thumbnail Halo,

Indonesia harus membenahi masalah fisik dan program uji coba jika ingin serius menantang Cina di kualifikasi Piala Asia 2015 nanti.

Tidak perlu menjadi seorang peramal ulung untuk mengukur kekuatan antartim ketika Indonesia menjamu Arsenal dalam pertandingan eksebisi di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (14/7) lalu.

Tim yang diturunkan berlabel "Dream Team", tetapi tentu kita sepakat para pemain anggota skuat adalah juga pilar penting timnas Merah-Putih. Label pertandingan juga hanya sebuah laga eksebisi, tetapi seperti yang dijelaskan pelatih Jacksen Tiago kesempatan ini digunakan sebagai sarana persiapan menghadapi ujian yang sesungguhnya, yaitu meladeni Cina pada kualifikasi Piala Asia 2015, Oktober mendatang.

Usai pertandingan, Indonesia Dream Team menelan kekalahan tujuh gol tanpa balas. Tampak jelas kondisi stamina masih menjadi masalah dasar bagi para pemain andalan Indonesia. Dengan tingkat kesiapan fisik berkompetisi yang berbeda, masih jelas perbedaan kondisi para pemain terbaik Indonesia dibandingkan dengan Arsenal yang baru memasuki tahap persiapan pramusim.

Selain masalah paling mendasar itu, redaksi Goal Indonesia mencatat lima poin penting yang menjadi evaluasi penting bagi persiapan jika Indonesia ingin siap menantang Cina:

1. "Stamina masih menjadi kendala utama"


Meski sudah membawa pelatih fisik Osvaldo Lessa dari Persipura Jayapura, stamina masih menjadi kendala utama tim Indonesia. Pemain non-Persipura tampak kewalahan karena menjalani pola latihan stamina yang berbeda. Salah satu dampak jeleknya stamina para pemain Indonesia adalah ketika para pemain utama Arsenal masuk dan dengan mudah mengacak-acak pertahanan tim sehingga muncul lah gol ketiga, keempat hingga ketujuh.
- Abi Yazid


2. "Lini belakang sebenarnya sudah oke"


Lini belakang tim sebenarnya sudah bagus dan cukup disiplin. Setidaknya mereka mampu meredam serangan Arsenal hingga menit ke-70. Setelah itu, kembali ke masalah klasik ditambah pula masuknya para pemain reguler lawan. Secara keseluruhan permainan tim asuhan Jacksen sangat underperform. Umpan-umpan tidak terarah, kontrol bola kerap lepas, dan finishing sama sekali tumpul.
- Tegar Paramartha

3. "Jacksen harus fokus"


Konsentrasi Jacksen tidak bisa terbelah. Saat ini Persipura sudah bisa dikatakan juara, tapi menangani timnas bukan seperti menangani klub. Jacksen harus mengeksplorasi, mengevaluasi, serta menganalisa semua pemain Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke sebelum mengambil keputusan memanggil seorang pemain ke skuat Garuda. Kita tahu Jacksen penggemar statistik, tapi skema tim membutuhkan karakter pemain yang tidak terwakilkan oleh angka atau laporan statistik belaka.
- Gunawan Widyantara


4. "Butuh program uji coba yang jelas"


PSSI semestinya memiliki program kerja yang jelas. Uji coba melawan tim-tim besar memang bagus, tetapi porsinya harus diimbangi dengan uji coba lain melawan tim yang sepadan atau bahkan tim yang kualitasnya di bawah Indonesia. Kemenangan otomatis menambah kepercayaan diri tim, selain itu tim pelatih dapat mengevaluasi kekuarangan maupun kelemahan tim. Lihat contoh Filipina yang punya program kerja timnas dengan hasil sangat memuaskan. Di kalender matchday resmi FIFA tersedia tanggal 14 Agustus dan 6-10 September untuk menggelar maksimal tiga pertandingan internasional, kenapa tidak dimanfaatkan?
- Eric Noveanto


5. "Apakah timnas bukan tempat untuk Sergio van Dijk?"


Sudah dua laga resmi dan satu laga eksebisi dilalui, tetapi Van Dijk belum mampu mencetak gol untuk skuat Merah-Putih. Bertolak belakang dengan rekor penampilannya yang mentereng untuk Persib Bandung. Dari pertandingan melawan Arsenal, Van Dijk juga sering berada di posisi yang salah, baik saat tim membangun serangan melalui open play atau set piece. Apakah tidak ada skema khusus menyerang yang dirancang untuk memudahkan Van Dijk mencetak gol? Mungkin terlalu dini mengatakan Van Dijk tidak cocok untuk timnas, tetapi yang jelas dia membutuhkan seorang gelandang serang untuk menopang permainannya. Nama Stefano Lilipaly kembali terlintas di pikiran.
- Agung Harsya


Bagaimana penilaian Anda tentang penampilan tim Indonesia saat menghadapi Arsenal? Sampaikan melalui kolom komentar berikut ini!


Goal hadir via ponsel dengan alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi Goal secara langsung untuk OS ponsel Anda:
Apple iTunes
Apple iOS
Blackberry App World
Blackberry
Google Play
Android
Nokia OVI Store
Nokia
Windows Phone
Windows Phone

Terkait