thumbnail Halo,

Laga antara Sriwijaya FC dan Persita, Minggu (9/6) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang berjalan imbang.


LIPUTAN  HENSYI FITRIANSYAH     DARI   PALEMBANG    

Tidak puas dengan keputusan wasit Fajar Ginting asal Medan yang memberikan hukuman penalti kepada tim Persita U-21 pada menit akhir pertandingan, membuat pemain dan ofisial tim Persita sepakat mengeroyok wasit setelah pertandingan usai. Pertandingan sendiri dimenangkan Sriwijaya FC U-21 dengan skor 1-0, melalui gol yang diciptakan Riski Dwi Ramadhan melalui titik penalti menit ke-90.

Laga antara Sriwijaya FC dan Persita, Minggu (9/6) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang berjalan imbang. Serangan silih berganti diperagakan kedua tim. Kemenangan menjadi incaran kedua tim, maklum tim manapun yang memenangkan laga, akan memimpin klasemen sementara.

Pertandingan sepertinya akan berakhir imbang, ketika hingga menit ke-90 skor masih imbang 0-0. Namun memasuki masa perpanjangan waktu, wasit Fajar Ginting memberikan hadiah penalti untuk Sriwijaya FC, karena pemain Persita dianggap melanggar pemain Sriwijaya FC di dalam kotak penalti.

Hadiah penalti ini sempat diprotes oleh pemain Persita, namun tidak digubris sedikitpun oleh wasit. Riski Dwi Ramadhan yang dipercaya menjadi algojo mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Usai Riski mencetak gol melalui titik putih, wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan usai.

Nah Saat wasit akan meninggalkan lapangan inilah, pemain dan ofisial Persita lantas menyerang wasit dengan melepaskan pukulan dan tendangan. Untungnya pihak keamanan bisa menyelamatkan wasit dari amukan pemain dan official Persita.

“Iya, tadi itu  usai pertandingan, pemain dan ofisial Persita memukul wasit, karena tidak puas dengan keputusan wasit memberikan penalti untuk Sriwijaya FC.,” kata Panpel Pertandingan Faisal Mursyid, Minggu (9/6) kepada GOAL.com Indonesia. (gk-42)

Terkait