thumbnail Halo,
Wasit Saripudin Dikeluhkan Sejumlah Perserta IPL

Dua Keputusan Janggal Wasit Nodai Kemenangan Semen Padang

Wasit Saripudin Dikeluhkan Sejumlah Perserta IPL

Abi Yazid

Manajer Persema mengatakan, mental pemain down akibat keputusan keliru dari wasit.


GOALOLEH  AHSANI TAKWIM     Ikuti di twitter

Ketidakmampuan wasit Indonesian Premier League (IPL) dalam mengontrol pertandingan kembali menjadi sorotan. Di Malang, pelakunya sama yaitu Saripudin. Wasit yang berasal dari Jawa Barat itu membuat sejumlah keputusan kontroversial saat dirinya bertugas di Malang.

Usai pekan lalu manajemen Persebaya memberikan kritik keras karena wasit yang tidak becus dan mempertimbangkan lagi keputusannya untuk bermain dalam laga lanjutan IPL, kali ini Persema untuk kesekian kalinya memberikan komentar miring atas kinerja korps pengadil kompetisi yang dikelola oleh PT Liga Prima Sportindo (LPIS) ini.

"Kita memang sering dan kayaknya selalu dipimpin oleh wasit itu di sini [Gajayana], namun tetap saja keputusannya sangat merugikan Persema," kata manajer Patrick Tarigan usai pertandingan Persema melawan Semen Padang dalam sesi jumpa pers.

Salah satu yang disorot oleh Patrick adalah prosesi gol pertama Semen Padang yang dibuat oleh Edward Wilson Junior. Saat itu ada dua keputusan yang berbeda terkait dengan jalannya pertandingan. Hakim garis memutuskan Edward sudah dalam posisi offside dan memberikan tanda dengan angkatan bendera. Sementara wasit sudah menunjuk titik tengah sebagai tanda jika gol itu sah.


Keputusan mengesahkan gol Semen Padang dianulir wasit usai dirinya melihat hakim garis. Uniknya, saat pemain Semen Padang melakukan protes, Saripudin kembali menunjuk titik tengah lapangan untuk mengesahkan gol.

"Diakui atau tidak, lagi-lagi wasit itu [Saripudin] merusak mental para pemain. Kami mampu menahan Semen Padang di babak pertama tetapi seketika itu pula harus kebobolan sebanyak lima gol," sesal Patrick.

Yang kedua tentu yang terlihat jelas adalah kartu kuning dua kali yang tidak berbuah kartu merah. Saat itu, Ricky Ohorella melanggar keras Dicky Prayoga di sisi kanan, sempat terjadi keributan, wasit kemudian memberikan kartu kuning kedua kepada Ricky. Uniknya, wasit kemudian tidak memberikan kartu merah.



"Pelatih Semen Padang kemudian langsung melakukan pergantian pemain [Jajang Paliama masuk menggantikan Ricky], saya tidak tahu apakah kami harus menjadi tim kaya dulu supaya dibela wasit," lanjut Patrick.

Meski kesal juga dengan hasil yang tidak menguntungkan timnya, Patrick enggan melakukan protes ke LPIS, karena memang tidak akan berguna.

"Lebih baik kita fokus kepada Persema agar tim ini tetap eksis," tutupnya.

Sebelumnya, selain dari Persebaya kinerja Saripudin juga sempat menuai protes dari Persiraja dan Arema IPL. (gk-48)



Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait