thumbnail Halo,

Segera laporkan Indra Sakti ke KONI


LIPUTAN   NINA RIALITA     DARI    MEDAN    

Sikap acuh ketua umum PSMS PT Liga, Indra Sakti Harahap terhadap kiprah tim di divisi utama tak bisa lagi ditolelir. Ofisial tim menyuarakan kegerahannya atas tindak tanduk sang ketua umum yang tidak membayarkan hak dan mengingkari janji untuk kesekian kali. Langkah tegas bakal diambil ofisial dan skuat yang akan mendatangi Kantor Wali Kota dan KONI Medan, Senin pagi.

Hal ini tertuang dalam temu pers di mes PSMS, Kebun Bunga, Minggu (19/5) sore. Indra Sakti yang semangat di awal menjadi ketua umum berubah sikap menjadi orang yang sangat sulit ditemui dan cuek dengan perkembangan tim.  Puncak kekecewaan terhadap sang ketum terjadi usai PSMS melakoni dua partai tandang melawan Persih dan Persisko yang berakhir dengan kemenangan. Hasil positif ini tidak juga direspon oleh Indra Sakti yang sudah berjanji akan memberikan bonus dan pinjaman gaji.

Sekretaris Tim, Fityan Hamdy mengungkapkan dalam rapat internal 12 April 2013 di rumah pengurus PSMS  Matius Latuperissa menghasilkan janji yakni pertama, ketua umum  akan memberikan uang transpor kepada seluruh pemain dan perangkat tim sebesar Rp1 juta untuk dimulainya persiapan tim menjelang putaran kedua. Ketum akan memberi pinjaman Rp3 juta kepada seluruh pemain sebelum berangkat tur ke Tembilahan. Namun lucunya ISH meminta surat permohonan resmi apabila ingin dicairkannya dana, dengan alasan prosedural. "Tapi  sampai sekarang apa yang dijanjikannya (Indra Sakti) tidak juga terbukti, semua bohong," ketus Fityan.

Indra juga diketahui berjanji akan memberi pinjaman gaji dan bonus saat menggelar pertemua tertutup yang dihadiri Sekum Matius Latuperissa, CEO Faisal (versi Indra Sakti) dan Suharto AD (calon pelatih kepala menggantikan Suimin pada waktu itu).

Selain itu, Indra Sakti dituding tidak ada niat transparan dengan keuangan klub yang menerima bantuan dari PT Liga senilai Rp450 juta. Sesuai hasil  Manager Meeting di Solo sebelum bergulirnya kompetisi musim ini disepakati, bahwa semua peserta kompetisi divisi utama (DU) PT Liga mendapat subsidi uang sebesar Rp450 juta yang akan dibayarkan setiap bulan Rp50 juta. Bahkan dengan catatan kalau tim masuk ke 12 besar maka akan ditambah lagi Rp100 juta.

"Sejauh ini, Indra Sakti sudah menerima empat kali cicilan Rp50 juta perbulan dengan total Rp200 juta, informasi ini kami peroleh dari Manager Keuangan PT Liga Yulius Amos yang bukti rekap setorannya telah diprintkan ke kami," bebernya.

Uang Rp50 juta itu, lanjutnya  diterima Indra periode bulan Februari, April dan Mei.  "Maret tidak ada laporan, kesimpulan kami dia (Indra) ambil secara cash ke Jakarta. Setahu kami Rp200 juta sudah disetor PT. LI kepada Indra, namun sampai sekarang belum sepeserpun tim ini menikmati uang tersebut," ungkapnya.

Pelatih Kepala PSMS Suharto AD juga tak bisa menyembunyikan kekesalannya atas tindak tanduk sang ketua umum. Terutama janji yang dilontarkan ISH bahwa akan memberi pinjaman gaji kepada pemain yang dipertahankan dari putaran pertama serta pinjaman gaji Rp3 juta sebelum berangkat ke Tembilan. "Tapi nyatanya sama sekali nol besar, janji tinggal janji," tukas Suharto.

Bahkan, sebelum PSMS bertolak ke Tembilahan, Indra berjanji akan memberikan semua janjinya. Namun, meski ditagih secara langsung oleh Suharto, Indra hanya mampu memberi Rp10 juta, dan belakangan juga tak jelas janjinya. "Dia mau ngasi Rp10 juta dulu, tapi itu pun tak juga diberi," timpal Suharto.

Bahkan Indra Sakti mengirim SMS bahwa uang Rp10 juta yang dijanjikannya akan diberi namun melalui rekening orang lain di PSMS. Isi SMS nya menyebutkan, "Informasi, uang (Rp10 juta) itu tidak jadi ditransfer ke abang, tapi ke yang lain saja," pesan Indra ke Suharto AD. "Tapi nyatanya lagi tidak juga ada dikirimkan ke siapa pun, padahal janjinya itu mulai dari tanggal 17 April lalu, tapi toh sampai sekarang tidak ada. Jadi kami pun tidak tahu apakah ISH masih hidup atau tidak, sampai sekarang soalnya tidak bisa," sindir Suharto.

Oleh karena itu, manajemen tim PSMS bersama seluruh pemain, Senin (20/5) pagi  merencanakan akan mengadukan nasibnya kepada Ketua KONI Medan  Zulhifzi Lubis dan selanjutnya ke kantor Wali Kota untuk menyampaikan keluh masalah ini. "Dan, kalau mentok juga kami akan mendatangi rumah Indra Sakti agar mau mempertanggungjawabkan ini semua. Soalnya lima nomor hape Indra Sakti tak bisa dihubungi. Selama ini kalau ada info dari Indra Sakti pasti harus melalui Faisal, ini si Faisal pun tak bisa dihubungi," ungkapnya.

Manager Tim PSMS Sarwono mengaku kas PSMS nol. Sebagai manajer, Sarwono mengatakan terus berusaha mencari dana. Dia sendiri sudah habis Rp130 juta untuk dana tandang ke Persih dan Persisko. "Makanya, saya baru bisa memberi bonus saja untuk pemain, soal gaji masih diupayakan, saya harap semua pemain mau mengerti dengan kondisi ini," ujar Sarwono. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait