thumbnail Halo,

Sukses Persida promosi ke Divisi Utama membuat status klub kini menjadi profesional.


GOALLIPUTAN   HAMZAH ARFAH     DARI   SIDOARJO 


Wacana Persida Sidoarjo melakukan merger dengan Deltras Sidoarjo muncul ke permukaan setelah tim tersebut promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia musim mendatang, sehingga berubah status dari amatir menjadi profesional.

Persida dipastikan naik ke Divisi Utama usai mengalahkan tuan rumah Persinga Ngawi dengan skor 3-2 dalam pertandingan yang dilaksanakan di Stadion Ketonggo Ngawi, pada pekan lalu. Sebuah pencapaian, yang lantas disambut gembira jajaran pengurus dan segenap elemen Laskar Jenggolo tersebut.

Manajer Persida Ibnu Hanbal mengatakan, mereka akan segera berkomunikasi dengan semua pihak agar menemukan jalan penyelesaian yang terbaik, terkait adanya dua tim yang mewakili Sidoarjo di kasta Divisi Utama.

“Kami akan segera mengkomunikasikan dengan beberapa pihak terkait, karena tidak mungkin satu kabupaten mempunyai dua tim sepakbola dalam satu kompetisi. Apakah nanti dikolaborasikan [antara Deltras dan Persida], atau gimana. Itu yang akan kami cari solusinya,” ungkap Ibnu kepada Goal Indonesia.

Ketua Harian PSSI Pengcab Sidoarjo Biqintorin Musa mengatakan, Persida tidak menutup kemungkian bergabung dengan klub berjuluk The Lobster tersebut. Hanya saja, status Deltras juga harus dijelaskan, apakah masih menjadi aset pemerintah daerah, atau sudah berpindah tangan ke perorangan.

“Kami berharap, ada keinginan dan aksi konkret pemerintah untuk mengangkat Persida. Karena kini Persida sudah berada di Divisi Utama, dan tentunya kami akan bekerja keras,” tutur Torin-sapaan akrab dari Biqintorin Musa.

Selama mengikuti kasta Divisi Satu klub masih diperbolehkan menggunakan dana APBD, lantaran masih berstatus amatir. Tapi begitu menginjak kasta Divisi Utama, semua pendanaan harus mandiri, karena sudah masuk dalam tataran kompetisi profesional.

“Kami siap mengelola Persida secara profesional, tanpa menggunakan APBD lagi. Hanya saja, kami juga membutuhkan dukungan langsung dari pemerintah daerah,” jelas Torin.

Sama halnya dengan Deltras, kala menjamu lawan-lawannya di pentas Indonesia Super League (ISL) maupun Divisi Utama. Selama mengikuti kompetisi di ajang Divisi I, Persida juga menggunakan Stadion Gelora Delta Sidoarjo sebagai home base.

Bila akhirnya Persida tidak merger dengan Deltras, maka mereka sudah siap mengarungi persaingan Divisi Utama.

“Sukses kami promosi ke Divisi Utama musim depan, semua berkat kerja keras pemain, pelatih, dan manajemen. Prestasi ini patut disyukuri, dan kami harus siap menyongsong Divisi Utama,” ujar pelatih Persida Hayatul Fauzi.

Dalam Divisi Satu lalu, Persida tergabung di Grup C bersama dengan Persinga Ngawi, Persipa Pati, Perseden Denpasar, Martapura FC, dan Persikutim Kutai Timur di babak 24 besar. Berada di grup berat, Persida nyatanya mampu finish sebagai runner-up.

“Untuk Divisi Utama, jelas persaingannya akan lebih berat ketimbang di Divisi Satu kemarin. Tapi dengan kerja keras dari semua pihak, ditambah kekompakkan dari semua elemen tim, saya yakin Persida siap bersaing di kompetisi Divisi Utama,” tegasnya. (gk-43)

Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait