thumbnail Halo,
Benny Sihotang memberi isyarat akan mundur dari PSMS LPIS

Benny Sihotang Beri Sinyal Mundur

Benny Sihotang memberi isyarat akan mundur dari PSMS LPIS

Nina Rialita

Benny Sihotang menegaskan dirinya belum secara resmi mengundurkan diri.


LIPUTAN  NINA RIALITA     DARI  MEDAN    

Persoalan pelik perihal pendanaan juga masih menaungi PSMS Divisi Utama LPIS. Kali ini, sang ketua umum Benny Sihotang disebutkan segera turun dari jabatannya, lantaran krisis finansial yang belum menemui solusi. Padahal, Saktiawan Sinaga dkk sudah menjalani lima partai dengan raihan cukup positif tanpa kekalahan di dua laga kandang dan tiga laga tandangnya. Kabar mundurnya Benny Sihotang merebak di twitter sejak Senin (20/5) malam.

Informasi ini menjadi pembahasan, karena terjadi hanya beberapa jam setelah kasus Indra Sakti Harahap, ketua umum PSMS PT Liga yang didesak mundur lantaran dianggap tak sanggup bertanggung jawab. Namun, Benny Sihotang menegaskan belum secara resmi mengundurkan diri. Hanya saja, sinyal itu akan dikuatkannya jika ternyata masalah pendanaan tidak juga menemui jalan keluar.

"Saya belum katakan mundur. Saya meminta, jika permasalahan finansial terus terjadi,  hendaknya tim dibubarkan dan selanjutnya saya siap mundur dari jabatan saya karena telah gagal menjadi ketua umum," ujarnya kepada GOAL.com Indonesia.

Benny menyebutkan, hal ini menguak ke permukaan lantaran skuat PSMS LPIS terus mempertanyakan soal gaji kepadanya. Dia menilai, persoalan ini harusnya bisa ditangani CEO.

"Dipilihnya CEO, karena komitmennya bertanggung jawab melanjutkan kompetisi 2013. Saya minta CEO melakukan penyelesaian. Saya juga sampaikan ultimiatum bahwa tim ini akan dibubarkan jika kondisi yang sama masih terjadi," tegasnya.

Direktur perusahaan daerah (PD) pasar kota Medan ini menjelaskan, tidak adanya subsidi atau bantuan dari operator liga PT LPIS kepada peserta kompetisi membuat PSMS cukup berat mengarungi musim. Persoalan lain, menurutnya adalah gagalnya beberapa sponsor yang niatnya di awal mensponsori PSMS.

"Sponsor dihubungi, awalnya mereka punya  komitmen untuk masuk, tapi akhirnya tidak berani masuk. Apalagi, kami pengurus punya keterbatasan," ungkapnya.

Sementara itu, CEO PSMS LPIS Wimvi Tri Hadi mengatakan sudah tahu tentang beredarnya info mundurnya Benny Sihotang dari dunia maya.

“Kabarnya masih simpang siur. Dari tweeter juga saya tahu disebutkan akan menggantikan pak Benny sebagai PLT ketua umum, ada juga kabar yang menyebutkan bahwa aku akan menyusul Pak Benny mundur karena kami diduga satu paket. Belum pasti, tapi kalau ada, ketua umum akan gelar  konferensi pers. Selama itu belum, semua masih  belum pasti," jelas Wimvi.

Sebagai CEO, Wimvi mengatakan memang ada beberapa hal menyangkut sponsor yang belum kelar, sehingga menggangu operasional tim. Misalnya, CILO Sports yang sejatinya tidak hanya memberi perlengkapan tanding tapi juga dana segar. Hingga saat ini dana segar tersebut belum turun. Menurutnya, ada miskomunikasi yang terjadi sehingga menghambat realisasinya.

“Pada perjanjian kontrak disebutkan, CILO akan diberi space di mess Kebun Bunga dan Stadion Teladan yakni tempat untuk menjual merchandise dari perusahaan apparel itu. Itu belum terlaksana, dan itulah yang jadi hambatan uang digelontorkan. Dan mudah-mudahan setelahnya tidak ada masalah lagi,” ungkapnya. Saat ini, skuat PSMS LPIS baru menerima gaji perdana bulan lalu itupun belum penuh dan dibayar secara cicilan. Sedangkan gaji bulan kedua belum dibayarkan. (gk-38)


Masih terbuka kesempatan untuk membeli t-shirt edisi khusus GOAL.com. Klik salah satu desain kaus di bawah ini untuk cara pemesanan. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi goal.kreavi.com di nomor (021) 345 2975.

GET 'EM ALL GARUDA

IDR 99.000
Lihat T-Shirt

GARUDA DI DADAKU

IDR 99.000
Lihat T-Shirt

GARUDA DALAM TUBUHKU

IDR 99.000
Lihat T-Shirt

FLY HIGHER GARUDA

IDR 99.000
Lihat T-Shirt

THE WAR SPIRIT

IDR 99.000
Lihat T-Shirt

INDONESIAN LEGENDS

IDR 99.000
Lihat T-Shirt
Hasil penjualan akan disumbangkan kepada SOS Children's Villages, sebuah organisasi nonprofit yang menampung anak-anak tanpa orang tua atau yang berpotensi kehilangan pengasuhan orang tua.

Terkait