thumbnail Halo,

Suharto AD mengaku kecewa, jika ancaman sanksi berupa denda jutaan rupiah akan diberlakukan kepada pemainnya.


GOALLIPUTAN   NINA RIALITA     DARI   MEDAN   

Pelatih PSMS Divisi Utama PT Liga Suharto AD mengaku kecewa, jika benar ancaman sanksi berupa denda jutaan rupiah akan diberlakukan kepada pemainnya yang melakukan aksi di Jakarta. Komisi Disiplin menilai cara yang dilakukan sebelas pemain PSMS dalam menyuarakan haknya melanggar pasal 58 tentang tingkah laku buruk dan tidak fair play dengan ancaman denda Rp25 juta. Komdis juga berpendapat, skuat PSMS juga melanggar pasal 61 karena bertingkah buruk dan terancam didenda sebesar Rp50 juta.

“Saya kecewa jika itu terjadi. Tapi, saya yakin itu [sanksi] tidak akan jatuh. Saya yakin PSSI bisa bijaksana menilai kasus ini. Anak-anak ke Jakarta itu awalnya bukan untuk demo, tapi mengadukan nasib yang gajinya belum dibayar sejak putaran pertama. Kedatangan mereka juga niat awalnya  agar PSSI bisa mediasi pertemuan dengan ketua umum Indra Sakti. Saya yakin PSSI bisa akan bijaksana,” ujarnya kepada GOAL.com Indonesia.

Suharto mengatakan, pertemuan Komdis dan Indra Sakti Harahap di Jakarta, Rabu lalu (3/7), tentu akan berimbas pada keberpihakan dari keterangan sepihak Indra Sakti. 

“Tentu saja versi Indra yang didengar dan itu jadi landasan sementara Komdisi mengeluarkan pertanyaan. Makanya, kalau memang Komdis ada niat memanggil kami ya senang sekali. Saya bersyukur sekali, biar clear semua duduk perkaranya. Selama ini, kami hanya dijanjikan dari pembentukkan tim dan belum ada realisasi. Nah, pelatih malah sama sekali belum pernah gajian,” ungkapnya.

“Termasuk soal WO di Bengkulu akan lebih enak dua belah pihak dipanggil, juga soal suap dan jual beli pertandingan di Persih dan Persisko kami akan jelaskan detail. Bagaimana kami bisa menggagalkan rencana itu dan terus sepakat untuk tanding dengan fair play. Jangan dari satu pihak, dan enaknya tentu kedua belah pihak dipertemukan dan Komdis dengar dua sisi satu meja. Dan, daripada banyak biaya mengundang kami ke Jakarta, bagusnya perwakilan PSSI datang ke Medan. Tapi terserah PSSI seperti apa formatnya, intinya kalau kami ke Jakarta tidak mungkin biaya sendiri, karena tidak ada dana,” bebernya.

Sementara itu, pemain PSMS yang ikut aksi di Jakarta Irwin Ramadhan mengatakan, jika pun sanksi tersebut harus diterima pemain PSMS, maka harus darimana pemain membayarnya.

“Ini uang sudah tak ada, menuntut gaji kok malah dihadapkan sanksi denda segitu banyak. Begini saja, fokus saja pada persoalan gaji kami yang belum dibayar pengurus dan manajemen PSMS. Selesaikan dulu hak-hak kami itu, baru bicara masalah lain [sanksi],” tegasnya.

Kiper PSMS ini menjelaskan, Komdis harusnya sudah bisa mendengar penjelasan kedua belah pihak, tidak hanya hasil pertemuan dengan Indra Sakti Rabu lalu.

“Ya, seandainya pas kami di Jakarta mau ketemu Pak Hinca dia terima kami, pasti sudah bisa lebih cepat ini selesai. Tapi, saat itu dia enggak mau terima kami, ini sekarang dia dengar hanya dari Indra Sakti. Dan, katanya mau dengar dari pihak kami juga. Ya kalau mau diongkosin ke Jakarta lagi enggak apa-apa. Tapi kalau berharap kami yang ke sana dengan dana pribadi, ya darimana. Pulang ke Medan saja dari aksi yang di Jakarta kemarin diongkosi orang kok,” jelasnya.

Soal pasal-pasal yang disebutkan dilanggar pemain dalam aksi demo, Irwin mengaku tak tahu.

Enggak tahu juga soal pasal-pasal itu. Tapi intinya, jangan hanya pemain yang ditekankan membaca kontrak, pengurus jugalah. Kami teken kontrak sama Indra Sakti pas masuk PSMS. Di kontrak jelas semuanya gaji dibayar setiap bulan bukan dirapel setelah kompetisi usai,” timpalnya.

Namun, Irwin yakin apa yang sedang menimpa skuat PSMS tetap didukung asosiasi pemain profesional Indonesia (APPI).

“Dari APPI mereka tetap mendukung dan mendampingi terus. Semalam mereka juga akan menjumpai Menpora katanya.

Pemain PSMS lainnnya yang ikut demo di Jakarta, Muhammad Irfan mengaku kebingungan dengan ancaman sanksi denda puluhan juta atas aksi tersebut.

"Kok bisalah kami yang jadi kena sanksi. Peningpun, hasilnya enggak ada malah kena sanksi pula. Aneh. Gaji kami saja entah kapan mau dibayar, eh malah mau terancam sanksi denda duit segitu. Ini namanya nambah pikiran pemain saja. Ibarat jatuh, tertimpa tangga,” jelasnya. (gk-38)



Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait