thumbnail Halo,

Gerah dengan penampilan satu striker, yang hanya menempatkan Costas sebagai target man, Didik lantas mengubah komposisi di barisan depan.


GOALLIPUTAN   HAMZAH ARFAH     DARI   LAMONGAN   

Tidak seperti dugaan banyak pengamat sepakbola sebelumnya, Persela Lamongan yang minus kapten tim Gustavo Lopez, akhirnya mampu membawa pulang raihan satu poin dari markas Sriwijaya FC di Stadion Jakabaring, Kamis (11/7) malam WIB.

Memang tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut tertinggal lebih dulu, melalui penalti yang dieksekusi oleh Ponaryo Astaman pada menit ke-20. Tapi memasuki babak kedua, Persela bangkit dan mampu melesakkan dua gol melalui Mario Costas, masing-masing pada menit ke-60 dan menit ke-67.

“Masuknya Samsul membawa perubahan besar. Ia mampu membuka ruang, dan berhasil menciptakan beberapa peluang. Dan saya rasa, tertinggal satu gol pada babak pertama hanyalah kecolongan saja, karena kita mampu menguasai pertandingan di babak kedua. Ada perubahan warna permainan, sehingga kita bisa membalikkan keadaan,” tutur pelatih caretaker Persela Didik Ludiyanto kepada Goal Indonesia.

Gerah dengan penampilan satu striker, yang hanya menempatkan Costas sebagai target man, Didik lantas mengubah komposisi di barisan depan. Ia kemudian memasukkan Samsul Arif, untuk menggantikan Catur Pamungkas pada menit ke-56. Dan langkah perubahan yang dilakukan Didik berbuah manis, karena serangan Persela terkesan lebih tajam dalam merepotkan barisan pertahanan Sriwijaya FC.

Sayang, lagi-lagi Persela harus mendapat hukuman penalti sepuluh menit jelang waktu normal berakhir. Dan untuk kedua kalinya pula, Ponaryo berhasil memperdaya penjaga gawang Persela Choirul Huda, atau tepatnya pada menit ke-80. Di mana skor imbang 2-2, akhirnya bertahan sampai dengan wasit meniupkan peluit panjang, tanda berakhirnya pertandingan.

“Saya telah instruksikan kepada para pemain untuk bangkit dari keterpurukan. Namun lagi-lagi kita kecolongan lewat titik putih. Meski begitu, hasil imbang ini patut disyukuri, mengingat tidak mudah mencetak dua gol di kandang Sriwijaya," terangnya.

Dengan demikian, praktis skuat Persela hanya mengemas tambahan dua poin dalam dua pertandingan terakhirnya, setelah di laga sebelumnya juga hanya bermain imbang 0-0 saat menjamu Barito Putera di Stadion Wilis Kota Madiun.

Tambahan poin, yang belum bisa mengangkat Laskar Joko Tingkir dari peringkat ke-11. Kini, Persela masih mengumpulkan 33 poin dari 28 kali bertanding, hasil dari delapan kali menang, sembilan imbang, dan sebelas kali kekalahan.

“Sebuah pencapaian, yang masih belum bisa membuat saya tenang secara pribadi. Karena posisi sekarang, masih rentan akan ancaman degradasi. Jadi, kami harus berusaha lebih baik lagi di beberapa pertandingan selanjutnya,” pungkas Didik.

Di laga selanjutnya, Persela akan ditantang oleh Persiram Raja Ampat 19 Juli mendatang, dilanjutkan kontra Persidafon Dafonsoro di laga berikutnya. Saat lawan ke Papua nanti, kekuatan Persela diperkirakan sudah berangsur pulih. Gustavo sudah bisa kembali setelah menjalani skorsing akumulasi kartu, sedangkan pemain yang sebelumnya sempat belum fit seperti Samsul Arif dan Fandi Eko Utomo diprediksi juga bakal lebih bugar. (gk-43)


Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait