thumbnail Halo,

Djohar dilaporkan ke polisi dengan tuduhan telah mengeluarkan SK palsu terkait pemberhentian 14 Pengprov PSSI.


OLEH    DONNY AFRONI


Aksi membuat laporan ke polisi terus berlanjut. Setelah PSSI melaporkan aksi penyegelan sekretariat induk organisasi sepakbola nasional itu kemarin, hari ini giliran pengurus provinsi (Pengprov) PSSI yang melaporkan ketua umum Djohar Arifin Husein ke polisi.

Dua Pengprov PSSI, Sumatera Barat dan Bengkulu, melaporkan Djohar ke polisi dengan tuduhan pemalsuan surat pembekuan Pengprov. Kedatang kedua Pengprov ini ke Polda Metro Jaya didampingi pengacaranya, Elza Syarief. Mereka menganggap Djohar telah melakukan pelanggaran Pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) junto pasal 310 dan 311 KUHP.

Laporan Pengprov Sumatera Barat atas nama Yusman Kasmin tercatat dengan nomor LB/1602/V/2013/PMJ/Dit Reskrimum, sedangkan Pengprov Bengkulu atas nama Joni Ardi dengan nomor TLB/1601/V/2013/PMJ/Dit Reskrimum.

“Yang dilaporkan Ketua Umum-nya. Tuduhannya karena membuat SK [surat keputusan] palsu dengan alasan tidak benar. Saat ini baru dua Pengprov. Nanti menyusul yang lainnya. Semuanya ada 14 Pengprov,” jelas Elza

“Alasan pemberhentian Pengprov karena ada dualisme. Kepengurusan Pengprov ini sah, karena sudah ada musyawarah provinsi luar biasa, kemudian sudah dilantik. Dalam Statuta PSSI tak ada pasal yang menyatakan pemberhentian atau pembekuan Ketua maupun Sekretaris Pengprov karena dualisme.”

“Saat Pengprov diberhentikan seharusnya ada alasan, seperti meninggal dunia, di mosi tidak percaya dan mengundurkan diri. Ini jelas tindak pidana karena keterangan yang ada tidak benar atau palsu. Mereka mengatakan karena dualisme.”

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait