thumbnail Halo,

“Kok pemain yang kesannya disalahkan. Kami heran. Masalah hak yang kami adukan, kok pemain mau disanksi. "


GOALLIPUTAN     HAMZAH ARFAH     DARI     GRESIK   

Ancaman sanksi yang disuguhkan kepada sebelas pemain PSMS Divisi Utama PT Liga yang melakukan demo perihal tunggakan gaji ditanggapi dingin oleh pemain. Kiper PSMS, Irwin Ramadhana yang ditemui di mes PSMS, Rabu sore mengatakan tidak tahu detail perihal sanksi dari Komdis atau PSSI tersebut, menurutnya sejauh ini hanya membaca lewat media.

“Kok pemain yang kesannya disalahkan. Kami heran. Masalah hak yang kami adukan, kok pemain mau disanksi. Itu (demo) kami lakukan karena di Medan enggak ada lagi yang bisa dimintai pertanggung jawaban. Manajer, CEO entah kemana, ketua umum enggak mau bertemu bersama seluruh pemain dan pelatih. Seharusnya mereka (PT Liga dan Komdis) membantu. Kok mau disanksi kami. Kalaulah benar terjadi, sangat disayangkan sepakbola Indonesia seperti ini jadinya,” ujarnya.

Mantan kiper PSMS IPL musim lalu ini, mengharapkan sikap arif PSSI baik PT Liga dan Komdis terhadap kasus ini. 

“Seharusnya pengurus yang disanksi, karena wajiban enggak dibayar sementara pemain dan pelatih dan seluruh ofisial sudah menjalankan kewajiban hingga kompetisi usai.  Semoga bisa bersikap arif, jangan main hukum pemain saja, tapi persoalan gaji enggak pernah diberesin.  Apalagi, sebelum ke Jakarta, kami kan sudah berusaha di Medan untuk berbicara dengan ketua umum tapi tidak menemui jalan tengah. Waktu pertemuan terakhir di kafe (minggu lalu) dengan dia (Indra Sakti) dia malah hanya mengundang beberapa pemain dan asisten pelatih. Kenapa enggak semua? Kami ajak bicara ke semua pemain, termasuk pelatih kepala di mes juga dihadapan media, dia menolak. Jadi usaha sudah kami lakukan,” ungkapnya.

“Kami demo ke Jakarta bukan tanpa alasan, harapan kami apa yang kami alami bisa didengar dengan dimediasi karena PSSI kan induk seperti bapak yang mengayomi anak-anaknya. Akhirnya kan bisa juga bertemu PT Liga waktu di Jakarta. Walau sampai sekarang belum menemukan solusi, paling tidak kami sudah sampaikan apa yang kami alami di sana,” tuturnya.

Termasuk demo ke rumah Indra Sakti beberapa lalu juga bukan ingin gagah-gagahan, tapi ingin menyuarakan langsung apa yang kami alami ke dia. “ Saat ini, yang kami tahu adalah dialah orang bertanggung jawab namanya pimpinan. Kami enggak mau tahu CEO, manajer hilang entah kemana. Atau masalah kontrak di putaran kedua yang menjadi tanggung jawab manajer. Itu urusan dia, hak di putaran pertama saja belum dia selesaikan kok malah bicara putaran kedua. Di kontrak semua sudah jelas. Makanya, kami juga tidak mau berlama-lama dengan masalah ini,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PSMS PT Liga, Indra Sakti Harahap kepada Goal Indonesia Rabu malam, menjelaskan bahwa dirinya dan Komisi Disiplin mengadakan pertemuan di Jakarta pada pukul 17.00 WIB.

“Ini baru saja selesai. Pada intinya, pertemuan tadi saya memaparkan beberapa poin yang ditanyakan Komdis. Diantaranya, kasus dugaan pengaturan skor dan suap (lawan Persih dan Persisko), soal PSMS yang WO di Bengkulu kenapa bisa terjadi, kemudian soal demo pemain PSMS. Lalu, yang terakhir tentang kontrak pemain dan gaji. Tapi, poin terakhir ini hanya dibaca dan kemungkinan baru akan dibahas tuntas pada besok (Kamis) bersama PT Liga,” ujarnya saat dihubungi.

"Soal hasil dari Komdis dari paparan yang saya utarakan mereka, itu tidak hak saya berbicara. Itu porsi Komdis dan saya serahkan ke mereka bagaimananya,” timpalnya.

Indra menampik dirinya tidak propemain, karena poin demo yang dilakukan 11 pemain di Jakarta dan beberapa kali di rumahnya juga dipaparkan di Komdis.

“Bukan begitu, itu permintaan Komdis mereka tanya soal itu saya jawab, dan saya serahkan beserta bukti-bukti yang mereka butuhkan. Saya sempat bela pemain juga, tapi ternyata ada aturan di PSSI bahwa persoalan gaji itu tidak boleh diselesaikan dengan demo karena menciderai sepakbola Indonesia. Ada cara yang harus dilakukan, misalnya, gaji pemain itu akan ditangani di bawah komisi hukum dan pemain di komisi alih status. Saya juga baru tahu tadi, ada poin-poin yang dilanggar yang berkaitan demo kemarin, terlepas ada latar belakang kenapa demo. Saya Indra Sakti bukan hanya sebagai ketua umum PSMS, tapi juga anggota PSSI dan ada aturan yang mengingat itu dan saya harus mengikuti aturan PSSI,” akunya.

Komdis, lanjutnya sempat mengatakan akan memanggil pemain, ofisial, termasuk manajer dan CEO. “Ya supaya tidak sebelah pihak dari saya saja. Tapi saya enggak tahu kapan Komdis akan memangil pemain, pelatih, ofisial, manajer dan CEO,” pungkasnya. (gk-38)


Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait