thumbnail Halo,
Didik puas dengan kemenangan besar atas PSPS

Didik Ludiyanto: Memang Itu Yang Saya Harapkan

Didik puas dengan kemenangan besar atas PSPS

Abi Yazid

Kemenangan 9-1 menjadi rekor terbesar hingga saat ini di ISL 2013.


LIPUTAN  HAMZAH ARFAH     DARI  LAMONGAN    

Persela Lamongan akhirnya memenuhi ambisi untuk mengalahkan tamunya PSPS Pekanbaru di Stadion Surajaya, Rabu (12/6). Tak hanya menang, karena skor 9-1 yang tercipta dalam laga ini, merupakan rekor skor kemenangan terbesar dalam pentas Indonesia Super League (ISL) musim ini.

“Memang itu yang saya harapkan, mampu menang dengan skor besar. Karena, kami berambisi mengangkat Persela keluar dari ancaman degradasi. Saya menilai, persaingan jumlah poin di akhir kompetisi pasti ketat. Karenanya, saya ingin jumlah agregat gol Persela juga bagus, jika nantinya poin kami ternyata sama,” ujar pelatih caretaker Persela Didik Ludiyanto seusai pertandingan.

Dengan tambahan tiga poin, posisi tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut naik satu strip ke peringkat sembilan, menggeser posisi tim kota tetangga, Gresik United. Sama-sama memainkan 23 pertandingan, Persela kini mengemas 28 poin, sementara Gresik United tertinggal satu angka alias 27 poin.

“Saya belum bisa tenang, kalau Persela masih belum aman dari ancaman degradasi. Jadi saya sudah tekankan kepada para pemain, apapun yang terjadi, semua poin di laga kandang harus bisa disapu bersih,” terangnya.

Tak hanya tambahan poin, namun Persela juga sukses mendongkrak agregat gol mereka. Dari yang semula nol (memasukkan 31, kemasukan 31), menjadi surplus delapan gol (memasukkan 40, kemasukan 32). Terlebih, mereka juga mampu mencetak rekor sebagai tim pemenang dengan skor terbanyak di ISL 2013 sampai saat ini.

“Kalau catat rekor, tak ada dalam pikiran saya. Hanya kemenangan dengan surplus gol sebanyak-banyaknya yang kami kejar saat ini. Saya juga bersyukur, semua pemain mampu tampil baik dalam laga kali ini, sehingga kami tampil dominan dan sekaligus menang dengan skor telak,” papar Didik.

Pada laga ini, pesta gol Laskar Joko Tingkir di awali oleh tandukan Taufiq Kasrun menyambut sepak pojok Gustavo Lopez, saat pertandingan baru berjalan tujuh menit. Dua menit kemudian, giliran Lopez yang menggandakan keunggulan tuan rumah melalui eksekusi penalti. Hadiah penalti diberikan wasit, menyusul handsball yang dilakukan oleh pemain PSPS di kotak terlarang.

Tertinggal dua gol, PSPS lantas memberikan respon. Mereka sukses memperkecil ketertinggalan melalui gol bunuh diri Djayusman Triasdi, yang berusaha menghalau bola hasil tendangan bebas Novi Hendrawan pada menit ke-12.

Tersengat dengan gol bunuh diri Djayusman, para pemain Persela lantas tampil trengginas. Walhasil, mereka kemudian memberondong gawang PSPS yang pada pertandingan ini dikawal oleh Fance, tujuh gol tambahan. Masing-masing melalui Dedi Indra pada menit ke-32, Mario Costas (menit ke-34, 78, dan 84), Fandi Eko Utomo (menit ke-38, dan 43), serta Jimmy Suparno di menit ke-51.

“Hasil ini semoga menular ke pertandingan selanjutnya, di mana kami akan menjamu lawan yang lebih berat ketimbang PSPS. Semoga menghadapi Persija, Minggu (16/6) mendatang, motivasi para pemain juga sebagus kali ini,” harap Didik. (gk-43)

Terkait