thumbnail Halo,

Perseba harus memulai kompetisi kembali dari level paling bawah, karena sebelumnya ada oknum yang telah menjual klub tersebut ke pihak lain.


GOALOLEH MUHAMAD RAIS ADNAN


Perseba Bangkalan memang telah memastikan diri menjadi juara kompetisi U-21 Divisi Tiga Liga Indonesia 2013. Namun sebelum itu, perjalanan berliku harus mereka hadapi.

Ya, banyak cerita di balik keikutsertaan Perseba di piramida kompetisi paling buncit tingkat nasional ini. Sebenarnya, Perseba bukanlah klub baru di kancah sepakbola nasional. Bahkan, mereka sudah sampai ke level Divisi Utama.

"Kami harus memulai dari bawah lagi karena ada oknum yang menjual klub kami. Padahal, kami sudah sampai di Divisi Utama. Tapi akhirnya kami berjuang lagi, sampai kami meraih juara di sini. Saya berterima kasih kepada suporter kami Kaconk Mania, yang terus mendukung kami. Begitu juga dengan Pak Bupati," ujar RA Imron Amin, manajer Perseba.

Jika menilik dari daftar peserta kompetisi Divisi Utama PSSI, memang sudah ada klub yang menggunakan nama hampir mirip yakni Perseba Super Bangkalan. Hal inilah yang sempat membuat Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) selaku operator Divisi Tiga berhati-hati dalam menentukan sikap.

"Pada awal kompetisi, saya hanya membolehkan mereka memakai nama Perseba tanpa ada Bangkalan untuk ikut kompetisi ini. Itu sambil saya mengecek data di PSSI mengenai Perseba yang satunya," ujar Syauqi Soeratno, CEO BLAI.

Nah, sambil proses itu berjalan Perseba pun akhirnya tetap melakoni kompetisi sesuai dengan anjuran dari BLAI. Sebelum mencapai partai puncak, Perseba harus melewati jalan panjang lebih dulu di zona Jawa.

"Kami harus melewati empat fase rayon satu, dua, dan tiga, baru kemudian masuk zona Jawa. Memang pada fase-fase itu kami selalu menang dengan skor besar," kata Hanafing, pelatih Perseba.

Hanafing menambahkan, ketika timnya masuk pada babak empat besar, persaingan ketat mulai dihadapi Septian Nugroho dan kawan-kawan. Pada babak semi-final, Perseba berhasil menaklukkan Persepar Padang Pariaman dengan skor 3-0.

Selanjutnya, pada partai final, Perseba menghadapi perlawanan ketat dari tim Papua, Persintan Intan Jaya di Stadion GOR Ciracas, Jakarta, Sabtu (25/1). Pada laga itu, Perseba menang dengan skor 2-0, melalui gol yang dicetak oleh Riki Hamsyah pada menit ke-56 dan Ridho Nurcahyo (71).

Lebih lanjut, Hanafing memaparkan tim yang dibentuknya kali ini merupakan gabungan para pemain dari tim Pra PON Jawa Timur dengan para pemain lokal Madura.

"Kami bersyukur akhirnya Divisi Tiga ditutup oleh Perseba. Karena tidak ada lagi kompetisi Divisi Dua dan Divisi Tiga pada musim depan," ujar Hanafing, yang telah mengantongi lisensi kepelatihan A AFC.

Bisa dibilang, ini menjadi akhir perhelatan kompetisi amatir level Divisi Tiga. Pasalnya, untuk musim depan PSSI sudah merancang perubahan format untuk kompetisi amatir hanya terdiri dari Divisi Satu dan Divisi Amatir. Kemudian, pada musim selanjutnya hanya akan ada penyebutan Divisi Amatir dengan tajuk Piala Nusantara. Sehingga tidak akan ada lagi penyebutan untuk kompetisi amatir level Divisi Dua dan Divisi Tiga.

PSSI sendiri melalui rapat Komite Eksekutif (Exco), Sabtu (25/1), telah memutuskan untuk membubarkan BLAI. Nantinya, fungsi BLAI akan diambil alih oleh Departemen Khusus Kompetisi yang akan mengelola kompetisi amatir dan kelompok umur.



Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait