thumbnail Halo,

PSMS kebobolan empat gol dari lima laga.


LIPUTAN  NINA RIALITA     DARI  MEDAN    

Torehan positif PSMS Divisi Utama LPIS di grup I, dengan tiga kali menang dan dua kali seri, belum memuaskan tim pelatih. Meski kerja sama tim dinilai membaik, sejatinya per lini masih butuh evaluasi. Satu diantaranya adalah posisi di bawah mistar, yakni penjaga gawang.

Saat ini, PSMS kebobolan empat gol dari lima laga. Dua gol tercipta di laga tandang, lawan PSSB (1-1) dan Persipon (2-1), satu partai tandang lainnya PSBL berakhir seri 0-0. Sedangkan, dua lainnya terjadi di partai tandang, saat menang 4-1 atas Persipasi dan 2-1 atas Persika.

Pelatih Kiper PSMS, Sugiar menjelaskan, secara skill ketiga kipernya, Yudha Andika, Oki Rengga dan Dede Pranata tidak punya masalah berarti. Namun, satu poin penting yang akan menjadi tugas utama dirinya bersama ketiga kiper adalah memastikan bisa menjaga konsentrasi sepanjang 2 x 45 menit. Apalagi, mayoritas gol-gol lawan yang sejauh ini berhasil diceploskan ke gawang PSMS, terjadi karena kurang fokus saat tim sudah berada dalam posisi unggul.

"Kiper masih kurang konsentrasi, apalagi lawan-lawan yang dihadapi terus menggempur hingga menit akhir pertandingan. Seperti lawan Persipon, tuan rumah menekan terus. Jadi konsentrasi terpecah, dan akhirnya terbebani di ujung-ujung laga," beber Sugiar.

Untuk itu, dia akan merotasi kiper dan memberikan kesempatan kepada seluruh kiper untuk menunjukkan kemajuan dalam latihan. Hingga partai kelima, baru Yudha Andika dan Oki Rengga yang turun memperkuat tim. Yudha tampil di empat partai (PSSB, PSBL, Persipasi dan Persipon), sedangkan Oki Rengga turun saat PSMS melawan Persipasi. Oki menggantikan Yudha Andika yang diplot sebagai kiper pertama, karena Yudha saat itu sedang mengalami gangguan pencernaan. Hanya Dede Pranata yang sama sekali belum masuk line up tim.

"Sebenarnya semua sudah bisa turun. Saya merotasi kiper. Waktu lawan Persipon, seharusnya Dede yang berangkat. Karena sebenarnya, kemampuan Oki dan Dede itu beda tipis. Tapi saat mau berangkat, Dede tidak bisa ikut karena anaknya sakit," jelasnya.

Sementara itu, Dede Pranata mengakui harus rela tidak ikut bersama tim. Putrinya yang bernama Adel sakit panas tinggi hingga 39,5 derajat celcius yang mengakibatkan diare, demam dan batuk.

"Pas mau berangkat, saya sudah janjian sama dokter untuk bawa anak saya. Sebenarnya kalau bicara profesional, seharusnya saya berangkat, tapi saya enggak mau ikut tim kalau hati saya enggak tenang mikirin anak yang sakit," beber mantan kiper Pro Duta ini.

Dede pun memahami kesempatannya untuk memperkuat PSMS belum bisa ditujukkan. "Mudah-mudahan di partai-partai  berikutnya saya masih diberikan kesempatan. Saya akan berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkan kepercayaan dari pelatih," tutur mantan kiper Persis Solo ini.

Namun, Dede memastikan meski tidak bersama tim di Pontianak, dia juga merasakan kebahagiaan timnya yang pulang dengan tiga poin. "Tim dapat hasil positif, dan ini sudah merupakan kemenangan juga buat saya," pungkasnya.

PSMS, sendiri setelah laga lawan Persipon akan melanjutkan laga home melawan Lampung FC di Stadion Teladan akhir Mei. Sebelum lawan Lampung, Saktiawan Sinaga harusnya melakoni pertandingan lawan Medan Jaya, Rabu (22/5). Namun, informasi dari Pelatih Kepala PSMS, Edy Syahputra, tim lawan yang dadakan masuk tim divisi utama LPIS tersebut sudah tidak lagi jadi peserta Grup I. 

"Enggak jadi lawan Medan Jaya. Mereka enggak jadi ikut Divisi Utama. Kabar itu saya dapat dari PSSI," ujarnya.

Sebelum lawan PSMS, Medan Jaya juga tidak menggelar laga tuan rumah menjamu Persipasi dan Persika. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait