thumbnail Halo,

Terlepas dari hasil pertandingan, Tharjaki juga sedikit menyesalkan permasalahan finansial yang masih mendekap tim asuhannya.


GOALLIPUTAN    HAMZAH ARFAH     DARI   GRESIK   

Baru mendarat di Surabaya pada Jumat (28/6) malam pukul 24.00 WIB, membuat para pemain PSPS Pekanbaru mengalami kelelahan. Dan benar saja, saat meladeni Gresik United di Stadion Petrokimia, Sabtu (29/6) sore, PSPS dihajar dengan skor telak 5-1.

Pelatih caretaker PSPS Pekanbaru Tharjaki Lubis, juga mengakui hal itu, sehingga menyebabkan timnya kalah telak atas Gresik United dalam laga tersebut. Meski ia juga tidak memungkiri, bila tuan rumah Gresik United bermain bagus pada pertandingan kali ini.

“Kami memang kelelahan, dan itu yang benar-benar dimanfaatkan oleh Gresik. Bayangkan, kami baru mendarat di Surabaya Jumat malam pukul 24.00 WIB. Baru kami bisa masuk hotel dan istirahat pukul 01.00 WIB (Sabtu),” tutur Tharjaki dalam sesi jumpa pers seusai laga.

Dan benar saja, lesakan gol Pawira Putra pada menit ke-49, serasa tak berarti. Karena gawang PSPS yang dikawal oleh Adi Candra, bobol empat kali. Masing-masing melalui Agus Indra Kurniawan pada menit ketiga, Sultan Samma pada menit ke-38, Risky Novriansyah di menit ke-43, dan Ngon Mamoun menit ke-52.

Masuknya Fance Hariyanto menggantikan Adi pada menit ke-63, juga tidak banyak memberikan dampak, karena Ngon Mamoun kembali sukses mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-73. Gol kedua Ngon Mamoun, sekaligus melengkapi kemenangan Gresik United atas PSPS menjadi 5-1.

“Gresik memang mampu tampil baik. Tapi kami hanya menyayangkan terjadinya gol kedua, yang membuat mental bertanding para pemain kami menjadi drop. Gol itu (gol yang dicetak oleh Sultan Samma, red) harusnya tidak sah, karena terjadi pelanggaran sebelumnya. Saya juga ditelpon oleh coach Afrizal Tanjung yang menyaksikan dari televisi, bila gol kedua Gresik memang harusnya tidak sah. Ke depan, ini evaluasi bagi wasit,” keluhnya.

Terlepas dari hasil pertandingan, Tharjaki juga sedikit menyesalkan permasalahan finansial yang masih mendekap tim asuhannya. Sebab ia menilai, hal itu pula yang mempengaruhi motivasi bertanding skuatnya.

“Jelas sangat berpengaruh, sebab itu mempengaruhi motivasi bertanding para pemain. Sekarang, kami hanya mengandalkan loyalitas para pemain saja dalam menjalani setiap pertandingan,” ungkap Tharjaki.

Selain masalah finansial, Tharjaki juga menjelaskan, jika timnya kali ini dihuni oleh banyak pemain muda yang masih belum banyak memiliki pengalaman. Itu yang membuat penampilan mereka kerap labil, dalam menjalani sebuah pertandingan.

“Ya, kami memang banyak dihuni oleh para pemain muda, yang masih minim pengalaman. Sehingga, mental mereka juga kadang belum stabil dalam menjalani sebuah pertandingan. Apalagi, mereka juga baru datang dan dalam kondisi kelelahan, jadi pasti berpengaruh pada permainan di lapangan,” pungkasnya. (gk-43)


Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait