thumbnail Halo,

Mengusung program jangka panjang lima tahun dengan kombinasi pemain muda potensial dan pemain sarat pengalaman.


GOALOLEH
RIZKAART CENDRADIPUTRA
Usai menuai hasil kurang memuaskan di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2012/13, manajemen tim Pelita Bandung Raya (PBR) dengan sigap melakukan pembenahan mendasar guna mendongkrak performa tim. Mengedepankan perpaduan sejumlah pemain muda potensial dan pemain sarat pengalaman, membuat PBR menjadi kuda hitam yang siap bertarung dan mencuri perhatian di kompetisi ISL 2014.

Perubahan pertama yang dilakukan manajemen tim berjulukan The Boys Are Back tersebut dengan mengangkat Dejan Antonic sebagai juru taktik anyar. Hasil menawan yang dituai Dejan bersama Arema IPL dan Pro Duta membuat manajemen kepincut untuk menggunakan jasa pelatih asal Serbia tersebut.

Dari segi komposisi pemain, PBR banyak mengedepankan para pemain muda potensial yang sudah punya nama seperti Kim Kurniawan, Rizky Pellu, Mokhamad Syaifuddin, hingga Muhammad Arsyad. Determinasi mereka di atas lapangan hijau didampingi para pemain senior yang telah malang melintang di sepakbola dalam negeri semisal Agus Indra, Gaston Castano, TA Musafri, dan Bambang Pamungkas.

Bisa dibilang, komposisi skuat PBR musim ini lebih berwarna ketimbang musim lalu. Direktur PT Kreasi Performa Pasundan, Marco Gracia Paulo, menuturkan, perubahan yang dilakukan sesuai dengan visi dan misi yang diusung PBR.

“Makanya perubahan itu kita lakukan. Tapi kita tidak melakukan perubahan tersebut secara drastis, namun secara bertahap. Dimulai dari mengubah fondasi tim dari sisi manajemen yang profesional dan solid yang berurusan dengan sumber daya manusia,” ujarnya.

Menurut Marco, perubahan itu penting guna memuluskan jalan memenuhi program jangka panjang lima tahun dan jangka pendek tiga tahun.

Tergabung di wilayah barat bersama klub yang kenyang pengalaman seperti Sriwijaya FC, Persib Bandung, Semen Padang, dan Persija Jakarta, membuat PBR tak memasang target terlalu muluk di kompetisi ISL. Meski demikian, optimisme tetap diapungkan manajemen PBR untuk meraih hasil yang maksimal.

“Persaingan memang ketat, tapi saya yakin dan optimistis dengan skuat yang kami miliki, kami bisa mengakhiri kompetisi di empat besar untuk lolos ke babak selanjutnya,” lanjut Marco.

Marco memandang, status tim PBR yang dianggap sebagai kuda hitam justru ia nilai sebagai keuntungan bagi timnya. Alasannya banyak tim lawan yang masih buta kekuatan dan kelemahan PBR, sehingga dapat memunculkan peluang memberikan kejutan kepada lawan yang dihadapi PBR.

PBR akan menjadikan Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung sebagai kandang mereka dan akan melakoni laga perdana kala bersua Persita Tangerang, Sabtu, (1/2).



STATISTIK MUSIM LALU
Divisi Utama PT Liga Indonesia 2013
Main Menang Seri Kalah Gol
34 7 13 14 44-51

         
         


PELATIH: Dejan Antonic


PROFIL SINGKAT
Nama lengkap: Dejan Antonic
Lahir: Belgrade, 22 Januari 1969   
Kewarganegaraan: Serbia
Karier pelatih: Kitchee FC (2005-2006), Timnas Hong Kong  (2008-2009), TSW Pegasus (2009), Shatin (2010), Tai Chung (2010-2011), Tuen Mun (2011-2012), Arema IPL (2012-2013), Pro Duta FC (2013), Pelita Bandung Raya (2014-sekarang)   
      
      

Memulai karier sebagai pemain, Dejan Antonic sempat mencicipi atmosfer sepakbola tanah air kala berseragam Persebaya Surabaya dan Persita Tangerang di periode 1995-1997. Meski terbilang singkat, rupanya Indonesia masih menyimpan kenangan tersendiri. Buktinya, kala beralih profesi menjadi pelatih dan bermukim di Hong Kong, Dejan tak ragu untuk kembali berkarier di Indonesia.

Adalah Arema Indonesia IPL yang menjadi klub perdana Dejan sebagai  pelatih di Indonesia. Ia sempat membuat sejarah bagi klub dengan mengantarkan Singo Edan melaju ke babak perempat-final AFC Cup 2012. Setelah itu, ia memoles Pro Duta FC. Sentuhan tangan dinginnya mampu membawa Pro Duta memenangkan partai final play-off Indonesian Premier League (IPL) 2012/13.

Hal tersebut membuat Dejan hijrah ke Bandung. Ia datang ke Kota Kembang bukan untuk berlibur, melainkan membesut Pelita Bandung Raya (PBR), tim muda yang ia nilai memiliki potensi guna bersaing di kancah sepak bola nasional.

Tantangan kini berada di hadapan Dejan mengingat skuat PBR didominasi muka muka baru. Ia harus menemukan formula yang pas demi menyatukan perpaduan antara pemain muda dan senior yang ada di PBR. "Tentu saja tantangan itu selalu ada, saya suka challenge, kalau saya takut, saya tidak akan datang ke sini," ucap pelatih asal Serbia itu.

Disinggung mengenai gaya bermain yang menjadi favoritnya, pelatih berusia 45 tahun tersebut mengatakan umpan pendek cepat dan banyak lari ke ruang yang kosong tetap menjadi andalannya, "Tapi kita harus hati-hati siapa lawan kita. Strategi dan formasi sering berganti di lapangan. Yang paling penting adalah pemain disiplin dan masing-masing mengerti apa tugas mereka," jelasnya.

Dejan mengakui tidak dibebani target juara oleh manajemen PBR musim ini karena masih dalam tahap membangun tim. Ia akan fokus untuk mengembangkan potensi para pemain muda, yang juga dibimbing oleh para pemain senior. "Kita harus kasih mereka waktu untuk berkembang dan menuntun mereka agar tetap di jalur yang positif," katanya.

PEMAIN ANDALAN: Bambang Pamungkas


PROFIL SINGKAT
Nama lengkap: Bambang Pamungkas
Lahir: Getas, Kab. Semarang, 10 Juni 1980
Tinggi/berat: 170 cm/68 kg
Posisi: Penyerang
Karier klub: Persija Jakarta (1999-2000), EHC Norad (2000/4 bulan), Persija Jakarta (2000-2005), Selangor FA (2005-2007), Persija Jakarta (2007-2012), Pelita Bandung Raya (2013-sekarang)
Karier timnas: Indonesia U-19 (1998), Indonesia U-21 (2002), Indonesia U-23 (1999-2003), Indonesia (1999-2013)




Sebuah langkah besar diambil oleh Bambang Pamungkas ketika memutuskan untuk kembali merumput, usai menepi dari lapangan hijau sejak 2012/13 lalu dengan bergabung bersama Pelita Bandung Raya (PBR).

Usianya memang sudah tak muda lagi, daya gedornya pun sudah tak setajam dulu lagi. Namun itu bukanlah hal utama yang diinginkan manajemen PBR kala resmi mengontrak pemain yang akrab disapa Bepe tersebut.

“Ia bisa menjadi figur yang tepat bagi pemain muda PBR baik di dalam maupun luar lapangan. Ia bisa dijadikan contoh oleh pemain lain saat latihan dan bertanding,” ujar Marco Gracia Paulo, Direktur PT Kreasi Performa Pasundan, pengelola PBR.

Setali tiga uang, pelatih PBR, Dejan Antonic pun mensyukuri kehadiran Bepe di skuat The Boys Are Back kali ini. Menurutnya, Bepe tipe pemain yang cerdas karena mampu mengerti instruksi pelatih dengan cepat. “Kehadirannya juga memudahkan saya dalam meramu strategi. Dengan adanya Bepe, saya dapat melakukan variasi taktik menggunakan satu atau dua striker,” jelas Dejan.









Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait