thumbnail Halo,
Afrizal mengakui ada banyak kesalahan yang dilakukan para pemainnya

Pelatih PSPS: Beruntung Kami Tidak Kalah Dua Digit

Afrizal mengakui ada banyak kesalahan yang dilakukan para pemainnya

Antara

Afrizal Tanjung mengaku masih cukup beruntung timnya tidak kalah dengan skor yang lebih telak lagi.


LIPUTAN  HAMZAH ARFAH     DARI  LAMONGAN    

Mimpi buruk dialami skuat PSPS Pekanbaru, saat berkunjung ke markas Persela Lamongan. Dalam pertandingan yang dilaksanakan di Stadion Surajaya, Rabu (12/6) sore WIB, PSPS disikat Persela dengan skor super telak 9-1. Walau demikian, pelatih kepala PSPS Pekanbaru Afrizal Tanjung mengaku masih cukup beruntung timnya tidak kalah dengan skor yang lebih telak lagi pada laga tersebut. Hal itu dikarenakan, para pemainnya dianggap sudah kalah segala-galanya dari skuat Persela pada laga tersebut.

“Beruntung kami tak kalah dua digit dalam laga ini, melihat dari permainan yang ada di lapangan. Para pemain Persela mampu mendominasi, dan para pemain kami terlihat sulit keluar dari tekanan. Imbasnya, banyak kesalahan yang dilakukan oleh para pemain, baik saat mengumpan maupun melakukan koordinasi saat bertahan,” kata Afrizal seusai pertandingan.

Imbasnya, gawang PSPS yang pada laga ini dikawal oleh Fance bobol sembilan kali. Masing-masing melalui Taufiq Kasrun pada menit ketujuh, Gutavo Lopez menit kesembilan, Dedi Indra menit ke-32, Mario Costas (menit ke-34, 78, dan 84), Fandi Eko Utomo (menit ke-38 dan 43), serta Jimmy Suparno menit ke-51. Sedangkan PSPS hanya bisa membalas ketertinggalan, melalui gol bunuh diri yang dilakukan oleh bek Persela Djayusman Triasdi. Sundulan Djayusman yang hendak menghalau bola hasil tendangan bebas Novi Hendrawan pada menit ke-12, justru meluncur deras ke gawang sendiri yang dikawal Choirul Huda.

“Tim ini [PSPS] memang sudah kacau sejak persiapan, sebelum berangkat ke sini. Persiapan tak maksimal, yang berimbas saat pertandingan. Itu bisa dilihat dari minimnya koordinasi antar pemain dan antarlini permainan, juga tak adanya pressing ketat kepada para penyerang Persela. Hasilnya, para pemain kami seperti kebinggungan saat ditekan oleh para pemain Persela,” keluh Afrizal.

Kekalahan super telak ini membuat posisi PSPS makin terbenam di dasar klasemen, dengan hanya mengoleksi 17 poin dari 24 laga. Koleksi poin PSPS sama dengan Persidafon Dafonsoro, tapi tim berjuluk Askyar Bertuah ini kalah dalam selisih gol.

Sementara tambahan tiga poin, mengangkat posisi Persela satu tangga lebih baik ke peringkat sembilan klasemen sementara, dengan torehan nilai 28 dari 23 laga yang sudah dilalui. Persela berhasil mengudeta posisi Gresik United dengan keunggulan satu poin, meski sama-sama telah melakoni 23 pertandingan.

“Apa yang kita coba bangun di pertandingan sebelumnya, seakan sia-sia pada pertandingan ini. Meski begitu, kami coba tetap akan bangkit di laga sebelumnya, walau kami akan bertandang ke markas Madura [menghadapi Persepam Madura United],” pungkasnya.

Ya, kekalahan ini seakan menjadi tamparan telak bagi PSPS. Hal itu dikarenakan, mereka sempat bangkit di laga terakhirnya, dengan menang tipis 1-0 atas Persiwa Wamena. Sebelum menang atas Persiwa, PSPS memang dikalahkan Persipura Jayapura 1-5 di kandangnya dan kalah 0-5 saat melawat ke markas Persiram Raja Ampat. (gk-43)

Terkait