thumbnail Halo,
Arsenal, bakal mengunjungi Indonesia untuk kedua kali setelah 1983.

KILAS BALIK: Mengenang Kunjungan Perdana Arsenal Ke Indonesia

Arsenal, bakal mengunjungi Indonesia untuk kedua kali setelah 1983.

Arsenal.Com

Kunjungan Arsenal ke Indonesia pada pertengahan bulan ini merupakan yang kedua setelah yang pertama pada 30 tahun silam.


GOALOLEH SYAHRONI APRIANTO

Arsenal bakal menyambangi Indonesia dalam Tur Asia mereka. Rencananya, tim besutan Arsene Wenger itu akan berada di Tanah Air dari 13-14 Juli untuk melakoni pertandingan uji coba melawan tim Indonesia XI sebagai rangkaian persiapan pramusim.

Tapi, tahukah Anda kalau kunjungan Arsenal pada pertengahan bulan ini bukanlah yang pertama kali? The Gunners pernah mengunjungi Indonesia pada 16 Juni 1983. Kala itu, The Gunners yang berkunjung ke Indonesia sebagai bagian dari tur Asia Tenggara mereka, tak hanya menggelar satu pertandingan, melainkan tiga laga melawan tim lokal dan tim Indonesia Selection.




NIAC MITRA vs ARSENAL
Stadion Gelora 10 November, 16 Juni 1983
Niac Mitra David Lee, Budi Aswin, Wayan Diana, Tommy Latuperissa, Yudi Suryata, Rudy Kelces, Rae Bawa (Yusul Male), Joko Malis, Hamid Asnan (Syamsul Arifin), Fandi Ahmad, Dullah Rahim (Yance Lilipaly).

Arsenal Pat Jennings, Colin Hill (Stewart Robson), David O'Leary, Chris Whyte (Lee Chapman), Kenny Samson, Brian Talbot, Alan Sunderland, Paul Davis, Brian McDermott, Raphael Meade (Terry Lee), Graham Rix.
Kekuatan Arsenal pada masa itu belumlah sehebat saat ini. Ketika itu Arsenal baru saja menjalani musim mengecewakan dengan hanya menempati peringkat ke-10 di Divisi Satu. Raihan itu sangat kontras dengan yang diraih Arsenal dalam beberapa musim terakhir di era sekarang dengan selalu finis di empat besar.

Arsenal yang ketika itu dilatih Terry Neill, mengawali turnya di Indonesia dengan mengunjungi Medan guna menjajal PSMS Medan. David O’Leary dan kolega tanpa kesulitan berarti meraih kemenangan telak 3-0. Mereka kemudian bertolak ke Jakarta untuk meladeni tim PSSI Selection. Tanpa ampun, mereka melumat tim Garuda dengan skor mencolok 5-0.

Arsenal lalu melanjutkan perjalanannya ke Surabaya untuk melakoni pertandingan terakhir mereka meladeni Niac Mitra. Tak seperti biasanya, pertandingan ini digelar di siang hari, yaitu pukul 13:00! Pertandingan yang digelar di Stadion 10 November itu disaksikan tak kurang dari 30.000 pasang mata.

Pada pertandingan ini coach Terry Neill menurunkan skuat terbaiknya, dengan pemain-pemain utama seperti Pat Jennings, Kenny Sansom, Brian Talbot, Alan Sunderland dan Graham Rix semuanya masuk dalam starting eleven.

Tak seperti dua pertandingan sebelumnya, laga kontra Niac Mitra merupakan yang paling banyak didokumentasikan. Foto-foto saat David O’Leary bertukar panji dengan pemain Niac Mitra serta duel di antara kedua pemain dari kedua tim masih tersimpan dalam dokumentasi Arsenal

Namun di luar dugaan, The Gunners harus mengakui keunggulan tim jawara Galatama itu dengan skor 2-0. Dua gol kemenangan Niac masing-masing dicetak oleh striker andalan mereka Fandi Ahmad dan Joko Malis pada menit ke-37 dan 86. Dalam laga ini Arsenal sempat bermain dengan sepuluh orang setelah Alan Sunderland diusir wasit Ruslan Hatta.

Hasil mengejutkan itu pun memunculkan berbagai alasan yang menyebabkan kekalahan tim tamu. Banyak yang menganggap Arsenal tak bermain maksimal dan sengaja menyerah lantaran tak tahan dengan cuaca panas kota Surabaya.

Apapun, kemenangan itu menjadi laga perpisahan manis bagi Fandi. Pasalnya, setelah pertandingan tersebut dia langsung bergabung dengan klub kontestan liga Belanda, FC Groningen. Sementara David Lee memutuskan kembali ke Singapura.



Liga Primer Inggris >> Halaman Khusus Sepakbola Inggris
>> Berita Sepakbola Inggris Lainnya
>> Semua Klub EPL & Panduan 2013/14
>> Klasemen Liga Primer Inggris
>> Jadwal & Hasil Liga Primer Inggris
>> Daftar Transfer Liga Primer Inggris
>> Rapor Pemain Liga Primer Inggris

Terkait