thumbnail Halo,

Fityan menegaskan, kedatangan pemain dan ofisial dengan tujuan agar hak segera dibayar.


GOALLIPUTAN   NINA RIALITA     DARI   MEDAN   

Perjuangan skuat PSMS Divisi Utama PT Liga untuk mendapatkan haknya terus berlangsung. Usaha teranyar adalah kembali mendatangi kediaman Indra Sakti Harahap dengan membawa poster-poster kecaman atas perilaku sang ketua umum PSMS PT Liga  yang dianggap tidak tanggap atas persoalan yang sedang dialami Irwin Ramadhan dkk. Ini aksi ketiga yang sudah dilakukan di kediaman Indra Sakti.

Rombongan pemain dan ofisial PSMS tiba di rumah Indra Sakti Jalan Sering No 50, Kecamatan Medan Perjuangan, sekitar pukul 14.15 WIB, namun yang dituju tidak berada di rumah. Sebelum sampai lokasi, mereka juga sempat singgah ke tempat praktik dokter istri Indra Sakti yang jaraknya dekat dari tempat tinggalnya, namun tidak juga menemui yang dimaksud.

Di rumah Indra Sakti, para pemain dan ofisial tidak bisa diizinkan masuk. Hanya seorang pembantu yang datang sekejab ke halaman dan memberitahu sang majikan tidak berada di rumah. Selebihnya, pemain menuangkan kekesalan dengan menggantungkan poster-poster di pagar rumah yang berwarna putih dan menjadi tontonan warga sekitar. Beberapa kalimat tegas ditulis ala kadarnya di atas kertas karton putih.

Tampak beberapa pemain ikut dalam aksi ini, yakni Alamsyah Nasution, Irwin Ramadhana, Zulham Nasution, Safrial Irfandi, Affandi Lubis, Susanto, juga dua pemain yang sudah didepak di akhir putaran pertama, Herman Batak, juga Irfan Midin. Di jajaran ofisial, ada pelatih kepala Suharto AD, asisten pelatih Coli Misrun, sekretaris tim Fityan Hamdy juga dokter tim Rori.

Setelah memasang semua poster di pagar, pemain dan ofisial duduk di depan pagar beberapa saat hingga sekitar pukul 16.45 WIB. Sekretaris tim Fityan Hamdy menegaskan, kedatangan pemain dan ofisial dengan tujuan agar hak segera dibayar.

“Tujuan kami kemari adalah agar hak-hak kami segera dibayarkan. Dari pembentukan tim di bulan November kami ofisial dan pelatih belum menerima gaji, sedangkan pemain pernah sekali menerima gaji saat awal kompetisi itupun enggak penuh. Seluruh kontrak pemain juga ditanda tangani oleh Indra Sakti awal musim. Tanggung jawab kami ke PSMS sudah selesai, karena kompetisi sudah habis. Makanya, kami kemari menuntut hak. Jika kedatangan kami mengganggu masyarakat di sini kami mohon maaf, karena sebenarnya kami hanya mau ketemu Indra Sakti, tapi dia enggak pernah mau dijumpai. Dan nyatanya dia juga enggak ada di kediamannya dan tidak tahu keberadaannya,” ungkapnya kepada GOAL.com Indonesia.

Sesaat setelah rombongan tiba di rumah Indra Sakti, pelatih kepala Suharto AD mengaku menerima beberapa SMS dari Indra Sakti menyatakan agar jangan demo di rumah tersebut yang disebutnya sebagai rumah ibunya, karena kondisi ibunya sedang kurang baik.

“Dia [Indra] bilang ini bukan rumah dia, dan tentang pemain sedang mencari jalan keluar dan bilang bahwa PSMS bukan hanya milik dia,” timpal Suharto AD.

Namun, dari tetangga sekitar rumah yang juga ikut menyaksikan kedatangan rombongan PSMS, mengatakan bangunan besar tersebut didiami ibu Indra Sakti dan di belakangnya terdapat rumah Indra Sakti. 

“Saya rasa apa yang kami lakukan sudah seharusnya. Dan, namanya ketua umum memang harus dia yang menghadapi dan menyelesaikan ini,” lanjut Suharto.

Para pemain tampak tidak bisa menerima alasan Indra Sakti. Kiper PSMS Irwin Ramadhan mengungkapkan, pihaknya akan terus berjuang untuk mendapatkan hak. Indra Sakti menurutnya bukanlah ketua umum yang berani karena bukannya menemui pemain yang sudah di depan rumahnya malah hanya mengirimkan SMS via pelatih.

“Memang sudah enggak ada niat baik dia [Indra],” tegasnya.

Irwin menambahkan, jelang Ramadhan dan lebaran ini harusnya Indra Sakti paham kesulitan yang harus dihadapi pemain. Mengarungi satu kompetisi tanpa gaji yang jelas sangat menyakitkan. Pihaknya juga akan membawa hal ini ke jalur hukum sembari menanti langkah dari PT Liga.

“Setelah kami aksi di Jakarta dan bertemu Pak Joko Driyono, kami dikatakan harus menunggu seminggu untuk menanti kabar terbaru soal solusi gaji ini. Jadi kami menunggu hingga akhir minggu ini, kami akan tanya kembali ke Pak Joko. Kalau tidak ada juga solusi terbaik, maka kami akan bawa ke jalur hukum,” pungkasnya. (gk-38)


Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait