thumbnail Halo,

Eksperimen dari Indra Sjafri dengan menurunkan lapis kedua tidak membuahkan hasil maksimal


GOALOLEH    FARABI FIRDAUSY     Ikuti di twitter

Tim nasional Indonesia U-19 yang turun dengan pemain pelapis tak mampu mengulangi prestasi di pertemuan pertama kontra Yaman U-19.

Dalam laga yang berkesudahan dengan hasil imbang 1-1, anak asuh Indra Sjafri gagal menekuk Yaman untuk kali kedua di stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (25/5) malam.

Khas permainan dari Garuda Jaya tidak nampak di laga ini, belum lagi Yaman bermain dengan solid dalam menjaga pertahanan.

Babak Pertama

Berbeda dengan pertemuan pertama, Yaman U-19 kali ini bermain lebih rapat dan fokus. Tim lapis kedua yang diturunkan pelatih Indra Sjafri pun seperti mencari bentuk permainan di sepuluh menit pertama.

Berbagai tusukan demi tusukan yang diterapkan oleh Indonesia U-19 sering kandas, hal tersebut tak luput dari giatnya tim lawan dalam membentengi kotak penalti mereka. Usaha spekulasi sempat dilakukan oleh Mahdi Fahri, ia melepaskan tembakan jarak jauh, sangat jauh, dan sayang hanya melenceng tipis.

Memasuki setengah jam laga berjalan Yaman malah nyaman memberi tekanan kepada tuan rumah. Usaha dari Osamah Ahmed lewat tendangan keras dari jarak jauh sempat membahayakan gawang dari Indonesia yang dijaga Awan Setho.

Trio lini tengah yang malam ini dihuni oleh Al-Qomar, Hendra Sandi dan Ichsan Kurniawan, tidak bekerja dengan maksimal. Dalam beberapa kesempatan Indonesia nampak individual dan hal tersebut tak ampuh menembus pertahanan Yaman.

Dalam jarak dua menit dua tendangan jarak jauh dilepaskan pemain Indonesia, tembakkan dari Al-Qomar lemah mendarat di pelukan kiper Yaman di menit ke-35. Dan tak lama giliran Ichsan Kurniawan yang menebar ancaman, tembakkannya cukup bagus, tetapi tak cukup untuk merubah angka karena hanya melenceng di sisi kanan gawang Yaman.

Kartu kuning harus diberikan kepada Mahdi Fahri lantaran mengadang pemain Yaman, Ali Abdullah dengan kotor, pemain bernomor punggung 18 itu pun sempat mendapat perawatan medis. Dan tak lama, giliran Bagas Adi yang sedikit terlukan, bek kiri dari Indonesia pun mendapat sedikit pertolongan dari medis karena menerima tekel lawan.

Alotnya babak pertama akhirnya harus berakhir dengan skor imbang tanpa gol, permainan anak asuh Indra Sjafri tidak begitu impresif di 45 menit pertama. Yaman pun bertahan dengan baik dan sesekali membahayakan pertahanan tuan rumah.

Babak Kedua

Begitu babak kedua dimulai Yaman berhasil membuat Awan Setho kerepotan. Peluang di menit 48' dan ke-50 menguji kiper Indonesia itu untuk melakukan penyelamatan.

Laga sempat terhenti di menit ke-54, ketika pihak ofisial dari Yaman tidak menerima hukuman penalti yang diberikan wasit Thoriq Alkatiri. Hukuman tersebut diberikan lantaran Akram Najib nampak menyentuh bola dengan tangan di kotak terlarang kala menahan tendangan bebas Hendra Sandi.

Namun wasit yang memiliki lisensi FIFA itu menghampiri pihak Yaman dan memberikan penjelasan, laga dilanjutkan dan penalti tetap dilaksanakan. Hendra Sandi yang menjadi algojo sukses melaksanakan tugasnya meski penalti harus dilakukan sebanyak dua kali, lantaran pada kesempatan pertama Hendra Sandi sempat menghentikan langkah sebelum menendang.

Usai gol terjadi, Yaman mulai bermain keras yang membuat wasit harus beberapa kali meniupkan peluit tanda pelanggaran. Sedangkan kubu Indonesia mulai bisa lebih leluasa dalam membongkar barisan pertahanan Yaman.

Martinus Novianto lebih mobile di babak kedua, tetapi beberapa kali juga determinasinya kandas akibat terjebak offside. Martinus yang belum aman tempatnya harus bersusah payah menunjukkan kapasitasnya.

Menit ke-75 giliran Indonesia yang harus mendapat hukuman penalti! Itu setelah Miftaful Hamdi mengangkat kaki terlalu tinggi demi menghalau Alaaddin Noman menyambut sepak pojok. Tanpa kompromi Osamah Ahmed yang menjadi algojo titik putih menaklukkan Awan Setho. 1-1 di menit ke-77.

Usai gol penyama dari Yaman, kedua tim bermain berimbang saling jual-beli serangan. Banyaknya pelanggaran yang terjadi dan insiden mogok dari Yaman membuat waktu tambahan lima menit diberikan ofisial pertandingan.

Meski dengan waktu tambahan lima menit, namun tidak ada gol tambahan terjadi. Gol penalti dari Hendra Sandi dan Osama Ahmed membuat laga berakhir imbang 1-1.

Susunan Pemain

Indonesia: Awan Setho Raharjo, Febly Gushendra, Mahdi Fajri, Sahrul Kurniawan, Bagas Adi, Hendra Sand, Al-Qomar, Ichsan Kurniawan, Miftahul Hamdi, David Maulana, Martinus Novianto.

Yaman: Ebrahim Thawab, Mugabed Abdo, Abdulullah Mahdi, Ali A Haddad, Hezam Anbar, Ali Al Dani, Ahmed Abdulhakim, Abdarahman Esmail, Mohammed Gamal, Akram Najib, Ali Abdullah.
 

Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2014
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama




Terkait