thumbnail Halo,

Komdis juga memberikan sanksi terhadap para pemain Bontang dan PSLS larangan beraktivitas di sepakbola selama 24 bulan.


GOALOLEH RIDWAN GIBRAN


Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akhirnya menjatuhkan sanksi larangan seumur hidup tak boleh beraktivitas di sepakbola kepada Camara Fode.  Keputusan itu disampaikan Ketua Komdis PSSI Hinca Panjaitan kepada wartawan di kantor PSSI Pusat, Jakarta, Jumat (20/12) malam.

Hinca menjelaskan Camara terlibat dalam kasus match-fixing (pengaturan skor) dalam laga play-off Grup K antara Bontang FC-PSLS Lhokseumawe. Laga itu sendiri berakhir dengan skor 4-3 untuk kemenangan Bontang. Camara sendiri sebenarnya adalah pelatih Bontang FC. Namun lantaran lisensinya belum memenuhi syarat, maka dia ditulis sebagai manajer tim pada laga tersebut agar tetap bisa duduk di bench pemain.

Menurut Hinca, hukuman yang dijatuhkan lantaran Camara Fode terbukti melanggar Kode Disiplin pasal 63 ayat 1, 2, 3, dan 4. Ini lantaran ia menjadi pihak yang membagikan uang kepada pemain.

Uang itu berasal dari pihak ketiga bernama Michael, yang diduga merupakan mafia dari Malaysia. Uang itu diberikan melalui Yusuf, yang disebut berasal dari Surabaya. Camara Fode kemudian membagikan uang kepada pemain di Hotel.

“Dia mengakui itu semua kepada kami. Meski, Camara menyebut kalau itu adalah sponsor. Sanksi ini akan kami laporkan ke FIFA. Dan hukuman terhadap Camara akan berlaku di seluruh dunia,” ucap Hinca.

Sanksi serupa juga diberikan kepada asisten manajer Bontang, Haeradi. Haeradi dinilai mengetahui apa yang dilakukan Camara dan memberikan kesempatan kepada pelatih asal Guinea itu untuk melakukannya.

Selain itu, Komdis juga menghukum para pemain Bontang FC dan PSLS yang masuk dalam skuat laga tersebut, dengan larangan beraktivitas di sepakbola selama 24 bulan. “Suka tidak suka ini harus diterima. Pemain masuk dalam kategori pasif. Pengaturan pertandingan tidak bisa kalau tidak melibatkan pemain,” kata Hinca.

“Tapi ada satu pemain yang kemungkinan akan diberi keringanan yakni Bayu Anggara karena dia memberikan informasi tambahan yang penting ke kami dan kami akan memanggilnya sekali lagi. Hal yang sama juga akan kami lakukan kepada pelatih PSLS Nasrul Koto,” Hinca memaparkan.

Selain itu, laga play-off yang juga diduga adanya pengaturan skor berdasarkan Early Warning System (EWS) FIFA adalah Pro Duta FC melawan PSLS, yang berkesudahan 6-0 untuk Pro Duta. “Tapi untuk tim lawannya tidak kami hukum, karena ini melibatkan langsung antara pihak ketiga dengan klub. Dan klubnya sudah kami hukum langsung. Yang jelas, seluruh laga yang melibatkan Bontang dan PSLS dianggap tidak memenuhi standar minimal kompetisi profesional,” ujar Hinca.

“Kami akan terus memerangi ini. Dan, masih akan terus berlanjut proses investigasinya karena belum selesai semua,” pungkas pria yang juga pengacara itu.

Pemain Bontang FC Yang Disanksi Komdis
Tirta Bayu, Usman, Sudirman, Ridwansyah, Basri BS, Achmad Setiawan, Arbadin, Deden Ridwan, Jimmy Kidega, Yossi Aditya P, Hendri Satriadi, Bayu Anggara (Sanksi dipertimbangkan/akan dipanggil lagi), M. Alamin S, R. Ajend, Firman Usman, Gantarkan, Achmad Ramadhan, Nur Cholis Hamdi

Pemain PSLS Yang Disanksi Komdis
Sukirmanto, Afrizal Abas, M. Isa, Rusdian, Muchlis Rasyid, Rizal Juzly, Hendra, Camara Fassawa, Muchlis Sawang, Zal Wandi, Suheri Daud, M. Aly, Wawan Kurniawan, Nanda Lubis, Rivaldi, Sehemi


Goal kini hadir dengan aplikasi unggulan live score!
Segera unduh untuk mengetahui skor pertandingan lebih cepat daripada siaran televisi:

Apple iOS

Android

Windows Phone



Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait