thumbnail Halo,

Laman resmi FIFA menilai Jacksen sebagai sosok berpengaruh kepada sepakbola Indonesia.


GOALOLEH FARABI FIRDAUSY     Ikuti di twitter

Meski tak lama perjalanan Jacksen Ferreira Tiago membesut tim nasional Indonesia, namun dirinya memberi banyak cerita kepada publik sepakbola tanah air. Jacksen sendiri mendapat sorotan oleh FIFA karena perjalanan dirinya di sepakbola Indonesia.

Di laman resmi FIFA, Jacksen bercerita pengalamannya menukangi timnas Garuda, FIFA pun turut menyorot performa Indonesia yang dinilai cukup taktis selama kualifikasi Piala Asia 2015 dibawah Jacksen. Meski hanya mendapat satu poin, beberapa nilai positif dapat dilihat selama pria Brasil ini memimpin skuat timnas.

Peringkat Indonesia yang awalnya 170 di klasemen FIFA, bisa naik ke 162 karena berhasil menahan imbang Cina yang menempati peringkat 99 FIFA. Semenjak Indonesia mampu menempati peringkat tertinggi FIFA di posisi 76 pada September 1998, perlahan Indonesia terus anjlok sampai pada posisi 170, yang merupakan posisi terendah Indonesia di FIFA sepanjang sejarah.

"Itu merupakan tambahan moral bagi kami (Indonesia). Itu (melawan Cina) merupakan ujian pertama saya yang sesungguhnya semenjak ditunjuk menjadi pelatih, kami banyak melakukan persiapan untuk laga tersebut. Kami melakukan pemanasan melawan Filipina dan Belanda, dan kami terus mempelajari soal lawan. Jadi bukan kejutan ketika pemain bisa tampil baik meskipun harus kemasukan gol di babak pertama dan mampu menyamakan kedudukan di paruh kedua," papar Jacksen kepada laman resmi FIFA.

Pelatih Persipura Jayapura itu pun menceritakan pengalamannya ketika datang ke Indonesia untuk berkarier sepakbola. "Saya adalah orang Brasil, ketika saya datang kesini saya pikir Indonesia adalah padang gurun," cerita Jacksen.

"Tapi aku langsung terkejut dengan sepakbola Indonesia. Saya bisa bilang kepada Anda bahwa gairah masyarakat Indonesia kepada sepakbola tiada duanya. Para suporter akan lebih sungguh-sungguh dalam mendukung (tim) dibanding tempat lain dimanapun di dunia ini," cerita peria berusia 46 tahun tersebut.

Jacksen yang menyukai rawon itu pun bercerita bahwa dirinya yakin Indonesia bisa bangkit asal dituntun dengan benar.

"Indonesia memiliki potensi besar dalam sepakbola, namun sekarang sedang dalam masa yang sulit. Yang paling mereka (Indonesia) butuhkan adalah peningkatan dalam sisi organisasi. Hal itu lah yang dibutuhkan untuk melakukan pengembangan dan pembangunan, mereka (federasi) harus menrancang skema tujuan jangka panjang dan jangka pendek," tutup Jacksen. 

Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait