thumbnail Halo,

Tim Beruang Madu kerap melahirkan pemain bintang.


GOALLIPUTAN   ABRAHAM JOHAN     DARI   BALIKPAPAN  
Mengarungi kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014 Persiba Balikpapan mencoba realistis. Tim berjulukan  Beruang Madu itu bahkan hanya menargetkan papan tengah wilayah timur di akhir kompetisi.

Target itu mungkin cukup masuk akal, jika melihat skuat Persiba musim ini yang masih didominasi pemain musim lalu. Mengingat, pada musim lalu Persiba justru nyaris terdegradasi ke Divisi Utama. Apalagi, klub yang didirikan pada 1950 itu tidak dihuni pemain bintang.

“Kita tidak ingin muluk-muluk lah, papan tengah saja sudah cukup, atau minimal lebih baik dari musim lalu itu sudah lebih baik. Dan kita cukup optimistis dapat terealisasi,” kata Syahril HM Taher, Ketua Umum Persiba.

Namun begitu, bukan berarti Persiba bisa dipandang sebelah mata tim lain. Itu bisa terlihat dari catatan tim yang saat ini dilatih Jaya Hartono itu pada musim-musim sebelumnya. Ya, Persiba selalu bisa menjadi tim yang menakutkan, khususnya ketika melakoni laga kandang.

“Kami memang tidak memiliki pemain bintang, tapi kami sudah banyak mencetak pemain bintang dan timnas, terakhir Syakir Sulaiman, dia menjadi pemain besar ketika bersama Persiba. Meski akhirnya dia pergi begitu saja,” terang Syahril.

Memang sejak era 1980 hingga 2000-an Persiba selalu melahirkan pemain bintang berlabel timnas, baik untuk level senior maupun junior. Pada akhir 80-an Persiba melahirkan Junaidi (almarhum) yang sempat memperkuat timnas kala itu.

Kemudian era 90-an salah satu gelandang timnas terbaik yakni Bima Sakti, yang diikuti beberapa nama lainnya seperti Denny Marcel, Frangky Irawan, Jumadi Abdi (almarhum), Sultan Samma, Talaohu Abdul Musafri, hingga I Made wirawan pada era 2000-an.
  
Soal prestasi, meski belum pernah juara, dalam beberapa musim terakhir Persiba sempat berada di papan atas akhir kompetisi. Terlebih, Persiba juga menjadi tim di Kalimantan yang sejak berada di level atas selalu tampil konsisten, tidak pernah turun kasta.

Musim ini, dengan diperkuat sejumlah pemain berpengalaman yang sempat menghuni timnas seperti Fandy  Mochtar, Riski Novriansyah, Aris Alfiansyah, maupun Niko Malau. Tim kebanggaan masyarakat Balikpapan itu optimistis bisa lebih baik dari musim lalu.


STATISTIK MUSIM LALU
Divisi Utama PT Liga Indonesia 2013
Main Menang Seri Kalah Gol
34 10 10 14 42-48


PELATIH: Jaya Hartono


PROFIL SINGKAT
Nama lengkap: Jaya Hartono
Lahir: Medan, 20 Oktober 1963
Sertifikasi: A AFC
Karier pelatih: Arema Malang (2000), Persik Kediri (2001-2004), Persiba Balikpapan (2004/2005), Deltras Sidoarjo (2005-2008), Persib Bandung (2008-2010), Persik Kediri (2010/11), Jakarta FC (2011/12), Persiram Raja Ampat (2012/13)

Kembali mendatangkan Jaya Hartono untuk memoles Wawan Hendrawan dan kawan-kawan, Persiba Balikpapan berharap kenangan pada kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2004/05 bisa terulang. Ya, saat itu Persiba yang juga ditukangi Jaya mampu finis di peringkat kelima klasemen.

Bukan sekadar mimpi prestasi itu bisa terulang. Itu jika melihat jejak rekam pelatih yang menjadi langganan timnas saat masih menjadi pemain ini. Dalam kariernya, Jaya sempat membawa Persik Kediri meraih juara Liga Indonesia musim 2003/04.

Kemudian pada 2006/07 pelatih kelahiran Medan berusia 50 tahun itu juga sukses membawa Deltras Sidoarjo lolos ke babak delapan besar Divisi Utama. Prestasi itulah yang kemudian membuat Persib Bandung mengontraknya selama dua musim (2008-2010).

Sehingga, rasanya bukan pekerjaan sulit bagi Jaya, jika hanya membawa Persiba ke papan tengah di akhir kompetisi ISL wilayah timur musim ini. Apalagi pekerjaan Jaya akan lebih mudah karena didampingi Liestiadi yang juga sarat pengalaman. Liestiadi sendiri merupakan mantan asisten pelatih timnas era Wim Rijsbergen.

"Kita memang hanya ditargetkan papan tengah, tapi bukan berarti kita tidak bisa lebih dari itu," kata Jaya Hartono.

"Tentu sebagai pelatih kita harus optimistis, jadi realisasi papan tengah kita akan wujudkan syukur-syukur jika bisa lebih.”

Sebagai pelatih, Jaya mengawali kariernya ketika menjadi asisten di Arema Malang dan terakhir membesut Persiram Raja Ampat. Bersama tim asal Papua itu, Jaya sukses membawa  Persiram menempati papan tengah, atau peringkat kedelapan ISL 2012/2013.

Sebagai pemain, Jaya yang memulai kariernya di klub Bintang Selatan Medan pada 1978 itu, pernah berhasil membawa timnas  Indonesia hingga babak semi-final Asian Games 1986. Kemudian meraih emas SEA Games 1987, dan juara Piala Kemerdekaan tahun 1986.


PEMAIN ANDALAN: Fernando Soler


PROFIL SINGKAT
Nama lengkap: Fernando Gaston Soler
Lahir: Buenos Aires, Argentina, 24 Februari 1978
Tinggi/berat: 181 cm/80 kg
Posisi: Striker
Karier klub: Lanus (1997-1999), Arsenal de Sarandi (2000), San Martin de San Juan (2001-2002), Jeju United (2002), Gimnasia y Esgrima (2003), Persipura Jayapura (2004), Sportivo Desamparados (2004), Persibom Bolaang Mongondow (2005), Club Atletico Temperley (2006), Gimnasia Esgrima de Jujuy (2006), Platense (2007), Club Atletico Temperley (2007), Perez Zeledon (2009-2010), Real Mataram (2011), Persis Solo (2012), Persebaya 1927 (2012-2013), Persiba Balikpapan (2014-sekarang)



Mungkin usianya sudah tidak muda lagi. Namun dalam urusan mencetak gol, Fernando Gaston Soler cukup produktif. Buktinya, ketika masih mengenakan kostum Persebaya 1927 , Soler mampu mencetak 17 gol pada kompetisi Indonesian Premier League (IPL) 2013.

Hal itulah yang membuat pelatih Persiba Balikpapan, Jaya Hartono, kepincut mendatangkan pemain asal Argentina itu. Soler diperkirakan bakal menjadi kartu truf Persiba untuk merealisasikan target menembus papan tengah kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014.

Jaya memang sangat menaruh harapan kepada Soler untuk menjadi mesin gol bagi Persiba. Dengan mengusung formasi  4-2-3-1, Soler bakal ditempatkan sebagai target man.

Soler memang terlihat garang saat berada dalam kotak penalti. Dia mampu memanfaatkan setiap peluang untuk menjadi gol. Reaksi , kecepatan, serta memiliki naluri yang bagus dalam mencetak gol dengan kaki maupun kepalanya, adalah beberapa kelebihan yang dimiliki pemain berusia 35 tahun ini.

“Saya datang ke Persiba ingin menampilkan permainan saya yang terbaik. Saya yakin masih mampu bisa cetak banyak gol untuk Persiba, karena sekarang saya fokus sama Persiba,” ujar Soler.

Soler  sendiri sudah cukup mengenal atmosfir sepakbola Indoensia. Sebelum bersama Persebaya 1927., Soler tercatat pernah memperkuat Persipura Jayapura, Persibom Bolaang Mongondow, Real Mataram,  dan Persis Solo.

“Dia sudah sangat mengenal sepakbola tanah air, jadi dia sudah sangat mudah beradaptasi.  Saya yakin dia masih punya kualitas yang bagus, makanya kita datangkan. Karena harapan kita besar kepada Soler,” pungkas Jaya. (gk-54)




Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait