thumbnail Halo,

Timnas U-23 harus bermain dengan sepuluh orang menyusul kartu kuning kedua yang diterima Diego Michiels di babak kedua.


GOALOLEH   DONNY AFRONI

Tim nasional Indonesia U-23 mengawali laga Grup B Islamic Solidarity Games dengan kemenangan tipis 1-0 atas Maroko di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Kamis (19/9) malam WIB.

Di laga ini, pelatih timnas U-23 Rahmad Darmawan menjadikan Andik Vermansah dan Oktovianus Maniniani sebagai pemain cadangan, dan mengandalkan Syamsir Alam di barisan depan.

Bermain di hadapan pendukungnya, timnas U-23 mencoba menerapkan permainan agresif dan cepat untuk membongkar pertahanan Maroko yang diperkuat sebagian besar tim U-20. Namun, serangan yang dibangun dengan mudah dipatahkan barisan belakang Maroko.

Di lain sisi, Maroko bersabar dalam membangun serangan, dan tidak tergesa-gesa. Maroko lebih dulu menerapkan permainan umpan pendek, dan mulai mengkombinasikannya dengan umpan-umpan panjang selepas laga berjalan 20 menit. Seperti halnya Indonesia, serangan Maroko mudah dipatahkan ketika mendekati kotak penalti.

Maroko perlahan-lahan mulai menguasai permainan, dan memaksa Indonesia lebih sering melakukan serangan balik dengan mengandalkan kecepatan Bayu Gatra dan Ramdhani Lestaluhu.

Indonesia mendapatkan peluang emas untuk mengubah papan skor menjelang babak pertama berakhir. Aldair yang masuk dari sisi kiri pertahanan Maroko melepaskan umpan lambung, dan disambut tandukan Bayu. Namun sundulan Bayu mengarah ke kiper Maroko, sehingga menutup paruh pertama dengan skor imbang tanpa gol.

Maroko mengambil inisiatif menyerang lebih dulu di babak kedua. Mereka langsung melakukan tekanan dengan permainan cepat yang membuat barisan belakang tuan rumah harus bekerja keras menghalau bola.

Namun timnas U-23 mampu memanfaatkan celah untuk membuka keunggulan ketika laga berjalan satu jam. Umpan lambung Diego Michiels disambut tandukan pemain pengganti Fandi Eko Utomo yang menjebol gawang Maroko.

Untuk menambah daya gedor timnas U-23, Rahmad kemudian memasukkan Andik di menit ke-62. Kecepatan Andik diharapkan bisa mempertajam serangan Indonesia.

Sementara itu, Maroko meningkatkan intensitas serangan mereka setelah tertinggal satu gol. Hanya saja, penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka gagal mengkonversi peluang menjadi gol.

Maroko berada di atas angin setelah Michiels diganjar kartu kuning kedua pada menit ke-72 akibat melakukan pelanggaran keras terhadap Qasmi Ayoub. Maroko coba memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menyamakan kedudukan.

Barisan pertahanan Indonesia dipaksa bekerja keras menghalau serangan Maroko yang unggul jumlah pemain. Namun skor 1-0 tidak mengalami perubahan hingga peluit panjang ditiupkan wasit.

Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait