thumbnail Halo,

Klub Divisi Tiga berharap liga amatir bisa menjadi wadah pembinaan usia muda dan tak ada lagi faktor non teknis yang merugikan tim peserta.


GOALOLEH MUHAMAD RAIS ADNAN

PSSI telah mengambil kebijakan untuk mereformasi kompetisi amatir di Indonesia. Bahkan melalui rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI, telah diputuskan pembubaran Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) yang pada musim lalu menjadi administrator dan operator kompetisi amatir di tanah air.

Perhelatan terakhir yang digelar oleh BLAI adalah laga final kompetisi U-21 Divisi Tiga Liga Indonesia 2013 antara Perseba Bangkalan kontra Persintan Intan Jaya di Stadion GOR Ciracas, 25 Januari lalu. Saat itu, Perseba menang atas Persintan dengan dua gol tanpa balas, dan berhak menyandang juara untuk kasta paling buncit di level liga amatir nasional ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam reformasi liga amatir musim depan, PSSI hanya akan menjalankan Divisi Satu dan Divisi Amatir. Sehingga tidak ada lagi penyebutan untuk Divisi Dua dan Divisi Tiga. Kemudian pada musim selanjutnya hanya akan ada Divisi Amatir. Nantinya, para Asosiasi Provinsi yang baru dibentuk oleh PSSI, akan diberikan tanggung jawab memutar kompetisi amatir di wilayah masing-masing. PSSI sendiri sudah menetapkan gelaran itu dengan sebutan Piala Nusantara.

Menanggapi rencana ini, klub-klub yang berlaga di Divisi Tiga memberikan saran agar kompetisi amatir bisa berjalan baik. "Yang saya dengar nanti di kompetisi amatir akan bebas usia. Kalau seperti itu, dikhawatirkan nanti hanya diisi pemain yang sudah afkir. Jika demikian, mau ke mana para pemain muda kita?" kata Hanafing, pelatih Perseba.

"Kalau saya menyarankan apakah nanti bisa dicampur pemain yang bisa berlaga di lapangan. Misalnya, lima pemain muda dan lima bebas usia atau komposisinya enam pemain bebas usia dan lima pemain muda," papar pelatih berlisensi A AFC ini.


Hal senada juga dituturkan Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni. "Level Divisi Dua dan Divisi Tiga tidak bisa dilihat sebelah mata. Menjadi tanggung jawab kita semua untuk melihat calon pemain timnas ke depan. Tapi saya berharap tidak ada faktor non teknis lagi yang mengotori kompetisi amatir nanti," ucap Natalis.

Sementara itu, CEO BLAI, Syauqi Soeratno, mengatakan siapa pun yang akan menjadi pelaksana kompetisi amatir nanti bisa membuat timnas usia muda Indonesia menjadi lebih kuat. "Yang penting adalah, kompetisi usia muda nanti harus terencana dan termonitor dengan baik pelaksanaannya," tutur Syauqi.



Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait