thumbnail Halo,
Timnas senior membutuhkan banyak laga uji coba untuk meningkatkan kualitas

CATATAN: Kenapa Indonesia Perlu Lebih Banyak Uji Coba Internasional

Timnas senior membutuhkan banyak laga uji coba untuk meningkatkan kualitas

GOAL.com/Antara

Banyaknya laga uji coba internasional dapat meningkatkan kualitas persepakbolaan nasional secara umum, dan menjadi ajang promosi bagi pemain.


OLEH    DONNY AFRONI


Sepanjang Juni dan Juli, publik sepakbola Indonesia bakal dimanjakan dengan kehadiran sejumlah tim papan atas Eropa. Setelah Belanda, Jumat (7/6), tiga klub Liga Primer Inggris, Arsenal, Liverpool, dan Chelsea juga akan hadir pada Juli.

Kedatangan tim-tim tersebut tentunya bakal memunculkan euforia, terutama bagi para fans dari keempat tim ini. Atraksi menghibur yang selama ini hanya bisa disaksikan melalui layar kaca, sekarang dapat dilihat secara langsung di stadion.

Kehadiran tim-tim asal Eropa tidak hanya memberikan hiburan bagi penggemar sepakbola di tanah air, tapi juga bagi para pesepakbola Indonesia. Ini menjadi momen bagi para pemain, terutama yang dipanggil masuk ke dalam skuat tim nasional untuk mengasah kemampuan mereka.

Klub-klub Eropa dalam beberapa tahun terakhir memberikan keuntungan bagi para pesepakbola nasional ketika melakoni laga persahabatan. Hanya saja, Indonesia minim melakoni pertandingan dengan tim nasional berkualitas bagus.

Setelah terakhir kali menjamu Uruguay di sebuah pertandingan persahabatan pada 2010, praktis timnas senior tidak pernah menghadapi tim nasional negara dengan kualitas sepakbola yang mumpuni.

Di rentang waktu itu hingga sekarang, Indonesia hanya berhadapan dengan tim seperti Palestina, Vietnam, Timor Leste, dan Filipina. Tak heran bila kehadiran Belanda disambut dengan sumringah oleh semua pihak.

Kendati memiliki kualitas di atas pemain timnas senior, uji coba ini diharapkan bisa memberika pengaruh terhadap posisi Indonesia di ranking FIFA. Saat ini, Indonesia menempati peringkat 170 dunia.

“Ini pertandingan penting bagi kedua negara, baik Indonesia dan Belanda. Kita mematangkan tim untuk Piala AFF 2014, sedangkan Belanda di Piala Dunia 2014,” ujar ketua umum Djohar Arifin Husein.

“Ini juga pertandingan resmi FIFA, dan diharapkan bisa memperbaiki posisi kita di ranking FIFA.”



Menghadapi pemain seperti Robin van Persie, Arjen Robben, atau Wesley Sneijder merupakan latihan psikologi bagi para pemain timnas senior, sehingga mereka memiliki mental kuat dalam menghadapi pemain sebagus apa pun.

Indonesia sedang menjalani laga kualifikasi Piala Asia 2015, dan berada di grup maut bersama Irak, Arab Saudi, dan Cina. Jam terbang di pentas internasional dibutuhkan untuk meloloskan Indonesia ke putaran final di Australia.

“Dalam briefing tadi sebelum latihan [Rabu, 5/6], saya memotivasi pemain agar tidak gentar melawan Belanda. Saya meminta para pemain memperlihatkan kemampuan terbaik,” tambah Djohar.

“Diharapkan dari uji coba melawan tim-tim berkualitas bisa meningkatkan performa tim kita di masa mendatang.”

Dengan melakoni laga internasional, ada keuntungan lain yang bisa diperoleh para pemain. Jika pemain bisa tampil maksimal, maka mereka bisa mendapatkan promosi diri secara tidak langsung. Setidaknya, para pemain dilihat klub-klub lain, syukur-syukur dapat mengembangkan karir di Eropa.

“Pertandingan melawan Belanda disorot banyak media asing, dan disiarkan langsung sejumlah stasiun televisi di luar negeri. Ini bisa menjadi market bagi pemain itu sendiri. Mereka dapat mempromosikan dirinya,” ucap Djohar.

Keuntungan besar memang bakal diperoleh Indonesia dari laga internasional. Diharapkan, laga persahabatan melawan tim-tim berkualitas bisa meningkatkan persepakbolaan Indonesia di masa mendatang. Setidaknya, memunculkan sepakbola Indonesia di dunia internasional, namun dari sisi positif.


Garuda vs. Oranje

Terkait