sunarto dan memasukkan Arif Suyono.

Pemain yang akrab disapa Keceng ini langsung tancap gas ketika berhasil mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-63. Lewat skema serangan balik cepat, diawali oleh Dendi Santoso yang kemudian mengirim bola pada Gustavo Lopez. Legiun asing asal Argentina ini kemudian mengirim bola pada Keceng yang lepas dari pengawalan Novri Setiawan, dan menembak bola yang gagal dihalau Andritany.

Ramdani Lesataluhu sebenarnya sempat mencetak gol pada menit ke-88, namun gol winger Persija ini dianulir. Itu karena, sebelum ia menerima bola umpan dari Irsyad Maulana terlebih dahulu berdiri pada posisi off-side. skor 1-1 bertahan hingga laga usai. (gk-57)

Susunan pemain 

Arema Cronus
Pelatih:
Suharno

21 I Made Wardana; 6 Thierry Gathuessi, 2 Purwaka Yudi, 7 Beny Wahyudi, 91 Jimi Suparno; 77 Juan Revi, 44 Sukadana, 8 Gustavo Lopez, 41 Dendi Santoso; 15 Sunarto, 9 Alberto Goncalves

Cadangan: 31 Ahmad Kurniawan, 93 Utam Rusdiana, 23 Gilang Ginarsa, 53 Munhar, 14 Arif Suyono, 16 M Iman, 39 Oky Derry, 13 Azhari


Indonesia U-23
Pelatih:
Aji Santoso

12 Andritany Ardhiyasa; 3 Dani Saputra, 13 Manahati Lestusen, 4 Victor Igbonefo, 26 Alfin Tuasalamony; 14 Rasyid Bakri, 11 Dedi Kusnandar, 7 Ramdani Lestaluhu, 8 Fandi Eko Utomo, 23 Bayu Gatra; 25 Aldaier Makatindu

Cadangan: 1 Teguh Amirudin, 22 Yogi Triana, 20 Novri Setiawan, 2 M. Zaenuri, 5 Syahrizal, 16 Syaiful Indra Cahya, 18 Rizky Pellu, 9 Syakir Sulaiman, 17 Irsyad Maulana, 15 Lerby Elyandri B, 10 Yandi Sofyan



Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2014
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama

>

Terkait