thumbnail Halo,

Raja gol dari kompetisi Indonesia Cristian Gonzales berulang tahun hari ini.


GOALLIPUTAN  AHSANI TAKWIM   Ikuti di twitter

Siapa yang tak kenal dengan Cristian Gonzales. Pemain yang lahir pada 30 Agustus 1975 ini adalah superstar dalam sejarah sepakbola Indonesia dalam dua dekade ini. Selama sepuluh tahun lebih berkarir di Indonesia, ia sudah kenyang asam garam kompetisi sepakbola nasional.

Memulai karir di Indonesia bersama PSM Makassar pada tahun 2003 lalu, ia ikut mengantarkan Tim Juku Eja menjadi runner-up Divisi Utama Liga Indonesia. Torehan prestasi pemain yang lahir di Montevideo 38 tahun lalu tersebut tak berhenti di situ. Di musim pertamanya tersebut ia tampil sebagai pencetak gol terbanyak ketiga di level Divisi Utama dengan 27 gol, dibelakang rekannya Oscar Aravena (31 gol) dan Bamidelle Frank Bob Manuel dari Persik (29 gol).


PSM Makassar adalah klub pertama dari Gonzales

Sukses di musim pertamanya bersama PSM membuat ia menjadi buruan sejumlah klub tanah air. Namun Cristian Gonzales memilih bertahan di Makassar. Bersama Ronald Fagundez ia turut andil membantu PSM mempertahankan posisi kedua di klasemen akhir Divisi Utama Liga Indonesia 2004. Sayangnya kiprahnya tak segemerlap musim sebelumnya, ia mendapat skorsing dari Komdis PSSI setelah memukul ofisial tim Persita di Stadion Benteng Tangerang.

Musim-musim berikutnya ditandai oleh kebintangan pemain yang mengawali karir profesional bersama Sud America pada tahun 1995 lalu. Tiga musim berurutan ia sendirian menjadi top skor Divisi Utama (Liga Indonesia 2005-2008). Tak ada pemain sebelumnya yang mampu mencetak prestasi demikian.

Pemain yang bernama lengkap Cristian Gerard Alfaro Gonzales bahkan melengkapi torehan spektakuler tersebut dengan turut menjadi pencetak gol terbanyak ISL 2008/09. Ia duduk di posisi wahid sebagai top skor meski harus sharing dengan penyerang Persipura Jayapura, Boaz Salossa. Setelahnya ia tak pernah lagi mampu mengulangi prestasi tersebut, meski sempat menjadi runner-up top skor di musim berikutnya (ISL 2009/10) dengan 18 gol.

Selain beberapa kali menjadi yang top skor di ajang kompetisi, Cristian Gonzales juga pernah meraih gelar top skor untuk Piala Indonesia 2010 dengan sepuluh gol. Selama bermain di level Liga Indonesia (termasuk ISL) dan Piala Indonesia, ia mencetak 249 gol dari 328 pertandingan (rasio 0,76 gol tiap pertandingan). Di luar dua kompetisi tersebut, ia masih mengikuti beberapa event seperti Inter Island Cup dan Liga Champions Asia.


Topskor dan juara liga Indonesia 2006-07 bersama Persik Kediri

Tak hanya gemerlap prestasi individu, Cristian Gonzales juga andil memberikan mahkota juara divisi utama ketika memperkuat Persik Kediri pada musim 2006 lalu. Di bawah arahan Daniel Rukito, tim Macan Putih menjadi kampiun untuk kedua kalinya setelah mengalahkan PSIS Semarang 1-0 pada final yang digelar di Stadion Manahan, 30 Juli 2006 lalu.

Dalam sejarah sepakbola Indonesia, Cristian Gonzales adalah pribadi yang 'lengkap'. Prestasinya didalam lapangan sangatlah hebat. Namun diluar itu, ia tetaplah seorang manusia biasa yang memiliki sisi kelebihan dan kekurangan.

Pemain yang menjadi mualaf dan memiliki nama Islam, Mustafa Habibi setelah menikah dengan Eva Siregar tersebut tak lepas dari sisi kontroversi. Ia pernah dijatuhi skorsing satu tahun pada tahun 2004 lalu setelah memukul pengurus Persita Tangerang. Di tahun 2006 ia juga berbuat ulah menanduk Emanuel de Porras dari PSIS yang harus membuatnya menerima hukuman skorsing 3 pertandingan.

Seolah tak cukup, Gonzales juga beberapa kali berurusan dengan komdis terkait perilakunya didalam lapangan. Puncaknya pada November 2008 lalu, Komdis PSSI menjatuhkan hukuman satu tahun setelah ia memukul bek PSMS Medan, Erwinsyah H. Meski bandingnya sempat ditolak oleh komisi banding (Komding) PSSI, Gonzales akhirnya dapat meneruskan kiprahnya di lapangan hijau bersama Persib Bandung setelah mendapat remisi dari Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid.


Gonzales memilih tim nasional Indonesia

Meski sempat memperkuat tim Uruguay U-20 pada pertengahan 90-an, Gonzales akhirnya memilih dinaturalisasi, dan menjadi warga negara Indonesia pada 1 November 2010 lalu.

Debutnya bersama tim nasional Indonesia saat beruji coba melawan Timor Leste (21/10), dan berlangsung sukses. Ia mencetak dua gol untuk laga yang berakhir dengan skor 6-0 tersebut. Tiga hari kemudian pada tanggal 24 November 2010, ia mencetak sebuah gol kemenangan timnas Indonesia di event uji coba lawan Cina Taipei yang dimainkan di Stadion Jakabaring.

Selama bermain untuk tim Merah Putih, Cristian Gonzales telah mencetak 11 gol dari 19 pertandingan. Prestasi tertingginya bersama timnas adalah menjadi runner-up Piala AFF 2010 lalu. Pertandingan terakhirnya bersama tim Garuda terjadi pada 15 November 2011 untuk kualifikasi Piala Dunia 2014 melawan Iran yang berakhir dengan kekalahan.

Sebagai pesepakbola, prestasi yang dibukukan Cristian Gonzales dapat menjadi panutan bagi pemain lokal di Indonesia. Meski usia telah melewati kepala tiga, ia masih menjaga performanya dilapangan. Selain ganjaran prestasi ia juga bernaung rezeki nilai kontrak yang tinggi. Hadiah yang pantas bagi pemain dengan prestasi lengkap seperti Gonzales.

Sekarang ini Gonzales masih berkiprah di level teratas kompetisi sepakbola Indonesia. Ia menjadi andalan di lini depan Arema. Bersama tandemnya, Beto Goncalves ia seolah tak tergantikan di lini depan Singo Edan. Meski di bangku cadangan berderet penyerang yang musim sebelumnya menjadi starter di klubnya masing-masing, posisi Gonzales tetap tak tergoyahkan dimata Rahmad Darmawan, pelatihnya saat ini di Arema.

Keahlian Gonzales yang terletak pada akurasi tendangan dan tandukan, visi permainan, serta finishing touch-nya, masih dipandang sebagai salah satu yang terbaik pada dua dasawarsa terakhir. Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir cukup banyak pemain yang bersinar dan padam. Hanya sedikit pemain yang mampu menjaga penampilannya dilapangan. Sebut saja Boaz Salossa yang mulai ikut bersaing sejak pertengahan 2000-an.

Cristian Gonzales, satu dari sekian pemain terbaik yang pernah bermain di Indonesia. Selamat milad Gonzales!. (gk-48)

CRISTIAN GONZALES

Nama: Cristian Gérard Alfaro Gonzáles

Tempat, Tanggal Lahir: Montevideo, 30 Agustus 1975.

Klub:
Sud América, Huracán , Deportivo Maldonado, PSM Makassar, Persik Kedir, Persib Bandung, Persisam Putra Samarinda, Arema Indonesia

Koleksi Gelar

  • Liga Indonesia: Juara Liga Indonesia 2006-07

Top Skor

  • Liga Indonesia 2003-2004 dengan 27 gol
  • Liga Indonesia 2005-2006 dengan 30 gol
  • Liga Indonesia 2006-2007 dengan 32 gol
  • Liga Indonesia 2007-2008 dengan 26 gol
  • Indonesia Super League 2008-2009 dengan 28 gol
  • Piala Indonesia 2009-2010 dengan 10 gol


Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait