thumbnail Halo,

Keputusan wasit tidak jarang mengundang kontroversi, tapi tidak dibenarkan untuk dijadikan pembenaran untuk melakukan perbuatan tercela.


CATATAN    DONNY AFRONI


Persepakbolaan Indonesia kembali terangkat ke dunia internasional menyusul aksi striker Persiwa Wamena Pieter Romaropen yang memukul wasit Muhaimin hingga harus mendapat perawatan di rumah sakit.

Insiden itu terjadi di laga Indonesia Super League (ISL) 2012/13 antara Pelita Bandung Raya dan Persiwa di Stadion Siliwangi. Romaropen tidak terima atas keputusan Muhaimin yang memberikan hadiah penalti di menit ke-79, sehingga menyerang wasit. Romaropen pun diganjar kartu merah.

Komisi disiplin (Komdis) PSSI bereaksi dengan memberikan sanksi larangkan aktif di persepakbolaan nasional selama seumur hidup. Keputusan ini membuat Romaropen mengakhiri karirnya sebagai pesepakbola. Keputusan Komdis ini juga mendapat perhatian media asing.

Terlepas wasit melakukan kesalahan atau tidak, penyerangan terhadap pengadil lapangan ini merupakan perbuatan tercela di semua cabang olarhraga, tak terkecuali sepakbola. Bila merasa tidak senang dengan kepemimpinan wasit, maka tim atau pemain bisa melakukan protes melalui prosedur yang berlaku.

Wasit bisa dibilang bertugas sebagai hakim di atas lapangan. Keamanan wasit merupakan salah satu hal paling penting, agar pertandingan bisa berjalan dengan lancar.



Keputusan wasit di belahan dunia mana pun selalu mengundang kontroversi. Itu manusiawi, karena manusia tak luput dari kesalahan. Tapi kontroversi bukan dijadikan pembenaran untuk melakukan perbuatan tercela. Kontroversi ini menjadi warna lain dari pertandingan sepakbola, dan itu yang menjadikan sepakbola bikin banyak orang gregetan.

Tak jarang hukuman berat diberikan kepada pelaku sepakbola. Sanksi seumur hidup diterima asisten pelatih Sparki Youth, Daudi Kajembe, di Divisi Satu Liga Kenya pada September 2012. Federasi sepakbola Kenya menghukum Kajembe seumur hidup, karena menyerang wasit.

Bukan itu saja, pelatih Sparki yang juga mantan arsitek tim nasional Mohammed Kheri, serta tiga pemain Kelvin Odhiambo, Ali Khamis, dan Rama Izungu dijatuhi hukuman satu tahun, karena ikut dalam kericuhan di laga derby melawan Admiral tersebut. Sparki pun kemudian mendapat pengurangan enam poin.



Dari belahan Amerika Latin, tiga pemain Huracan, Leandro Schiavi, Walter Gil, dan Andres Alonso, diganjar hukuman larangan bermain selama enam tahun akibat mengeroyok wasit Dario Fuene pada November 2012. Sedangkan satu pemain lainnya, Lucas Rosales, dihukum dua tahun.

Gelandang Fenerbahce Raul Meireles pernah mendapatkan sanksi larangan bermain di 11 laga pada Desember 2012 setelah ia dinyatakan bersalah meludahi wasit Halis Ozkahya, dan memperlihatkan aksi tak pantas saat duel melawan Galatasaray.

Pada Mei 2012, pemain Granada Dani Benitez mendapat hukuman dilarang bermain selama tiga bulan dari federasi sepakbola Spanyol, karena melempar wasit Clos Gomez dengan botol plastik minuman energi.

Di Malta pada akhir Maret 2012, striker Melliena Tiago Loquete diganjar denda €1.000, dan larangan bermain selama sembilan bulan oleh pengadilan setempat, karena menyerang wasit Trustin Farrugia Cann saat laga Divisi Dua melawan Gudja United.

Hukuman berat juga pernah diterima bek Hertha Berlin Levan Kobiashvili pada Juni 2012. Kobiashvili menyerang wasit Wolfgang Stark dalam pertandingan play-off degradasi pada 15 Mei. Federasi sepakbola Jerman (DFB) menjatuhkan hukuman selama satu tahun, namun pengadilan olahraga memutuskan pemain asal Georgia itu dihukum selama 7,5 bulan.



Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait