thumbnail Halo,

Menurut PP Djamal Yusuf pertandingan tetap sah dan Persiba dinyatakan sebagai pemenang.

Pertandingan Indonesia Premier League (IPL) saat Perseman Manokwari melawan Persiba Bantul berakhir rusuh. Pemain dan suporter yang tak puas dengan kepemimpinan wasit Hidayat pun mengejar-ngejarnya karena tidak memberikan hadiah penalti dalam pertandingan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Minggu (7/7).

Pemain Perseman kecewa karena wasit membiarkan insiden saat bek Persiba Eduardo Bizarro dianggap melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Tak puas atas keputusan wasit, mereka pun mengerumuni dan mmemprovokasi wasit. Aksi itu membuat suporter Perseman ikut emosi. Situasi makin tak terkendali karena mereka menerobos dan melompati pagar besi untuk turun ke lapangan.

Mereka ikut-ikutan mengejar wasit dan asistennya yang kabur menyelamatkan diri. Dihalang-halangi mengejar wasit, suporter melampiaskan kemarahan dengan merusak meja ofisial pertandingan. Pagar besi dan tempat duduk wasit cadangan pun dirusak. Salah seorang suporter hampir saja mengambil mesin printer untuk dibanting. Namun, usahanya bisa dihalangi petugas.

Ironisnya, polisi tak berusaha meredam aksi anarkis. Mereka pun tak berdaya saat suporter melakukan pengrusakan perlengkapan di pinggir lapangan. Bahkan saat ada suporter menyalakan petasan luncur yang diarahkan ke bangku cadangan pemain, petugas keamanan cuma berseru-seru, "Dia mabuk. Dia mabuk. Tolong berhenti."



Pertandingan akhirnya terhenti saat memasuki menit 84. Saat itu, Persiba sudah unggul 1-0 lewat gol kapten Ezequiel Gonzales. Menurut PP Djamal Yusuf pertandingan tetap sah dan Persiba dinyatakan sebagai pemenang. Meski dihentikan saat laga belum selesai, namun itu tak mempengaruhi hasil akhir.

"Pertandingan tersisa sekitar lima menit lagi. Jadi ini sudah sesuai peraturan bila dihentikan meski pertandingan belum berakhir. Hasil akhir pun tak berpengaruh. Kami tentu membuat laporan semua dari pertandingan ini," jelasnya.

Manajer Perseman Aristoteles Wamafma mengungkapkan pihaknya akan mengirim surat kepada PT LPIS sebagai operator liga. Termasuk mengapa terjadi insiden kerusuhan. Menurutnya, wasit tidak fair dalam memimpin pertandingan.



"Sebut saja gol lawan yang dibuat dengan menggunakan tangan sebelum dia memasukkan bola. Tapi wasit membiarkannya. Lalu, pemain lawan ada yang menyentuh bola di kotak terlarang. Lagi, wasit pun membiarkan. Kami akan menyampaikannya kepada PT LPIS," kata Aristoteles.

Aristoteles juga mempertanyakan wasit yang bertugas ternyata berbeda dengan yang diterima Perseman. Bahkan pihaknya tidak mendapat pemberitahuan secara resmi bila ada pergantian wasit.

"Ini yang mengherankan karena wasit yang bertugas berbeda dengan yang dikirim via email oleh PT LPIS," ungkapnya. (gk-51)


Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait