thumbnail Halo,

Gaya pertahanan grendel yang coba diterapkan oleh anak asuh Giman Nurjaman, berhasil diobrak-abrik oleh para penyerang Persela.


LIPUTAN   HAMZAH ARFAH     DARI   LAMONGAN    

Tim Persela Lamongan sukses meraih tambahan tiga poin dalam laga kandangnya, usai menjungkalkan Persita Tangerang dengan skor 3-1 di Stadion Surajaya, Sabtu (27/4). Sebuah permainan impresif, yang disinyalir kubu Persela karena kecermatan mereka dalam mempelajari kekuatan lawan sebelum pertandingan.

“Kita sudah antisipasi permainan Persita. Sebab, saya dan tim pelatih sudah mempelajari rekaman pertandingan mereka saat dijamu Persepam (Madura United). Dan itu memang memberikan masukan yang berharga bagi kami. Terbukti, kami mampu mengatasinya dan Alhamdulillah mampu meraih tiga poin,” ungkap pelatih caretaker Persela Lamongan Didik Ludiyanto seusai pertandingan.

Gaya pertahanan grendel yang coba diterapkan oleh anak asuh Giman Nurjaman, berhasil diobrak-abrik oleh para penyerang Persela, yang tampil atraktif dalam laga ini. Skema permainan, yang lagi-lagi menurut Didik, didapatnya dari mempelajari rekaman pertandingan Persita di laga sebelumnya.

“Sebelum pertandingan, saya memang memiliki feeling, bila Persita bakal kembali menerapkan pertahanan ala grendel. Karena itu, saya coba mengantisipasinya dengan langsung menurunkan tiga striker sekaligus sejak kick off,” terangnya.

Dalam laga ini, meski minus Jimmy Suparno yang absen lantaran hukuman akumulasi kartu. Didik langsung memberikan kepercayaan penuh kepada tridente, Mario Costas, Samsul Arif, dan Fandi Eko Utomo, untuk bisa mengacak-acak pertahanan Persita sejak peluit dibunyikan wasit, tanda pertandingan dimulai.

Khusus untuk Samsul, ia diberikan keleluasaan oleh Didik untuk melakukan improvisasi di lapangan. Di mana hasilnya, mantan bomber Timnas Indonesia tersebut membayar lunas kepercayaan itu, dengan lesakan dua gol ke gawang Reky Rahayu. Masing-masing pada menit ke-19 dan menit ke-73. Sementara satu gol Persela lainnya dicetak oleh Oh Inkyun, saat pertandingan baru berjalan empat menit.

“Memang sebelum pertandingan, saya beri Samsul kebebasan untuk berimprovisasi di lapangan. Silahkan ia mau menyerang dari mana saja, dan para pemain lain harus mendukung pergerakannya. Dan ternyata ia berhasil, serta berhasil menyumbang dua gol,” tutur Didik dengan raut sumringah.

Meski demikian, Didik masih menyoroti beberapa kekurangan tim berjuluk Laskar Joko Tingkir pada laga ini. Salah satunya, lemahnya koordinasi lini pertahanan, yang membuat skuat Persita sempat menyamakan kedudukan. Usai Oh Inkyun mencetak gol, Persita sempat membuat kedudukan menjadi imbang 1-1 melalui gol yang diciptakan oleh Sirvi Arfani pada menit ke-15.

“Memang kita menang pada pertandingan ini, tapi dari kacamata saya, tim ini masih banyak memiliki kekurangan. Itu terlihat jelas di lini belakang, koordinasi para pemain kurang bagus, sehingga Persita sempat mampu menyamakan kedudukan. Selain itu, fokus dan disiplin pemain, harus lebih ditingkatkan di laga-laga ke depan,” pungkasnya.

Dengan hasil ini, maka untuk sementara Persela berhasil menggeser posisi Gresik United di klasemen sementara Indonesia Super League (ISL) 2013. Persela kini naik ke posisi ke-12, sementara Persita masih tertahan di peringkat ke-14. (gk-43)


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait