thumbnail Halo,

Gresik United hanya menyisakan 30 persen penggawa lama.


GOALLIPUTAN   HAMZAH ARFAH    DARI   GRESIK  

Menatap Indonesia Super League (ISL) musim ini, Gresik United melakukan cuci gudang besar-besaran. Hanya sekitar 30 persen muka lama yang dipertahankan, sementara sisanya dihuni oleh wajah baru yang didatangkan dari sejumlah klub.

Dari deretan legiun asing musim sebelumnya, hanya gelandang asal Jepang Matsunaga Shohei yang dipertahankan. Sementara Sasa Zecevic dan Aldo Barreto, kontraknya tidak diperpanjang. Sebagai gantinya, manajemen Laskar Joko Samudro memilih mendatangkan Pape Latyr N’diaye (mantan striker Persidafon Dafonsoro) dan Otavio Dutra (stopper yang musim lalu membela Persipura Jayapura).

Sementara dari materi pemain lokal, tak ada lagi nama Erol FX Iba, Siswanto, Ambrizal, Ahmad Sembiring Usman, Wismoyo Yudistio, Sultan Samma, maupun Rizky Novriansyah dalam skuad. Bahkan, ikon tim sekelas Agus Indra Kurniawan, juga tak lagi ‘diperkenankan’ masuk dalam skuat.

Menggandeng Agus Yuwono sebagai pelatih kepala, manajemen Gresik United lantas menggaet trio Persela Lamongan, Jimmy Suparno, Fajar Handika, serta Dedi Indra. Ditambah beberapa pemain lain seperti, Mahyadi Panggabean, Aries Tuansyah, Handi Ramdhan, Sukasto Effendi, dan Elthon Maran. Sedangkan penyerang Reza Mustofa, didapatkan dengan status pinjaman dari Arema Cronus.

Sederet muka lama yang dipertahankan adalah, Hery Prasetyo dan M Sandy Firmansyah, di sektor penjaga gawang. David Faristian dan Lan Bastian, pada posisi bertahan. Juga Khabib Syukron plus Kacung Khoirul Munif, di barisan gelandang.

“Hal ini sengaja kami lakukan, sebagai penyegaran dan untuk kebutuhan tim. Dana memang menjadi kendala bagi setiap tim, termasuk kami. Makanya, agar Gresik United tetap eksis untuk memburu prestasi di musim depan, tentunya harus bisa menggunakan dana yang diperoleh manajemen secara baik. Sebab mencari dana untuk sepakbola bukanlah perkara mudah,” papar Asroin Widiana, CEO Gresik United.


STATISTIK MUSIM LALU
Divisi Utama PT Liga Indonesia 2013
Main Menang Seri Kalah Gol
34 12 9 13 41-45


PELATIH: Agus Yuwono


PROFIL SINGKAT
Nama lengkap: Agus Yuwono
Lahir: Kepanjen, Malang, 18 November 1970
Karier pemain: Pesat Ardirejo Kepanjen (1980), PS Gajayana Malang (1984), PSSI Garuda 2 (1987-1991), Benezova (Divisi Dua Rep. Ceko dan berlatih di Sparta Praha (1990), Timnas Pra Olimpiade (1991), Persema Malang (1992-1994), Arema Malang (1994-2000)
Karier pelatih: Arema Malang (asisten pelatih/2000), Persema Junior (2000-2003), Persema Malang (asisten pelatih/2004-2006), Persela Lamongan (asisten pelatih/2007-2009), Persik Kediri (asisten pelatih dan pelatih/2009-2010), Persidafon Dafonsoro (2010-2011), Persijap Jepara (2011-2012), Persidafon Dafonsoro (2013), Gresik United (2014-sekarang)

Sebagai salah satu pelatih lokal, nama Agus Yuwono memang sudah tak asing lagi di telinga para penggemar sepakbola Indonesia. Pengalamannya menjadi asisten dan bahkan melatih di beberapa klub seperti Persik Kediri, Persijap Jepara, maupun Persidafon Dafonsoro, membuatnya menjadi pelatih muda potensial.

Hanya sayang, dalam berkiprah menjadi pelatih kepala, belum satu pun gelar dari kompetisi kasta teratas yang mampu dipersembahkan Agus untuk klub yang ditanganinya. Bahkan, Persik dan Persidafon yang sempat ditangani pelatih kelahiran Malang ini, justru terdegradasi di akhir kompetisi.

Meski demikian, Agus mengaku, sangat optimistis membawa Gresik United berprestasi musim ini. Dengan didukung sederet pemain berlabel bintang yang dimiliki Laskar Joko Samudro musim ini, Agus yakin bisa memenuhi target yang dibebankan oleh manajemen untuk bersaing di papan atas.

“Saya siap diberhentikan, jika memang gagal membawa Gresik berprestasi di musim depan. Pada dasarnya, semua pelatih pasti berkeinginan membawa timnya berprestasi, termasuk saya. Karena itu, saya siap membawa Gresik berprestasi lebih baik lagi di musim depan. Asalkan, semua elemen mendukung, baik pemain, manajemen, maupun suporter," kata Agus.

Untuk memenuhi ambisinya, Agus juga membawa mantan para pemain yang pernah dilatihnya seperti Sukasto Effendi, Pape Latyr N’diaye, dan Aries Tuansyah. Namun sayang, dalam beberapa kali uji coba yang digelar sebelum ISL dimulai, Gresik United belum menunjukkan sebagai salah satu kandidat tim besar yang siap bersaing di ISL musim depan.

Bahkan, Gresik United tidak sekali pun meraih kemenangan saat berpartisipasi di turnamen pra-musim Inter Island Cup (IIC) 2014. Meski sebelumnya, Laskar Joko Samudro sempat menjejakkan kaki di babak semi-final Piala Gubernur Jawa Timur (Jatim) 2013, yang digelar sebelum IIC 2014.

PEMAIN ANDALAN: Otavio Dutra


PROFIL SINGKAT
Nama lengkap: Otavio Dutra
Lahir: Brasil, 22 November 1983
Posisi: Bek
Tinggi/berat: 190 cm/75 kg
Karier klub: Noroeste (2004-2005), Francisco Beltrao (2005), Toledo (2006), Legiao (2006), Pogon Szczecin (2007), Macae (2008-2010), Persebaya 1927 (2010-2012), Persipura Jayapura (2012-2013), Gresik United (2014-sekarang)        



Penampilan kokoh Otavio Dutra kala memperkuat Persebaya 1927 dan Persipura Jayapura, membuat namanya langsung meroket sebagai salah satu bek terbaik di dunia sepakbola Indonesia. Itu pula yang membuat stopper berkebangsaan Brasil ini menyandang status sebagai pemain bintang.

Wajar saja, karena selain tangguh dalam bertahan, Dutra juga kerap membantu tim-tim yang sempat dibelanya dalam mencetak gol pemecah kebuntuan. Persebaya 1927 yang berkiprah di Indonesian Premier League (IPL), maupun Persipura Jayapura yang berlaga di Indonesia Super League (ISL) sudah pernah merasakannya.

Bahkan berkolaborasi dengan Bio Pauline Pierre, Dutra berhasil mengantar Persipura meraih gelar juara ISL musim kemarin. Ini yang lantas membuat harga jual Dutra meroket. Untuk mendatangkan Dutra ke Gresik, manajemen Laskar Joko Samudro dikabarkan harus merogoh kocek tak kurang dari Rp2 miliar.

Hanya saja, dalam beberapa laga uji coba terakhir dan di turnamen pra-musim Inter Island Cup (IIC) 2014, sihir Dutra masih belum tampak di lini pertahanan Gresik United. Bahkan selama berpartisipasi di IIC 2014, pertahanan skuat yang dilatih Agus Yuwono ini menjadi bulan-bulanan kontestan lain.

Diduetkan dengan Aries Tuansyah di jantung pertahanan Gresik United, Dutra terlihat masih kesulitan dalam hal koordinasi. Imbasnya, gawang Gresik United dapat dengan mudah dibobol striker lawan, karena keroposnya lini pertahanan.

"Saya ingin lebih dekat dengan keluarga, karena jarak antara Gresik dan Surabaya tidak terlalu jauh. Keluarga saya tinggal di Surabaya. Kita lihat saja nanti. Semoga saya bisa memberikan yang terbaik bagi Gresik, dan bisa membantu meraih gelar juara," ujar Dutra. (gk-43)






Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait