thumbnail Halo,

Di rumah duka, tampak beberapa mantan pemain PSMS, di antaranya Sunardi A, Rudi Saari juga Tumsila.


GOALLIPUTAN   NINA RIALITA     DARI    MEDAN   

Duka mendalam sedang menaungi dunia sepakbola Medan. Mantan pemain dan pelatih PSMS Medan era 70-an Wibisono bin Raden Ibnu meninggal dunia di usia 66 tahun, Sabtu (6/7). Almarhum yang juga pernah membela tim nasional Indonesia tahun 1960-an ini wafat setelah mengeluhkan sakit di bagian perut.  Wibisono meninggalkan satu orang istri, dan tiga orang anak. Jabatan terakhir Wibisono di PSMS adalah musim lalu di PSMS ISL, bersama Tumsila, Wibisono didaulat menjadi direktur teknik.

Septianda Perdana, anak sulung Wibisono menceritakan sang ayah yang merupakan pensiunan Direktorat Jendral Pajak Kota Medan sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bina Kasih yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal mereka di Jalan Flamboyan VI No 37 Medan, Kecamatan Medan Tuntungan.  “Bapak lagi duduk-duduk sambil bersihin halaman, tiba-tiba muntah-muntah beberapa kali. Setelah ditanya kenapa, bapak bilang perutnya sakit dan meminta minyak angin. Tapi, tiba-tiba tergeletak sedikit meringkuk. Lalu kami suruh ke kamar, tapi beliau enggak mau," ujarnya.

Keluarga memutuskan membawanya ke rumah sakit setelah melihat kondisi yang kian mengkhawatirkan. “Dan, waktu di rumah sakit, jantung bapak masih  berdetak tapi tadi jam 11.00 siang akhirnya meninggal,” timpal Septianda yang berprofesi sebagai fotografer di kantor berita Antara ini.  Menurut Septianda, sebelum meninggal ayahnya sempat melaksanakan umroh, 3 Juli 2013. "Kami sangat kehilangan bapak, karena dia figur ayah yang baik. Dan, kami sama sekali enggak punya firasat apa-apa, hanya saja sepulang dari umroh beliau jadi lebih mendekatkan diri sama Tuhan, ibadahnya nambah, lebih dekat sama keluarga,” kenangnya. Jenazah almarhum akan dimakamkan Minggu (7/7).

Di rumah duka, tampak beberapa mantan pemain PSMS, di antaranya Sunardi A, Rudi Saari juga Tumsila.  Tumsila yang  dekat dengan Wibisono, dan satu era di timnas dan PSMS mengaku sangat kehilangan seorang sahabat. "Orangnya bagus, ramah, disenangi kawan-kawan humoris. Walau cnderung pendiam, tapi kalau cocok berteman dia gemar bersenda gurau. Beliau kawan dekat saya dari lajang. Kalau malam minggu jalan sama, dia jemput saya. Pergi main bola tinggal di kamar yang sama. Di klub sama, di kerjaan di Direktorat Pajak juga sama," papar Tumsila.

Selama jadi pemain, Wibisono dikenal sebagai bek kiri dan punya tendangan keras. Wibisono pernah memperkuat Indonesia di Piala Asia tahun 1974. Bersama PSMS Medan pernah   juara tiga kali di era perserikatan yakni tahun 1969, 1970, 1971 dan sebagai pelatih PSMS membawa tim ini juara perserikatan tahun 1985 bersama Parlin Siagian.  (gk-38)


Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait