thumbnail Halo,

Orang nomor satu di PSSI ini menilai tindakan yang dilakukan 14 Pengprov seperti preman.


OLEH    DONNY AFRONI


Ketua umum PSSI Djohar Arifin Husein menyayangkan aksi penyegelan sekretariat PSSI di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta yang dilakukan 14 pengurus provinsi (Pengrpov), dan didampingi dua anggota komite eksekutif (Exco) terhukum Sihar Sitorus dan Bob Hippy.

Menurut Djohar, aksi penyegelan itu dianggap sebagai cara 'pasaran', dan tidak pantas dilakukan. Djohar pun menyatakan, hingga saat ini pintu masuk PSSI masih dibiarkan tergembok sebagai barang bukti atas laporan PSSI ke kepolisian.

“Saya sangat kecewa atas tindakan mereka. Di organisasi itu ada prosedur-prosedur yang harus ditaati, bukan memakai cara preman-preman pasaran seperti itu. Olahraga itu harus fair play. Tidak pantas cara seperti itu dilakukan dalam olahraga,” cetus Djohar.

“Ini adalah tindakan melanggar hukum. Kami sudah langsung melaporkannya ke kepolisian. Kami tidak buka [gembok] pintu, karena ini bagian dari barang bukti, biar lebih jelas.”

Selain melakukan aksi penyegelan, ke-14 Pengprov itu juga melaporkan Djohar kepada kepolisian dengan tuduhan tuduhan pemalsuan surat pembekuan Pengprov. Setelah Pengprov Sumatera Barat dan Bengkulu, hari ini giliran Pengprov Lampung dengan tuduhan yang sama.

“Saya belum tahu bentuk laporannya seperti apa. Mereka punya hak untuk melapor ke polisi. Kami sudah menyerahkannya ke komite hukum PSSI, dan mereka sedang mempelajari kasus ini,” kata Djohar.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait