thumbnail Halo,

Hadiyandra mengungkapkan, penyegelan kantor PSSI membuat aktivitas organisasi terganggu.


OLEH    DONNY AFRONI


Sekjen PSSI Hadiyandra meminta agar pihak kepolisian segera menggelar penyidikan atas penyegelan kantor induk organisasi sepakbola nasional itu yang dilakukan 14 pengurus provinsi (Pengprov) beberapa waktu lalu.

Hingga saat ini PSSI masih membiarkan kantor mereka di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta tergembok. Hal itu dilakukan untuk mempermudah Polda Metro Jaya melakukan penyidikan berdasar laporang yang diajukan PSSI.

Namun pihak Polda Metro Jaya belum juga menindaklanjuti laporan PSSI, sehingga aktivitas di organisasi menjadi terganggu. PSSI terpaksa masuk melalui pintu belakang dalam melakukan aktivitas mereka.

“Seharusnya pihak kepolisian, dalam hal ini Polda Metro Jaya, sudah turun tangan. Tapi sampai saat ini belum juga diselediki. Saya tidak tahu biokrasi atau cara kerja teman-teman di Polda.  Tapi yang saya tahu, ketika mendapat laporan harusnya mereka cepat bertindak,” ungkap Hadiyandra.

“Intensitas kerja di PSSI sangat tinggi, dan menyangkut banyak orang. Dengan belum datangnya polisi ke TKP [tempat kejadian perkara], maka segel tidak akan terbuka dan itu menggangu kami.”

“Mudah-mudahan besok [Senin] pihak kepolisian datang ke TKP. Karena kita sudah melapor, tentunya pihak kepolisian harus merespon, dan itu sudah menjadi tugas mereka.”

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait