thumbnail Halo,

Persik berbekal persiapan minim.


GOALOLEH FARABI FIRDAUSY

Persik Kediri menjadi salah satu tim promosi yang tampil mengejutkan di ajang Inter Island Cup 2014. Ya, datang dengan predikat peringkat ketiga Divisi Utama 2013 PT Liga Indonesia, serta persiapan yang minim. Persik mampu mematahkan kemapanan yang dimiliki Persebaya Surabaya dan berhasil melaju ke babak delapan besar IIC 2014.

Ini menjadi modal berharga untuk kembali berkiprah dalam kompetisi kasta tertinggi Indonesia Super League (ISL) 2014. Sebelumnya, Persik memiliki kenangan manis saat kompetisi tertinggi masih bernama Divisi Utama pada 2003 dan 2006. Ketika itu, tim Macan Putih berhasil mengecap manisnya gelar juara.

Namun demikian, lain dulu dan lain sekarang. Tim yang bermarkas di stadion Brawijaya ini tidak lagi diperkuat nama-nama beken sekaliber Mekan Nasyrov, Ronald Fagundez, Patricio Morales, Danilo Fernando, serta Cristian Gonzales. Persik kini dihuni bakat-bakat asli pulau Jawa seperti Rendy Irawan, Faris Aditama, Jefri Dwi Hadi, serta striker berpengalaman Dicky Firasat.

Gaya bermain Persik di bawah kepelatihan Aris Budi Sulistyo pun tergolong menghibur. Mereka merupakan salah satu tim yang mulai bermain umpan-umpan pendek dengan jarak antarpemain yang saling berdekatan. Namun kelemahan terletak pada komposisi gelandang yang mereka miliki.

Tamsil S dan Rendy Irawan keduanya diberi kebebasan untuk menjelajah lapangan saat menyerang, sehingga filter serangan lawan tidak dimiliki tim racikan Aris ini. Hasilnya, Michael Ndubuisi kerap kerepotan karena tidak memiliki tameng di tengah.

Persiapan yang minim serta belum jelasnya skuat, bisa jadi memperlambat performa puncak mereka di ajang ISL nanti. “Tim kami belum bisa memastikan kontrak, pemain asing baru punya satu yakni Ndubuisi. Kami sangat butuh striker asing, tapi belum terlihat siapa yang pantas,” papar Aris.

STATISTIK MUSIM LALU
Divisi Utama PT Liga Indonesia 2013
Main Menang Seri Kalah Gol
20 15 2 3 53-18

         
         

*Jumlah pertandingan dan gol dihitung berdasarkan hasil Persik di Divisi Utama 2013 mulai dari babak penyisihan hingga partai perebutan posisi ketiga.

PELATIH: Aris Budi Sulistyo


PROFIL SINGKAT
Nama lengkap: Aris Budi Sulistyo
Lahir: 16 November 1970
Sertifikasi: Lisensi A Nasional
Karier pelatih: Persik Kediri (2012-sekarang)


Aris Budi Sulistyo bisa dibilang sebagai sosok pelatih muda yang mampu memperlihatkan kejeniusannya dalam meramu tim dari biasa-biasa saja menjadi luar biasa. Setidaknya, hal itu diperlihatkannya dalam dua musim terakhir menangani Persik Kediri.

Berbekal dengan materi pemain lokal dan muda, Aris mampu kembali mengangkat Persik ke kompetisi kasta tertinggi pada tahun ini. Belum berkiprah di Indonesia Super League (ISL) 2014, pelatih berusia 46 tahun ini langsung menggebrak dengan membawa Persik lolos ke babak delapan besar Inter Island Cup 2014.

Ya, dengan berbekal persiapan yang minim, Aris mampu memotivasi skuat asuhannya yang rata-rata masih muda usia untuk tampil menggigit di ajang itu. Hanya saja, Aris masih terkendala syarat minimal lisensi kepelatihan untuk menangani sebuah klub ISL. Minimal seorang pelatih klub ISL harus berlisensi A AFC, sementara Aris hanya berlisensi A Nasional.

Aris pun tetap mencoba mencari kursus kepelatihan A AFC, sambil menunggu hasil diskusi delegasi PSSI dengan AFC mengenai penyetaraan lisensi kepelatihan untuk pelatih yang hanya memegang sertifikasi A Nasional sepertinya, Maret nanti. 

Terlepas dari itu, toh Aris tetap mampu menaklukkan berbagai racikan pelatih berpengalaman seperti Agus Yuwono (Gresik United) maupun Rahmad Darmawan (Persebaya Surabaya) pada IIC 2014. Patut ditunggu apa yang akan dihasilkan Aris bersama tim Macan Putih di tengah keterbatasan yang ada di timnya saat ini.

PEMAIN ANDALAN: Rendy Irawan


PROFIL SINGKAT
Nama lengkap: Rendy Irawan Saputra
Lahir: Sidoarjo, 26 April 1987
Tinggi/berat: 161 cm/62 kg
Posisi: Gelandang/sayap
Karier klub: Persik Kediri (2013-sekarang), Persebaya 1927 (2011-2013), Mitra Kukar (2010), Deltras Sidoarjo (2009-2010), Gresik United (2008-2009), PSBK Blitar (2008), Persekam Metro FC (2007)


Mungil dan lincah. Itulah sekilas gambaran tentang sosok gelandang anyar Persik Kediri, Rendy Irawan Saputra. Ya, pemain berpostur 161 centimeter ini memang kerap merepotkan barisan pertahanan lawan dengan kecepatan yang dimilikinya. Kendati posturnya kecil, Rendy tak pernah ciut nyali untuk berduel dengan pemain yang memiliki postur lebih besar darinya.

Kualitas yang dimiliki mantan penggawa Persebaya 1927 ini pun berhasil memikat pelatih Persik, Aris Budi Sulistyo. Tak pelak, Rendy terus mendapatkan kepercayaan untuk mengisi barisan tengah tim Macan Putih.

Kepercayaan itu pun dibayarnya dengan permainan apik di setiap laga. Dia mampu menjadi kreator serangan Persik. Duetnya bersama Tamsil, selalu bisa memanjakan barisan depan tim yang bermarkas di stadion Brawijaya ini seperti Dicky Firasat atau Dimas Galih Gumilang.

Menarik menunggu aksi Rendy bersama para pemain Persik dalam mengarungi ketatnya persaingan di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014. Mengingat, ini untuk pertama kalinya bagi pemain berusia 26 tahun itu, setelah tiga tahun terakhir membela Persebaya 1927 di ajang Liga Primer Indonesia dan Indonesian Premier League.








Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait