thumbnail Halo,

Didik mengakui absennya Gustavo berpengaruh bagi kestabilan tim.


GOALLIPUTAN   HAMZAH ARFAH     DARI   LAMONGAN   

Kekalahan dari Persisam Samarinda, sangat disesali oleh pelatih caretaker Persela Lamongan Didik Ludiyanto. Ia menilai, kekalahan timnya 2-0 dari Persisam di Stadion Segiri, Minggu (23/6) lalu, lebih dikarenakan buruknya koordinasi serta konsentrasi para pemain bertahannya dalam mengantisipasi dan menghalau serangan lawan.

“Lini belakang kami masih sangat rapuh. Pemain-pemain di lini belakang, terlihat kurang konsentrasi dalam mengantisipasi dan menghalau serangan lawan, sehingga koordinasi tidak berjalan dengan baik,” tutur Didik kepada GOAL.com Indonesia.

Imbasnya, Persisam sukses mengemas dua gol ke gawang Persela, yang pada pertandingan tersebut dikawal oleh Choirul Huda pada menit-menit akhir. Dua gol Persisam dihasilkan oleh Osas Marvelous Ikpefua Saha pada menit ke-71 dan menit ke-89, yang keduanya buah dari assist Bayu Gatra.

“Sebelum pertandingan, saya kan sudah bilang, bila Osas dan Bayu itu pemain bagus dan layak mendapat perhatian ekstra. Tapi para pemain bertahan kami sepertinya memandang lain, dan itulah imbasnya. Terbukti khan, bila gol-gol Persisam terjadi dari buah penetrasi kedua pemain itu,” keluh Didik.

Selain tidak maksimalnya lini pertahanan, Didik juga menyoroti absennya sang kapten Gustavo Fabian Lopez dalam laga tersebut. Minus Gustavo, para gelandang tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut menjadi kesulitan dalam meladeni lini tengah Persisam.

“Harus diakui, bila absennya Gustavo memang berpengaruh bagi kestabilan tim. Para gelandang kami menjadi kesulitan, dalam mengimbangi lini tengah Persisam. Gustavo absen, karena harus mengurus perpanjangan KITAS,” terangnya.

Imbas dari kekalahan dari Persisam, posisi Persela kini disalip oleh Gresik United yang di luar dugaan mampu menjinakkan Pelita Bandung Raya (PBR) di hadapan pendukungnya. Dengan begitu di posisi klasemen sementara Indonesia Super League (ISL) 2013, Persela kini melorot ke posisi sepuluh dengan torehan 29 poin, sementara peringkat kesembilan diambil alih oleh Gresik United yang mengumpulkan 31 poin.

Meski demikian, Didik menganggap, kekalahan dari Persisam bukanlah akhir dari segalanya. Ia akan kembali meramu dan coba membangkitkan semangat tim yang tengah kendor, guna meladeni tantangan tuan rumah Mitra Kukar, Kamis (27/6) mendatang.

Berkaca dari pengalaman pahit di kandang Persisam, Didik dan Laskar Joko Tingkir akan berbenah. Demi mematangkan diri dalam menyambut laga lawan Mitra Kukar, Samsul Arif dkk tetap stand by di Samarinda dan melakukan persiapannya di sana. Persela memutuskan untuk ‘memusatkan’ latihannya serta menjalani recovery di Samarinda.

“Tim stand by di Samarinda, untuk menyongsong laga selanjutnya. Kami memilih tetap bertahan di Samarinda, karena jarak tempuh antara Samarinda ke Kukar hanya sekitar 45 menit. Jadi, segala persiapan akan kami lakukan di Samarinda, agar bisa maksimal dan meminimalisir kecapekan yang dialami para pemain,” papar Didik.

Ia juga menambahkan, menghadapi Mitra Kukar yang bertengger di papan atas klasemen sementara, juga bukan perkara mudah. Namun, demi memperbaiki posisi dan menjauhkan diri dari zona degradasi, Persela harus bermain sebaik-baiknya dan memetik hasil memuaskan. “Kami semua sudah menyatukan tekad, untuk sekiranya bisa bangkit di laga selanjutnya,” pungkasnya. (gk-43)



Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait