thumbnail Halo,
PSMS PT Liga menang 3-2 atas PSAP Sigli

Kalahkan PSAP, PSMS Naik Ke Posisi Dua

PSMS PT Liga menang 3-2 atas PSAP Sigli

Nina Rialita

Rudi Saari mengakuinya PSMS bermain lebih bagus dari timnya.


LIPUTAN  NINA RIALITA     DARI  MEDAN    

Catatan positif ditorehkan skuat PSMS Divisi Utama PT Liga. Pada laga ketiga mereka di putaran kedua, PSMS belum terkalahkan (sebelumnya menang atas Persih dan Persisko) dan kembali mendulang tiga angka, setelah mengalahkan PSAP Sigli dengan skor 3-2 di Stadion Teladan, Sabtu (25/5) sore. 

Ketiga gol PSMS dicetak Safrial Irfandi pada menit ke-30 lewat tendangan penalti, Tri Hardiansyah pada menit ke-52, dan Tambun Naibaho pada menit ke-63, sedangkan dua gol PSAP dicetak Sayuti pada menit ke-20 dan Zulfikar menit ke-78 lewat tendangan penalti.

Dengan kemenangan ini, PSMS naik ke posisi kedua grup I dengan poin 15 dari delapan kali tanding, empat kemenangan, tiga seri dan sekali kalah. Ayam Kinantan, julukan PSMS, menyalip posisi PS Bangka yang sebelumnya di posisi kedua dengan 14 poin. PS Bangka akan melakoni laga berikutnya lawan PS Bengkulu, Minggu (26/5). PSMS memiliki catatan lebih baik dari putaran pertama yang seri 2-2 bermain di kandang PSAP (24/2) lalu.

Pelatih kepala PSMS PT Liga Suharto AD tak bisa menyembunyikan rasa bangganya terhadap para pemain. Di tengah kondisi miris tanpa gaji sejak putaran pertama, Hardiantono dkk masih bisa bertanding dengan maksimal.

“Yang jelas puji syukur kepada Allah, kami bisa memetik hasil penuh. Anak-anak bermain sangat baik dan penuh motivasi, meskipun banyak problem di lapangan. Termasuk dua kartu merah yang sangat merugikan tim.  Target anak-anak bisa mencetak dua gol, tapi malah bisa tiga gol, walaupun harus kebobolan dua gol. Ya inilah permainan, situasinya memang seperti itu,” ungkapnya usai pertandingan.

Suharto mengatakan, jalannya pertandingan sempat ternoda karena wasit dinilai kurang jeli. Misalnya, kartu merah (dua kali kartu kuning) yang diterima Safrial Irfandi setelah menerima sikutan pemain PSPA. Pada menit ke-67, Irfandi jatuh di tengah lapangan setelah menerima sikutan di bagian wajah oleh pemain PSAP Heri Saputra. Wasit mengeluarkan satu kartu kuning untuk Irfandi, yang sebelumnya sudah menerima satu kartu kuning pada menit ke-32, dan kartu merah ke Heri Saputra. Kartu merah lainnya diterima kiper PSMS Zulham Saputra setelah melakukan pelanggaran kepada gelandang PSAP Zulfikar pada menit ke-77. Zulham terpaksa keluar digantikan kiper lainnya, Irwin Ramadhana. PSMS akhirnya main dengan sembilan pemain, dan PSAP dengan sepuluh orang.
 
“Harusnya wasit lebih jeli. Irfan itu dilanggar, kok malah dikasih kartu. Saya melihat wasit tidak fair. Kalau kartu merah untuk Zulham saya enggak apa-apa malah, memang dia pantas dikartu merah,” jelasnya.

Suharto juga menyentil kepedulian ketua umum Indra Sakti Harahap. Indra hadir di stadion hingga pertandingan usai di tribun VVIP. Namun, usai pertandingan pun, dia tidak menyalami pemain atas kemenangan tersebut. Dia malah memilih tetap di tempat duduknya berfoto bersama koleganya dan malah sibuk menerima ucapan selamat kemenangan dari beberapa rekan-rekannya di tribun VVIP.

“Saya enggak tahu dia hadir. Saya juga enggak tahu siapa sebenarnya ketua umum kami. Kalau dia [Indra Sakti] masih merasa ketua umum harusnya dia peduli. Tapi, sejauh ini bonus kemenangan dijanjikan oleh Pak Alex Gho [mantan CEO di awal pembentukkan tim]. Pak Alex mau kasih tim ini Rp8 juta. Menang dikasih Rp2 juta, satu gol dihargai Rp1 juta dan untuk tim pelatih mau dikasih Rp3 juta,” tuturnya.

Sementara itu, pelatih PSAP Sigli Rudi Saari mengakuinya tim tuan rumah lebih bagus dari timnya, namun dia juga mengkritik keputusan wasit yang dinilai menjalankan tugasnya kurang baik.

“Yang jelas PSMS lebih baik. Ini namanya rezeki PSMS. Saya sebenanya dari dulu enggak pernah protes soal wasit. Tapi memang saya enggak terpikir harus keluar tiga kartu merah di pertandingan ini. Wasit yang membuat permainan ribut dan berjalan emosi. Alhasilnya, kedua tim dirugikan, PSMS harus kehilangan dua pemainnya di laga berikutnya, kami satu pemain.  Yang saya sesali tercorengnya pertandingan ini dengan tiga kartu merah tadi,” ujarnya.

Rudi menambahkan dengan kondisi pemain yang emosi, membuat skuatnya yang kelebihan pemain usai kiper PSMS Zulham Sahputra dikartu merah tak bisa berbuat banyak untuk menyamakan kedudukan.

“Ya seharusnya keunggulan pemain menjadi keuntungan kami. Tapi apa boleh buat. Intinya PSMS lebih baik,” tegas Rudi yang enggan berkomentar soal persoalan tim PSAP yang juga bermasalah dengan gaji. (gk-38)

Susunan Pemain:

PSMS: Zulham Sahputra (gk), Hardiantono (C), Andi Safrizal, Novianto, Susanto/Doddy (72'), Aidun Sastra Utami, Tri Hardiansyah, Muhammad Irfan/Deni Setiawan (60'), Safrial Irfandi, Riko Simanjuntak, Tambun Naibaho/Irwin Ramadhana (77' gk).
Pelatih : Suharto AD

PSAP: Sabani (gk), Ikhwani/Nanda  Zulmi (66'), M Iqbal, M Ali (C), Rahmad, Zulfadli/Abdul Faisal (61'), Reza Fandi, Heri Saputra, M Zulfikar, Sayuti.
Pelatih : Rudi Saari

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait