thumbnail Halo,

Selain menempa skill tendangan bebas, Widodo juga terus memompa motivasi para pemainnya, agar tampil spartan di lapangan


LIPUTAN  HAMZAH ARFAH     DARI    GRESIK    

Jelang menghadapi Arema di Stadion Kanjuruhan, Jumat (14/6), Gresik United terus mematangkan skuadnya. Salah satunya adalah, dengan terus mengasah kemampuan Matsunaga Shohei dan Diogo Santos, dalam mengeksekusi tendangan bebas dari luar kotak penalti.

Menurut pelatih Gresik United Widodo Cahyono Putro, kedua pemain ini diharapkan bisa memecah kebuntuan dari free kick, bilamana gol yang diharapkan dari permainan terbuka tak kunjung terjadi.

“Kami memang memiliki pemain, yang bisa melakukan free kick secara akurat. Ada Matsunaga dan Diogo. Shooting mereka sangat keras dan akurat. Dan yang terpenting, mereka memiliki mental bagus untuk mencetak gol. Inilah yang kami butuhkan saat menghadapi Arema di kandangnya,” ujar Widodo kepada GOAL.com Indonesia.

Bahkan yang terhangat, Matsunaga menyelamatkan muka Gresik United saat dijamu Persepam Madura United (P-MU). Berkat gol tendangan bebas pemain asal Jepang ini, tim berjuluk Laskar Joko Samudro tersebut mampu menahan imbang Persepam 1-1, dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan (23/5).

Sedangkan Diogo, memiliki peran besar dalam servis bola-bola mati, tembakannya keras dan terarah. Servis tendangan bebasnya saat Gresik United menjamu Persib Bandung,, sukses berujung gol (3/6). Tendangan bebas Diogo dari jarak jauh kala itu, memang hanya membentur mistar gawang. Namun, Siswanto yang berdiri agak bebas, berhasil menanduk bola liar hasil tendangan Diogo tersebut dan mengantarkan kemenangan 2-1 bagi Gresik United.

“Saya sadar, bila kekuatan Arema salah satu yang disegani musim ini. Mereka juga memiliki materi pemain yang bagus di semua lini. Karena itu, kami akan coba maksimalkan potensi lain, untuk meredam Arema di hadapan para pendukungnya sendiri,” jelasnya.

Selain menempa skill tendangan bebas, Widodo juga terus memompa motivasi para pemainnya, agar tampil spartan di lapangan pada laga nanti. Kunci bermain spartan adalah disiplin di sepanjang pertandingan, konsisten dalam menjalankan taktik permainan, serta proses transisi yang bagus.

“Disiplin di posisinya masing-masing, konsisten menjalankan taktik, dan transisi permainan yang bagus, itulah kunci keberhasilan. Tentunya, semua ini harus didukung dengan kemauan dan tekat yang bulat, untuk memenangi pertandingan,” papar Widodo.

Sebelumnya, mantan asisten pelatih Timnas Indonesia U-23 ini juga sempat mengatakan, menyambut gembira jeda panjang yang dimiliki timnya, sebelum laga kontra Arema. Usai menekuk Persib 2-1 di laga terakhirnya, Senin (3/6), skuad Gresik United baru akan berhadapan dengan Arema, Jumat (14/6).

“Kami memang sengaja meliburkan para pemain agak panjang, agar mereka memiliki recovery yang cukup. Apalagi, lawan Arema juga masih tanggal 14 Juni mendatang. Saya tidak ingin, para pemain kelelahan saat lawan Arema nanti,” kata Widodo.

Atas alasan recovery dan tidak ingin pemainnya dilanda kelelahan sewaktu dijamu Arema itulah, Widodo lantas masih berpikir ulang untuk menggagas pertandingan ujicoba menghadapi tim lokal.

“Mengenai laga ujicoba dengan tim lokal jelang lawan Arema, kami belum merencanakannya. Karena kami harus melihat kondisi pemain terlebih dahulu. Kami tidak ingin pemain kelelahan, jika dipaksa harus melakoni ujicoba,” tegasnya. (gk-43)

Terkait