thumbnail Halo,

Beto mengaku belum menerima surat resmi pemecatan dari manajemen Pro Duta.


LIPUTAN  NINA RIALITA     DARI  MEDAN    

Manajemen Pro Duta mengambil keputusan mengejutkan, dengan memecat pelatih kepala Roberto Bianchi. Hal ini dikatakan president klub, Wahyu Wahab.

Menurutnya, ini dilakukan karena beberapa pertimbangan. Di antaranya, disharmonisasi hubungan pelatih dan manajemen. Puncaknya, adalah pertengkaran Wahyu Wahab dengan Beto dua hari lalu, gara-gara pemberitaan yang mengkritik kinerja pelatih warga negara Spanyol tersebut dari komentar Wahyu.

"Dia [Beto] datang dan marah-marah, apakah prilaku tersebut bisa diterima?  Dia perlihatkan SMS dari Ariel [asisten dan penerjemah], bahwa dia memberitahu ada berita tentang saya kritik dia yang menurutnya berimbas pada banyaknya orang yang telepon dia. Bagi saya itu cukup memalukan, makanya saya langsung ambil keputusan, karena jangan dia pikir karena saya bukan owner lalu tidak bisa memecat dia. Saya bertanggung jawab atas segala hal di lingkungan Pro Duta FC, dan saya bicara berdasarkan kemauan yang ngucurin uang bukan keinginan pribadi atau punya kepentingan tersembunyi. Tidak, sama sekali tidak ada itu," ungkapnya kepada GOAL.com Indonesia, Minggu (2/6).

Wahyu mengaku sejatinya hubungannya dengan Beto sempat sangat baik.

"Saya senang berteman dengan dia, tetapi memang akhir-akhir ini dia terlihat tidak seperti sebelumnya terhadap saya dan teman-teman staf Pro Duta. Saya mungkin salah mengritik kinerja dia lewat media, tapi apakah dia sudah benar ketika dia bicara ke media tentang kondisi keuangan klub? Dan apakah sudah benar dia pernah berkata ke saya agar memberitahu owner untuk mikir cari duit buat klub bukan ngurusin gaya main tim?" beber Wahyu.

"Terus, apakah dikatakan seorang ksatria kalau tim kalah menyalahkan wasit dan lapangan?  Kalau wasit okelah,  tapi kalau lapangan? Lawannya kan juga main di lapangan yang sama, tidak dan bukan di stadion lain.  Jadi dia sudah merasa benar semua yang dibuatnya, dan yang kami buat tidak pernah benar bagi dia," tukasnya.

Menurut Wahyu, Beto sendiri yang dengan nada tinggi memerintahkan dirinya agar memutus kontraknya.

"Saya ingati dia; Beto, 'I’m good to you', dia jawab; 'now no good'.  Jadi kalau 'now no good'  apa yang mau saya pertahankan lagi dari dia, dan gaya serta sikapnya yang seenaknya mungkin dikarenakan dia beranggapan kalau tidak ada dia di sini, Pro Duta tidak hidup hari ini," tuturnya.

Beto sebenarnya cukup baik menangani tim, terbukti promosi Pro Duta dari Divisi Utama LPIS ke Indonesian Premier League (IPL) musim ini. Saat ini, tim berjuluk Kuda Pegagus ini berada di peringkat tiga teratas dengan skuat mayoritas pemain muda. Namun, menurut Wahyu, itu bukanlah tolak ukur kesuksesan Beto.

"Alhamdulillah dengan segala kekurangan IPL 2013 kami bisa di atas [peringkat ketiga],  lawan tidak datang, tuan rumah tidak menggelar pertandingan. Kesiapan tim-tim lain tidak seperti kami yang lebih awal mempersiapkan kerangka tim dan memulai latihan serta rekrutmen pemain sejak November 2012.  Secara tim, saya menilai Pro Duta selalu saja sulit membuat gol dalam pertandingan akibat lemahnya finishing skill, kemenangan terbesar 3-0 saat melawan Persija yang dinyatakan menang WO.  Bola terbang-terbang di atas, tidak main bola bawah, kurang upaya dalam 'shot on goals'," ucapnya.

"Anak-anak dilatih keras pagi dan sore. Ringkasnya, dia tidak mau dikoreksi;  selalu saja hal nonteknis yang dikembangkan. Saya sering mengalah kalau dia lagi emosi, sepertinya dia jadi terbiasa dan menjadikan itu jurus untuk menakut-nakuti saya," jelasnya.

Secara mekanisme, Beto sebenarnya belumlah menerima surat pemecatan resmi. Wahyu mengatakan surat sedang dipersiapkan.

"Malam ini [Minggu] akan kami siapkan. Saya sudah berita tahu dia soal ini. Bagi saya dia bukan pelatih Pro Duta lagi.  Dia kan gentleman, saya harap seorang gentleman tidak menjilat kembali ludahnya.  Karena saya juga bersikap gentleman, saya kan ngikuti permintaan dia walaupun saya bisa bertindak sesuka hati saya tetapi saya masih tetap ikut permintaan dia untuk putus kontrak 31 Mei 2013," ungkapnya.

"Kompensasi sebulan gaji dan melunasi haknya yang terutang akan kami lakukan segera, saya juga siap atas segala resiko dan apapun yang terjadi nanti.  Saya akan bertanggung jawab dan segera membuat laporan
kepada BOC [pemilik]," lanjutnya.

Untuk menangani tim, Wahyu menambahkan, untuk sementara akan menyerahkan kepada Ansyari Lubis dan Slamet Riyadi, dua asisten pelatih Beto.

"Hanya Slamet, Ansyari dan Halim [pelatih kiper] yang saya izinkan di kepelatihan. Kalau dia [Beto] masih melatih anak-anak besok, itu terserah dia," tegasnya. Ini berarti, asisten pelatih lainnya Amran dan asisten dan penerjemah Ariel Guiterez tidak juga dianggap bagian dari tim lagi.

Sementara itu, Beto belum mau berkomentar banyak. Menurutnya, dia masih pelatih Pro Duta yang sah karena belum menerima surat resmi dari manajemen.

"Jika seseorang di klub bilang sudah memecat saya. Sampaikan padanya, bahwa saya belum menerima surat pemutusan kontrak," jelasnya via BBM.

"Saya besok [Senin] masih akan melatih tim. Jika suatu hari saya harus meninggalkan Pro Duta itu karena saya menginginkannya. Tidak ada alasan kenapa saya harus dipecat," pungkasnya. (gk-38)

Terkait