thumbnail Halo,

Apakah Pieter Romaropen layak disanksi dengan larangan terlibat dalam sepakbola nasional selama seumur hidup karena memukul wasit?


OLEH TEGAR PARAMARTHA                                                                        Ikuti di twitter

Komisi Disiplin PSSI telah memutuskan untuk menjatuhkan sanksi larangan berkecimpung di sepakbola nasional selama seumur hidup kepada pemain Persiwa Wamena, Pieter Romaropen.

Seperti yang diketahui, sanksi tersebut dijatuhkan karena Romaropen memukul wasit hingga sang pengadil tidak mampu lagi melanjutkan tugas untuk memimpin pertandingan, di mana saat itu Pelita Bandung Raya menjamu Persiwa dalam laga lanjutan Indonesia Super League (ISL).

Lalu, apakah keputusan dari komdis PSSI tersebut tepat?

Apabila dilihat dari 'ketegasan' sanksi yang dijatuhkan, larangan seumur hidup memang terlihat sedikit berlebihan. Karena banyak aspek yang perlu dilihat oleh PSSI dalam melihat insiden tersebut, misalnya bagaimana kinerja wasit saat itu.

Namun, bagaimanapun juga, Tidak ada pembenaran dalam kasus kekerasan. Wasit harus mendapat perlindungan keamanan, terlepas dia melakukan kesalahan atau tidak. Pemain juga tidak dibenarkan untuk menyerang wasit, apapun alasan atau latar belakangnya.

Keputusan wasit di belahan dunia mana pun selalu mengundang kontroversi. Itu adalah hal yang wajar, karena manusia tak luput dari kesalahan. Tapi kontroversi bukan dijadikan pembenaran untuk melakukan perbuatan tercela. Kontroversi ini menjadi warna lain dari pertandingan sepakbola, dan itu yang menjadikan banyak orang merasa emosi.

Tetapi, pukul memukul jelas bukan sebuah solusi apabila wasit melakukan kesalahan. Koridor untuk memprotes kepemimpinan wasit telah disediakan, meskipun hasilnya tidak akan mengubah hasil akhir dari pertandingan.

Oleh karena itu, hukuman yang diberikan sebaiknya bersifat sebagai edukasi agar pemain lain lebih dapat menjunjung regulasi di atas lapangan. Selain itu, wasit yang bersangkutan juga perlu mendapatkan sanksi apabila keputusannya yang menjadi pemicu keributan.

Kasus pemukulan terhadap pengadil tidak hanya terjadi di Indonesia. Di kompetisi luar negeri, juga tidak sedikit insiden seperti itu terjadi. Bek Hertha Berlin Levan Kobiashvili dijatuhi sanksi larangan bermain selama tujuh setengah bulan oleh federasi sepakbola Jerman karena memukul wasit, sementara bek Huracan Leandro Schiavi dilarang bermain sepakbola selama tujuh tahun oleh federasi sepakbola Argentina karena menendang kepala wasit, dan masih banyak kasus serupa lainnya di negara lain.


Bagaimana menurut pembaca GOAL.com Indonesia? Setujukah Anda dengan sanksi yang diberikan komdis PSSI kepada Romaropen? Ikuti poling di bawah ini dan utarakan pendapat Anda di kolom komentar yang telah disediakan...



Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Tendangan Bebas

Setujukah Anda dengan sanksi seumur hidup Pieter Romaropen?

Terkait