thumbnail Halo,

Subangkit menyesalkan kepemimpinan wasit Juwari yang dinilai kurang tegas dan kerap memberikan keputusan yang menguntungkan tuan rumah.


LIPUTAN  HAMZAH ARFAH     DARI  GRESIK    

Laga antara tuan rumah Gresik United dan Persiwa Wamena di Stadion Petrokimia, Selasa (14/5), akhirnya kembali berbuah manis bagi Gresik United. Dalam pertandingan ini, tuan rumah menang dengan skor tipis 1-0. Kemenangan ini seperti mengulang kenangan di putaran pertama Indonesia Super League (ISL) 2013, di mana tim berjuluk Laskar Joko Samudro tersebut juga menang dengan skor yang sama.

Namun tidak demikian bagi kubu Persiwa. Karena pelatih Persiwa Subangkit sempat menyesalkan kepemimpinan wasit Juwari yang memimpin laga kali ini. Wasit asal Semarang tersebut, dinilai Subangkit kurang tegas dan kerap memberikan keputusan yang menguntungkan tuan rumah.

“Seperti halnya terjadinya gol itu [gol kemenangan Gresik United]. Kalau dari pengamatan saya, itu jelas pelanggaran, karena bola sudah berada dalam pelukan penjaga gawang. Jadi sesuai dengan peraturan, bila bola sudah berada dalam penguasaan penjaga gawang, harusnya bebas dari gangguan apapun. Tapi nyatanya, wasit mensahkan gol tandukan Aldo Barreto itu,” ujar Subangkit kepada GOAL.com Indonesia.

Sama halnya kala laga dihelat di Wamena, dalam laga ini Aldo Barreto kembali menjadi pahlawan bagi Laskar Joko Samudro dengan gol semata wayangnya. Tandukan pemain berkewarganegaraan Paraguay ini memanfaatkan set piece Siswanto, sukses mengoyak gawang Persiwa yang dikawal Dwi Kuswanto pada menit ke-86.

Jauh sebelum peluang tersebut didapat, Gresik United sebenarnya mempunyai peluang untuk unggul lebih dulu. Saat babak kedua baru berjalan beberapa menit, wasit Juwari memberikan hadiah penalti bagi Gresik United, karena salah satu pemain bertahan Persiwa dianggap melakukan handsball di kotak terlarang. Sayang, eksekusi yang dijalankan Aldo berhasil diblok dengan baik oleh Dwi Kuswanto.

“Banyak keputusannya yang merugikan kami, tapi sudahlah. Apapun keputusan wasit, harus kami hormati, termasuk keputusan memberikan penalti bagi tuan rumah meski tidak gol. Percuma saja melakukan protes dan melayangkan tuntutan, pasti ujung-ujungnya juga takkan ditanggapi. Jadi, kami terima saja,” terang Subangkit.

Selain mengenai kepemimpinan wasit, mantan arsitek Persela Lamongan ini memang mengakui kekurangan timnya pada laga ini. Di mana, para pemain tim berjuluk Badai Pegunungan tersebut keteteran di babak kedua.

“Maklum saja, tim ini baru kembali bergabung komplet ya saat di sini [Gresik]. Jadi, latihan coba lapangan kemarin, ya itu latihan perdana bersama kami. Jadi terlihat, bagaimana stamina para pemain mulai terkuras di babak kedua, meski di babak pertama kami mampu mengimbangi permainan tuan rumah. Selain itu, banyak pemain bintang kami yang hengkang, yang mempengaruhi permainan,” jelasnya.

Subangkit juga tak lupa mengomentari permainan tim lawan pada laga ini, yang menurutnya mempunyai perbedaan dibandingkan saat bertemu sebelumnya di Wamena. Walau ia sudah mengantisipasinya, dan sukses melalui babak pertama dengan skor imbang 0-0.

“Kalau ditanya soal Gresik, ya memang ada sedikit perbedaan. Karena ada empat pemain baru, yang baru bergabung di putaran kedua ini, yang memang mempengaruhi permainan mereka. Saya sudah mengantisipasinya, tapi itu hanya efektif di babak pertama,” pungkasnya.

Hasil ini, membuat posisi Persiwa melorot di klasemen sementara, dengan hanya menempati peringkat kesembilan dengan 23 poin. Sementara Gresik United melesat ke posisi kesepuluh, dengan torehan 22 poin. (gk-43)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait