thumbnail Halo,

Daniel tetap menganggap permainan timnya bagus.


GOALLIPUTAN   HAMZAH ARFAH     DARI   MADURA   

Sukses memperdaya tuan rumah Sriwijaya FC, tak banyak berdampak baik bagi Persepam Madura United (P-MU). Itu terlihat saat mereka melakoni tur Papua. Jika sebelumnya, Persepam dihempaskan tuan rumah Persiram Raja Ampat, maka yang terbaru, tim berjuluk Laskar Sapeh Kerap tersebut juga dipaksa pulang dengan kepala tertunduk oleh tuan rumah Persidafon Dafonsoro, Minggu (28/7) malam.

Menurut pelatih Persepam Daniel Roekito, hasil ini tidak sesuai dengan target yang mereka tetapkan sebelumnya. Meski begitu, ia mengaku pasrah dengan kekalahan kedua anak asuhnya di tanah Papua. Pada pertandingan tersebut, Persepam harus mengakui keunggulan tuan rumah Persidafon 3-2.

“Apa boleh buat, kami harus menerima kekalahan ini dan target poin akhirnya sirna, meskipun kami sudah berusaha. Tapi Zaenal Arief dan kawan-kawan sebenarnya bermain cukup bagus, hanya saja finishing akhir kami yang kurang baik, sehingga kami kalah kali ini,” buka Daniel kepada Goal Indonesia.

Berstatus sebagai tuan rumah, dan ingin meninggalkan zona degradasi, membuat Persidafon mengembangkan permainan agresif. Serangan beruntun dilancarkan ke pertahanan Persepam, yang berujung pada terciptanya dua gol, melalui N’Diaye Pape Latyr pada menit ke-14 dan Precious Emuejeraye di menit ke-37. Meski Emile Linkers mampu memperkecil kedudukan, dan menutup babak pertama dengan skor 2-1 bagi Persepam.

“Pada babak pertama, kami memiliki beberapa peluang. Namun sayang, banyak yang tidak bisa dikonversi menjadi gol,” terangnya.

Di interval kedua, Persidafon langsung menggebrak dan tampil digdaya. Latyr kembali menjadi aktor penentu, saat kembali membawa leading Persidafon dengan skor 3-1 pada menit ke-47. Skuat Persepam sempat membuka peluang menyamakan ketertinggalan, saat di menit ke-73 berhasil mengejar melalui Rossy Noprihanis.

Kendati demikian, Persepam tidak bisa memanfaatkan waktu tersisa, guna memaksa laga berakhir imbang. Alih-alih hasil seri, Laskar Sapeh Kerap justru dipaksa menelan kekalahan dari Persidafon pada laga kali ini.

“Kami harus lakukan banyak evaluasi, sebab dua pertandingan selanjutnya, kami masih akan menghadapi tim-tim asal Papua, meski pertandingan nanti akan dilaksanakan di kandang kami sendiri, Stadion Gelora Bangkalan. Tapi tetap saja, karena menurut saya tipikal permainan tim-tim asal Papua itu tidak jauh berbeda,” tutupnya.

Bagi Persepam, laga melawan Persidafon merupakan laga tandang terakhirnya di bulan ini. Selanjutnya,  Laskar Sape Kerap akan menjamu tiga lawan terakhir mereka yakni, Persiwa Wamena, Persipura Jayapura, dan terakhir Persela Lamongan.

Sementara itu, tambahan tiga angka membuka asa Persidafon keluar dari zona degradasi, usai mengumpulkan 26 poin dari 30 laga yang dilalui. Raihan nilai Persidafon sama dengan Pelita Bandung Raya (PBR) yang berada satu tangga di atasnya, namun tim Gabus Sentani kalah dalam selisih gol. Sedangkan kekalahan membuat posisi Persepam tidak beranjak di peringkat kesepuluh dengan 37 poin dari 31 laga. (gk-43)



Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait