thumbnail Halo,

Jatah sisa subsidi klub PSMS tidak jatuh sepenuhnya ke pemain.


GOALLIPUTAN   NINA RIALITA     DARI   MEDAN   

Penyelesaian tunggakan gaji skuat PSMS Divisi Utama PT Liga memasuki babak baru. Hasil pertemuan PT Liga dan ketua umum PSMS Indra Sakti Harahap di Jakarta akhir pekan lalu memutuskan bahwa jatah sisa subsidi klub PSMS sebagai peserta divisi utama senilai Rp200 juta tidak jatuh sepenuhnya ke pemain. Uang tersebut dibagi dua, Rp100 juta untuk gaji pemain dan Rp100 juta lainnya untuk klub PSMS.

Hal ini memantik reaksi kekecewaan mendalam dari pemain. Pasalnya, uang Rp100 juta itu tentu tidak bisa sepenuhnya memenuhi tunggakan gaji yang sudah tidak dibayarkan sejak putaran pertama hingga kompetisi usai. Ketua umum PSMS Indra Sakti Harahap yang dihubungi GOAL.com Indonesia, Selasa (9/7) sore, mengakui keputusan tersebut sudah final hanya menanti bagaimana mekanisme pembayarannya, karena hingga saat ini draft hasil keputusan yang akan ditandatanganinya belum dilakukan. Menurutnya, pihaknya juga mengemukakan dalam pertemuan dengan PT Liga tersebut, bahwa klub juga punya utang lain selain gaji pemain, yakni operasional dari putaran pertama dan putaran kedua.

“Paling banyak itu utang untuk operasional putaran kedua yang saya ingat mencapai Rp70 juta untuk tiket dan biaya-biaya lainnya. Makanya, diputuskan kebijakan untuk dana subsidi tersebut dibagi dua untuk pemain dan klub,” ujarnya.

Hanya saja, mekanisme pembayaran tersebut apakah akan dilakukan PT Liga langsung ke pemain, atau melalui klub juga belum diketahui. Selain itu, apakah hak pemain dan pelatih yang didepak usai putaran pertama akan ditalangi juga, nyatanya belum terjawab.

“Inilah, pertanyaan itu yang sebenarnya juga saya belum bisa jawab. Ini kan sudah ada langkah awal, jadi ini dululah yang diterima. Bahwa uang tersebut [Rp100 juta] untuk pembayaran satu bulan gaji pemain. Tentang kenapa satu bulan gaji, tentu menurut versi saya. Kalau pemain atau pelatih komplain nanti ada mekanismenya. Silahkan diutarakan, pemain bisa ke alih status dan pelatih bisa ke komisi hukum. Yang penting inilah dulu keputusannya dibulatkan,” tuturnya.

Kapan gaji dibayarkan? Fakta lain malah mengejutkan. Menurut Indra, hal itu masih menunggu hasil sidang komisi disiplin, di mana para pemain yang demo di Jakarta dan di rumahnya menuntut gaji terancam disanksi akan mempengaruhi pembayaran hak tersebut.

“Iya ini kan Komdis masih sidang, nanti pemain, pelatih dan ofisial akan dipanggil Komdis agar berimbang. Yang dibahas bukan hanya demo gaji, tapi juga isu suap, WO di Bengkulu. Kalau nanti hasilnya baik, ya tentu tidak berpengaruh pada pembayaran gaji dari dana subsidi. Tapi jika keputusannya disanksi maka mungkin berpengaruh, ya kita tunggu saja hasilnya. Dalam rapat yang bersama PT Liga ini [pembayaran menunggu hasil komdis] juga dibahas,” bebernya.

Kiper PSMS Irwin Ramadhana mengaku sangat kecewa dengan keputusan tersebut. 

"Ya kami sudah dengar tapi itu masih lisan. Kalau benar demikian kami pemain sangat kecewa sekali. Karena saat bertemu Pak Joko Driyono [CEO PT LI]  sebelumnya kami sudah minta tolong agar seluruh subsidi untuk pemain dan pelatih. Tapi kenapa sekarang malah setengahnya untuk Indra Sakti? Kami tidak mengerti kok bisa begini. Seharusnya dia yang bayar gaji, kok malah dapat sisa subsidi," ungkapnya.

Selain itu Irwin mengatakan jika pun diberikan sepenuhnya, sejatinya tetap tidak cukup untuk melunasi seluruh tunggakan.

"Kalaupun Rp200 juta diberikan, Indra Sakti masih harus bayar banyak lagi. Tapi kok malah hanya separuh yang disetujui," jelasnya.

“Ini sekarang kami malah baca dari media Jakarta, katanya pembayaran gaji tergantung putusan komdis.

“Masalah hak kami enggak ada hubungannya sama Komdis. Mau kami dihukum atau enggak, Indra Sakti harus bayar hak kami dulu. Malah kami pula yang disebut merusak nama PSMS, sekarang siapa yang enggak bayar hak sampai sudah habis kompetisi. Ini kami sudah selesai kompetisi, kalau dalam kompetisi masih jalan kami bertingkah buruk baru bisa ditindaklanjuti sama pengurus. Saya juga pegang draft kontrak. Bagi kami, dia [Indra Sakti] pengecut, enggak  bertanggung jawab. Kalau berani dia jumpai pemain semua,” tegasnya.

Sementara itu, sekretaris tim, Fityan Hamdi menambahkan Rp100 itu jauh dari tunggakan yang harus dibayar Indra Sakti. Karena, putaran pertama biaya yang tertunggak untuk gaji pemain, pelatih dan ofisial mencapai Rp400-an juta. Untuk putaran kedua itu Rp265 juta. Soal pembayaran satu bulan gaji, lanjutnya itu juga tidak adil buat pemain, pelatih dan ofisial. Indra Sakti memang acapkali menyebutkan ada rasionalisasi gaji yang harusnya dilakukan.

"Kalau memang rasionalisasi itu tidak pernah sampai ke kami. Misalnya Rp10 juta dipotong jadi Rp5 juta, sama sekali tidak ada. Itu hanya alasan Indra," ujarnya. (gk-38)


Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait