thumbnail Halo,

Kegagalan Perseba dianggap sebagai cerminan buruknya pengelolaan manajemen tim Laskar Suramadu.


GOALLIPUTAN   HAMZAH ARFAH     DARI    MADURA   
 
Kegagalan Perseba Bangkalan lolos ke Indonesia Super League (ISL) musim depan mengundang kekecewaan masyarakat setempat, serta kritikan kepada klub Divisi Utama Liga Indonesia tersebut.
 
Perseba gagal promosi ke ISL setelah menelan kekalahan 3-0 dari Perseru Serui di babak 12 Besar. Kegagalan itu dituding akibat buruknya pengelolaan manajemen tim Laskar Suramadu.
 
“Terpuruknya Perseba sekaligus mencerminkan buruknya pengelolaan yang ada di internal manajemen. Sukses tidaknya sebuah klub juga tergantung pada sistem manajerial klub itu sendiri,” ujar wakil ketua Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI Bangkalan Syafiudin Asmoro kepada Goal Indonesia.
 
Sebagai warga Bangkalan, lanjutnya, ia berhak mengetahui persoalan apa yang terjadi di internal Perseba, sehingga mereka gagal berlaga di ISL musim depan. Namun sebagai pengurus PSSI, ia tidak ingin ikut campur atas urusan yang terjadi di internal klub.
 
“Kami [PSSI] hanya bisa memberikan saran dan pendapat, termasuk upaya mediasi guna mengatasi persoalan yang ada di tubuh Perseba saat ini. Sebab, masyarakat kecewa atas penampilan [tim], terlebih pada pencapaian klub,” paparnya.
 
Ditambahkan, jika terkendala dengan finansial, sebagai tim profesional seharusnya jajaran manajemen sudah jauh hari bisa memprediksinya. Terlebih, klub profesional sekarang diharuskan mandiri, dan terlepas dari pembiayaan dana APBD.
 
“Informasi yang berkembang, pihak pengelola menyalahkan Pemkab (Bangkalan). Padahal sudah jelas, tidak ada uang sepeser pun untuk klub profesional dari pemerintah. Jadi, silahkan manajemen cari donatur,” cetusnya.
 
Pulau Madura memang sudah memiliki Persepam Madura United yang masih berlaga di pentas ISL sampai saat ini. Kendati bermarkas di Pamekasan, namun Persepam memainkan laga kandangnya di Bangkalan, karena stadion di Pamekasan dinilai kurang layak menggelar pertandingan sekelas ISL.
 
“Padahal saya ingin sekali melihat Perseba tanding lawan Persepam. Pasti seru. Tapi apa boleh buat, Perseba gagal ke ISL. Walau begitu, saya akan tetap memberikan dukungan penuh,” ucap Agus Baijuri warga Bangkalan, dengan nada kecewa.
 
Kekecewaan juga dilontarkan dirigen kelompok suporter Perseba Mabes K-Conk Mania Mimit Jenggot. Menurutnya, masyarakat Bangkalan ingin sekali klub kesayangannya itu bisa bermain di kompetisi level tertinggi di Negeri ini.
 
“Masih ada kesempatan di musim depan, untuk tampil lebih baik. Kami akan terus mendukung Perseba, sampai menuju kasta tertinggi,” tutur Mimit. (gk-43)


Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait