thumbnail Halo,

Pelatih salahkan CEO hanya umbar janji


LIPUTAN    NINA RIALITA     DARI     MEDAN    

PSMS Medan Divisi Utama LPIS hanya mendulang satu poin, setelah menahan imbang Lampung FC dengan skor 1-1, dalam lanjutan kompetisi grup I di Stadion Teladan, Rabu (29/5). PSMS sempat tertinggal lebih dulu lewat gol tim tamu, Abu Bakar Bah menit 6 dan menyamakan kedudukan melalui Safri Koto pada menit 31. Hasil ini membuat target PSMS ingin mendekat ke posisi puncak yang diduduki Lampung FC belum berhasil.

Pelatih Kepala PSMS LPIS, Edy Syahputra mengakui tim lawan, Lampung FC tim yang bagus. “Kami akui Lampung FC Bagus. Mereka pantas di puncak klasemen. Mereka (Lampung FC) juga pintar, karena tidak terpancing untuk menggeser posisi pemain mereka di gelandang (Abu Bakar Bah) saat kami masukkan Jecky Pasarella (menit 74) dengan memainkan tiga striker,” ungkapnya.

Edy mengatakan Lampung FC berhasil mengakui permainan di 30 menit babak pertama dan merusak skema permainan  PSMS. “Kami masih banyak kekurangan. Di 30 menit babak pertama skema permainan kami hancur. Ya, kami kehilangan dua poin ini akan berimbas pada evaluasi ke depan misalnya meminimalisir kesalahan mendasar yaitu komunikasi antarpemain di lapangan. Itu terus yang jadi permasalahan. Seandainya, saling komunikasi di lapangan lancar semua akan berjalan baik. Kami juga akan kembali fokus membenahi lini belakang,” jelasnya.

Pada pertandingan ini, Edy berani menurunkan striker muda Safri Koto untuk berduet dengan Saktiawan Sinaga dan mencadangkan Jecky Pasarella. “Jecky saya cadangkan karena ini merunut evaluasi dan grafik peningkatan saat latihan. Begitu juga memainkan Juanda Mahyadi sejak menit awal. Saya memang menciptakan kompetisi di antar pemain agar pemain yang tidak merasa posisinya selalu aman,” ungkapnya.

Penampilan skuat PSMS LPIS dalam pertandingan, memang tidak seperti biasa. Selain perubahan di beberapa lini, misalnya putusnya skema serangan ke depan dari sayap yang biasa digalang Ary Yuganda. Ary absen karena akumulasi kartu. Saktiawan Sinaga dkk juga bermain kurang semangat. Soal ini, Edy tak menampik kendala nonteknis soal tertunggaknya gaji menjadi salah satu faktornya.

“Mental anak-anak enggak bisa dibohongi. Hati kalau ada beban mainnya tidak lepas. Ini masalah sisa gaji bulan April yang belum dibayar CEO (Wimvi Tri Hadi). CEO janji akan dibayar sebelum tanggal 29, tapi tidak ada. Selama ini gaji baru dibayar kira-kira 70 persen, selebihnya hanya bonus dari manajer. CEO tidak mampu, kami hanya diberi janji-janji terus sama CEO. Saya tidak salahkan ketua umum (Benny Sihotang) atau manajer, CEO yang saya salahkan. Ini janji bukan sekali. Saya sudah terlalu sering meredam anak-anak, ini enggak bisa ditutupi lagi. Mungkin lain ceritanya kalau tadi gaji beres, mungkin anak-anak bisa lepas bermain. Saya tadi malam (Selasa malam) sampai jam setengah dua belas malam masih sibuk nyari kemana-mana agar ada solusi soal gaji ini. Tapi, besok (Kamis), katanya akan ada rapat pengurus soal ini,” bebernya.

Sementara itu, Pelatih Lampung FC, M Nasir mengatakan hasil seri ini merupakan target tim, meski diakuinya bisa mengalahkan PSMS di pertandingan ini. “Saya sudah kenal tipikal pemain-pemain Medan, karena dulu sering bertemu saat masih di PS Bengkulu. Secara teknik kami unggul, pemain PSMS itu menang di gaya rap-rap dan fanatismenya. Ini yang membakar semangat skuat kami untuk bisa menang. Itu bisa dilihat di awal-awal pertandingan tadi, banyak peluang kami yang tercipta,” ujarnya.

Namun, Nasir menjelaskan skenario timnya untuk bisa mengungguli PSMS hingga akhir pertandingan setelah gol Abu Bakar Bah menit 6 tidak tercapai, lantaran sang kapten tim Ari Wibowo terpaksa keluar lapangan karena cedera pada menit 19.  “Salah satu skenario kami berubah seketika saat roh permainan kami yaitu kapten kami keluar, dia cedera hamstring. Jadi skema main dan rencana strategi mainpun berubah. Apalagi penggantinya (Yudi Pramono) adalah pemain yang belum pernah main sebelumnya. Dari sembilan pertandingan sebelumnya, dia belum pernah turun, pemain muda kami. Alhamdulillahnya dia bisa sedikit memerankan posisi yang ditinggalkan kapten di belakang,” jelasnya.

Secara umum, lanjutnya Nasir menerima hasil pertandingan ini. Tapi, soal kepemimpinan wasit dikritiknya. Terutama ketidakjelian wasit melihat tingkat pemain PSMS, Saktiawan Sinaga yang menurutnya acapkali melakukan pemukulan terhadap pemainnya di lapangan. Dia juga membela kipernya Deny Saprianto yang sering mendapat protes pemain PSMS, karena memperlama waktu dengan berbaring menahan sakit di depan gawang. “Saya kecewa dengan wasit. Pemukulan pemain oleh Saktiawan kok wasit tidak ada tindakan. Kalau soal kiper kami memang bermasalah di lutut bukan disengaja begitu (memperlama waktu). Kami terpaksa menurunkanya karena kami butuh pemain yang berpengalaman untuk pertandingan ini. Kalau dia main, membuat rekan-rekannya nyaman,” bebernya.

Sejauh ini, menurutnya keberhasilan Lampung FC berada di posisi puncak tak terlepas dari hubungan antarskuat dengan sluruh pengurus dan manajemen berjalan baik. Ini juga mencakup tidak adanya kendala non teknis seperti tunggakkan gaji pemain. “Alhamdulillah kami enggak ada masalah. Pengurus bagus. Memang bayaran atau kontrak pemain kami kecil dibanding pemain PSMS. Anak saya paling besar bayarannya hanya Rp60 juta. Di tim kami ini ada sebelas pemain yang sudah bersama saya sebelumnya (di PS Bengkulu tiga tahun), jadi walaupun ada tawaran kontrak lebih besar di luar mereka mau ikut dengan saya,” ungkapnya.

Dalam pertandingan ini, wasit Syaiful Abdi mengeluarkan dua kartu kuning untuk PSMS kepada Agung Prasetyo pada menit 25 dan Muhammad Antoni pada menit 60. Sedangkan, satu pemain Lampung FC hanya menerima satu kartu kuning yakni Aang Baktiawang pada menit 76. (gk-38)

Susunan Pemain

PSMS  (4-4-2) : Yudha Andika (gk); Irwanto, Agung Prasetyo, Rommy Agustiawan, Erwinsyah Hasibuan; Donny Fernando Siregar, Samsul Bahri/Muhammad Antony (53’), Zulkarnain, Juanda Mahyadi/Jecky Psarella (74’); Saktiawan Sinaga (C), Safri Koto
Pelatih : Edy Syahputra

Lampung FC (4-4-2) : Deny Saprianto (gk); Wibowo/May Rahman (77’), Taufik Hasbuna, Ari Wibowo (C)/Yudi Pramono (19’), Rony Rosadi; Ervin Butar-Butar, Abdul Azis/KG Ray (50’), Aang Baktiawang, Abu Bakar Bah, Nova Hermawan, Anton Irawan
Pelatih : M Nasir

Terkait