thumbnail Halo,
PSMS PT Liga kalah 2-1 dari Persitara

PSMS Ditaklukkan Persitara, Penonton Ganggu Jalannya Pertandingan

PSMS PT Liga kalah 2-1 dari Persitara

Nina Rialita

Edy Syahputra mengatakan, kekalahan ini terjadi karena pemainnya kurang konsentrasi.


LIPUTAN  NINA RIALITA     DARI  MEDAN    

Skuat PSMS Medan Divisi Utama LPIS harus mengecap kekalahan perdana mereka musim ini dalam lanjutan grup I putaran pertama. Ini setelah mereka dikandaskan tim tamu Persitara Jakarta Utara 2-1 di Stadion Teladan,
Medan (2/6).

PSMS justru sempat ketinggalan dua gol yang dicetak Firman pada menit ke-37 dan injury time menit ke-90 + 1, sedangkan gol PSMS dicetak Juanda Mahyadi juga pada menit injury time 90 + 2. Dengan hasil ini, PSMS sudah menjalani tujuh partai dengan 12 poin, tiga kali menang, tiga kali seri dan sekali kalah.

Pelatih kepala PSMS LPIS Edy Syahputra mengatakan, kekalahan ini terjadi karena pemainnya kurang konsentrasi. Itu terlihat dari gol pertama Persitara yang tercipta karena Firman lepas dari kawalan Irwanto dan kiper PSMS Yuda Andika juga tidak mampu menghalau bola. Gol kedua juga sama, pada menit injury time, Firman mampu menusuk dari sayap dan menggetarkan gawang PSMS saat PSMS keasyikan menyerang.

“Secara umum Persitara bermain bagus. Serangan dari sayap mereka sangat baik dan kami ketinggalan jauh. Mereka menyerang dari kiri dengan baik. Selain itu, konsentrasi pemain kami juga kurang, gol pertama dan kedua terjadi karena lepas kontrol,” ungkapnya kepada GOAL.com Indonesia.

Pertandingan ini tidak hanya berakhir mengecewakan, tapi juga diwarnai ulah penonton yang berbaur dengan suporter di tribun utara dengan melempari bagian gawang Persitara yang membuat jalannya pertandingan
terhenti beberapa kali. Kiper Persitara Kuswanto mengambil bukti pecahan batu yang mendarat di daerah gawangnya ke wasit yang memimpin pertandingan. Terutama pada babak kedua, karena terulang berkali-kali,
Edy Syahputra dan kapten tim Saktiawan Sinaga terlihat harus mendatangi tribun utara pada menit ke-60 meminta agar tindakan lempar batu tersebut berhenti. Tak juga ampuh, 15 menit kemudian, Saktiawan mengumpulkan kembali beberapa batu yang masih berada di daerah gawang Persitara, berjalan ke arah tribun utara dengan sangat emosi. Sakti meminta tegas tidak lagi ada aksi lempar batu tersebut. Aksi suporter ini diduga lantaran memori dua tahun silam, suporter PSMS mengalami luka saat mendukung PSMS di kandang Persitara. Alhasil pertandingan berakhir dengan tambahan waktu delapan menit.

“Ini juga sangat mengganggu konsentrasi pemain. Karena pertandingan berhenti, emosi pemain terkuras dan tidak fokus. Ruginya juga ke kita tuan rumah. Saya ingin kita damai-damai saja. Apapun yang melatarbelakanginya jangan diingat lagi. Karena kelak, PSMS akan bertandang ke Persitara. Kami enggak mau mendapatkan perlakukan yang sama lagi,” ungkap Edy yang dua musim lalu juga mendampingi PSMS melawat ke Persitara di kompetisi divisi utama.

Sementara itu, asisten pelatih Persitara Parlindungan Tambunan mengatakan, kesuksesan timnya mengalahkan PSMS, lantaran kemampuan mengembangkan strategi mematikan gerak striker Saktiawan Sinaga dan gelandang Donny Fernando Siregar.

“Sakti pemain spesial, makanya saya tugaskan pemain muda kami yang masih berusia 19 tahun untuk mengawalnya sejak menit awal. Saya melihat Sakti dan Donny Siregar yang perlu dijaga. Dengan hasil ini, saya bangga dengan pemain. Walaupun dengan kondisi skuat yang datang ke Medan minim tapi motivasi anak-anak sangat besar main di Stadion Teladan,” ujarnya.

Dengan hasil ini, Persitara sudah menuntaskan putaran pertama dengan 17 poin dari sembilan kali main, lima kali menang, dua kali seri dan dua kali kalah.

Parlin mengatakan, sejatinya PSMS bermain baik, namun hilang fokus karena terpancing emosi.

“Emosi karena penjagaan pemain kami ke Sakti, juga pemain PSMS emosi karena perlakuan suporter sendiri. Bahkan babak kedua, kami pun tak lebih baik penampilannya dari babak pertama. Tapi, karena konsentrasi pemain lawan pecah kami manfaatkan itu. Apalagi dengan pola 4-2-3-1 kami melihat ada potensi melakukan serangan cepat, sehingga terjadi gol kedua,” ungkapnya.

Dia memaparkan, para pemainnya memang menunjukkan komitmen bermain bola yang baik, meskipun baru tiba di Medan Minggu pagi, atau beberapa jam sebelum pertandingan. Ini dilakukan untuk penghematan.

“Kami memang belum mendapatkan hak secara finansial dalam beberapa bulan ini. Kami juga datang telat ke Medan demi penghematan, tapi anak-anak mau main bola. Makanya saya bangga, walaupun sempat mogok kemarin, tapi akhirnya mau tetap main. Kami juga pulang langsung malam ini,” jelasnya.

Presiden direktur Persitara Andika menambahkan perihal ulah penonton di tribun utara Stadion Teladan yang sempat menganggu jalannya pertandingan, sangat disesalkannya. Menurutnya, ini tidak hanya menganggu tim lawan tapi juga tim tuan rumah.

“Saya melihat PSMS terbebani mainnya, setelah main seri lawan Lampung FC sebelumnya. Apalagi hari ini psikologis pemain terganggu karena ulah penonton tadi. Yang terganggu bukan hanya tim tamu, tapi juga tuan rumah,” pungkasnya.

Dalam pertandingan ini, wasit Muhadi mengeluarkan dua kartu kuning, satu untuk pemain PSMS Rommy Agustiawan menit ke-64 dan satu lainnya kepada pemain Persitara Pepito menit ke-33. (gk-38)

Susunan Pemain:

PSMS: Yudha Andika (gk), Rommy Agustiawan, Ari Yuganda/Luis Irsandi (75’), Sugiono, Irwanto; Donny Siregar, Zulkarnain, Heri Irwansyah/Jecki Pasarella (80’), Muhammad Antoni/Juanda Mahyadi (36’), Safri Koto, Saktiawan Sinaga (C).
Pelatih: Edy Syahputra

Persitara: Kuswanto (gk), Ryan, Manan, Evrad (C), Supra/Goffur (80’), Dede, Irfan, Radian, Firman, Pepito, Renggur.
Asisten Pelatih: Parlin Tambunan

Terkait